Mon, 24 November 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • November, 2014
  • Oktober, 2014
  • September, 2014
  • Agustus, 2014
  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     

    Halaman Berita


    Sragen


    [ 23/07/2007, 15:31 WIB ]
    SAMPAH SEBAGAI BAHAN KOMODITI


     
    Volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas penduduk Sragen ternyata luar biasa. Dalam sehari penumpukan sampah tersebut bisa mencapai 50 ton atau setara 200 meter kubik/hari, baik jenis sampah basah maupun kering. Sampah-sampah ini berasal dari rumah tangga dan sampah dari sejumlah pasar di Sragen, seperti Pasar Bunder, Pasar Sragen Kota, Pasar Nglangon, maupun Pasar Joko Tingkir. Namun hal ini tidak menjadi masalah yang berarti, sebab dari bertambahnya tumpukan sampah dapat menjadi sebuah rahmat tersendiri.
    Kepala Dinas Tata Kota, Tasripin mengungkapkan bahwa tumpukan sampah yang dikumpulkan dari rumah tangga ataupun pasar ini telah dikelola dengan optimal, sehingga bukan menjadi kendala, tapi malah menjadi berkah. Bahkan Dinas Tata Kota (DTK) sebagai leading sector ternyata mempunyai langkah-langkah jitu dalam pengolahannya, sehingga dapat diolah menjadi komoditi yang menguntungkan.

    Dengan pengelolaan yang tepat, sebenarnya sampah mempunyai potensi untuk dijual. Sehingga anggapan masyarakat bahwa sampah merupakan barang tidak berharga dan kotor, kini dapat ditepis. Hal ini disebabkan telah dilaksanakannya berbagai terapan jitu guna mengolah sampah menjadi bahan yang berkomoditi. Meliputi, adanya sosialisasi dalam pemilahan sampah yang akan dibuang, seperti sampah kering dan basah. Untuk sampah kering meliputi plastik, kertas, besi ataupun kaca. Dan dapat digunakan sebagai bahan produksi daur ulang. Dari pemilahan ini, pengelolaan sampah dengan cara bekerjasama dengan pemulung menjadi lebih efisien. Bahkan para pemulung menjadi lebih giat untuk mengais rejeki. Selain itu, bagi rumah tangga sendiri, otomatis tidak perlu membayar iuran pembuangan sampah. Sebab untuk membayar tenaga kebersihan sudah tercukupi dari sampah yang didaur ulang tadi sebagai dana operasional.

    Lebih lanjut beliau juga menambahkan, bahwa dari yang dibuang jumlah sampah kering yang dipisahkan dari total sampah yang terbuang biasanya berkisar 30%, sisanya merupakan sampah basah. Untuk sampah basah yang tidak bisa didaur ulang langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di desa Tanggan, Gesi. Dari sampah ini ternyata masih dapat didaur ulang sebagai pupuk kompos untuk pertanian, sehingga sampah-sampah tersebut lebih bermanfaat. Pada intinya, sampah-sampah dari Kabupaten Sragen saat ini betul-betul dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga dapat menghasilkan profit

    Sumber/Foto : Humas


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+