Wed, 3 September 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • September, 2014
  • Agustus, 2014
  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013
  • Oktober, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     

    Halaman Berita


    Nasional


    [ 20/12/2008, 15:55 WIB ]
    GUBERNUR CANANGKAN GERAKAN MINUM TEH HITAM


     
            SRAGEN - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo pagi tadi mencanangkan gerakan minum teh hitam dan mengkonsumsi makanan sehat yakni daging, telur dan minum susu. Pencanangan ini merupakan acara pokok dalam peringatan hari pangan dunia ke 28 dan Hari Nusantara tahun 2008 tingkat provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di nDayu Alam Asri Kabupaten Sragen, Sabtu (20/12). Pencanangan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Gubernur Jateng. Tema yang diusung dalam peringatan hari Pangan dunia tahun 2008 ini adalah “Ketahanan Pangan, Perubahan Iklim, Bio Energi dan Kemandirian Petani”.

            Dalam sambutannya Gubernur mengatakan pencanangan gerakan ini bertujuan untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan  untuk mewujudkan Visi Pembangunan Jawa Tengah tahun 2008 – 2013 yakni “Terwujudnya masyarakat Jawa Tengah Yang Semakin Sejahtera”. Menurut Gubernur,  teh merupakan produksi industri lokal di Jawa Tengah sehingga diharapkan dapat menghidupkan pabrik dan dapat membuka lahan pekerjaan bagi masyarakat.

            Gubernur juga menjelaskan, hingga saat ini Provinsi Jawa Tengah masih menjadi andalan sebagai propinsi penyangga pangan nasional, khususnya beras. Kebutuhan beras dalam satu tahun untuk provinsi Jateng kurang lebih 6,96 juta ton. Sementara produksi beras sampai dengan Desember 2008 kurang lebih 9,16 juta ton, berarti telah tercapai  surplus sebanyak  2,2 ton. Tidak mudah untuk mempertahankan predikat tersebut, oleh karenanya Gubernur mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja keras cancut tali wondho agar ketersediaan produksi beras tetap terjaga dan semakin meningkat.

            Oleh karenanya, tambah Gubernur, mulai Januari 2009 seluruh Kabupaten / Kota di Jawa Tengah diminta secara serentak bergerak melaksanakan misi nomor 2 sebagai prioritas dari 6 misi pembangunan Jawa Tengah. Misi tersebut adalah pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis intensifikasi pertanian dengan melaksanakan Sapta Usaha Tani, pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan industri padat karya.

            Sementara Bupati Sragen, Untung Wiyono  dalam sambutannya  mengatakan   hasil pertanian padi di Kabupaten Sragen telah mencapai surplus beras sebanyak 230 ribu ton pertahunnya. Keberhasilan tersebut tak lepas dari berbagai upaya  yang telah dilakukan Pemkab Sragen dalam menguatkan infra struktur peratanian dan mekanisasi pertanian. Dampak positif dilaksanakannya mekanisasi pertanian tersebut  juga dapat dirasakan langsung oleh para  petani tebu. Dulu, kata Bupati, pada tahun 2001 rendemen tebu masih dikisaran 4,5 hingga 6,5 %. Namun sejak tahun 2002 hingga sekarang rendemen tebu telah mencapai 12,5 %. Pencapaian ini salah satunya karena penerapan mekanisasi dalam pengolahan lahan tebu.

            Selesai  acara Gubernur beserta rombongan meninjau   pameran yang digelar untuk memeriahkan peringatan hari pangan dan hari nusantara tingkat propinsi Jawa Tengah tahun 2008 ini. Pameran   diikuti oleh 17 stand dari satuan kerja dilingkungan Pemkab Sragen maupun Pemprov Jateng. Berbagai jenis tanaman dan makanan produk lokal dipamerkan. Diantaranya Buah Naga, tebu dengan rendemen 12, 5, emping garut, dan makanan olahan lainnya yang semuanya berbahan dasar dari produk lokal. Produk-produk pakaian batik juga ikut memeriahkan pameran.

            Setelah puas berkeliling stand pameran, Gubernur bersama istri Ny. Sri Suharti Bibit Waluyo melakukan penanaman bibit pohon Jati dan pohon Nyamplung yang terletak di Ndayu Alam Asri. Usai melakukan penanaman Gubernur melakukan panen ikan di embung yang terletak di Ndayu Alam Asri. Pada kesempatan tersebut Gubernur dan Istri juga melakukan tebar benih ikan di sungai cek dam yang terletak di tepi Ndayu Alam Asri. Penebaran benih dilakukan ditengah – tengah sungai dengan menggunakan rakit.

            Dipilihnya Kabupaten Sragen sebagai tempat penyelenggaraan peringatan Hari Pangan tingkat Jawa Tengah, menurut Ir. Haryoto WA, MM Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Sragen karena Sragen dinilai memenuhi empat aspek seperti tema yang diusung pada peringatan tahun ini. Yakni aspek  ketahanan pangan, aspek distribusi, konsumsi dan aspek keamanan dan kesehatan. Dari aspek ketahanan pangan, saat ini Sragen telah menjadi penyangga ketersediaan beras di Jawa Tengah. Pertahunnya panen padi di Sargen telah surplus 230 ribu ton. Sementara dari aspek distribusi, hampir semua wilayah di Kab. Sragen dinilai mudah dijangkau lewat transportasi darat sehingga tidak ada kendala dalam pendistribusian hasil-hasil pertanian.

            Sementara dari aspek konsumsi dan aspek keamanan, sragen selama ini dinilai telah peduli dengan program back to nature, atau kembali ke alam dengan kepeloporan mengkonsumsi makanan produk lokal. (Hart – Humas)


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+