Tue, 2 September 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • September, 2014
  • Agustus, 2014
  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013
  • Oktober, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     

    Halaman Berita


    Nasional


    [ 19/01/2009, 12:56 WIB ]
    Menyelami Wisata Kursus Batik: MERINTANG WARNA DENGAN MALAM


     
           SRAGEN - Mengunjungi rumah produksi batik “Dewi Ratih” di desa Pilang Kecamatan Masaran, akan disuguhi dengan berbagai karya seni batik yang mengagumkan. Di Showroomnya yang tak begitu luas ini, berbagai jenis kain dan motif batik dengan berbagai jenis hasil karya batik “Dewi Ratih” di pajang rapi disebuah etalase kaca. Sementara di sebelah showroom terletak sebuah bangunan yang digunakan untuk memproduski berbagai jenis batiknya.

           Disini pengunjung tidak hanya bisa berbelanja aneka jenis batik saja, namun juga berkesempatan untuk mempelajari teknik pembuatannya. Kesempatan yang sangat berharga itu dikemas dalam paket wisata menarik dengan durasi yang cukup singkat dan harga yang terjangkau.
           Wartatik, pemilik rumah produksi batik “Dewi Ratih” menjelaskan, ragam batik yang bisa dipelajari meliputi batik tulis dan batik cap. Biasanya, pengunjung lebih berminat untuk memperlajari batik tulis dibandingkan dengan batik cap. Faktor kesulitan dalam pembuatan batik tulis merupakan daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk mempelajarinya. Pengunjung yang berminat belajar membatik bisa mempelajari secara keseluruhan proses pembatikan mulai dari pembuatan motif, pencanthingan, pewarnaan kain, proses nglorot malam dan penjemuran.


    TAHAP PENCANTINGAN, YANG PALING DISUKAI
           Materi awal pelatihan yakni pembuatan motif batik. Tahap selanjutnya adalah pencantingan. “Biasanya,pada tahap pencantingan ini merupakan tahap yang paling disukai oleh peserta” terang Wartatik. Malam merupakan zat yang digunakan sebagai perintang warna. “Bila ingin membuat batik tulis, maka pada proses pencanthingan  digunakan alat bantu berupa canting, sementara pada batik cap menggunakan cap batik yang telah didesain sesuai motif yang diinginkan” tambahnya.
           Proses pencanthingan ini merupakan proses yang paling lama dan membutuhkan ketekunan. Semula peserta akan terlihat kaku saat menggoreskan canthingnya di selembar kain yang telah digambari motif. Biasanya tak lebih dari beberapa jam saja, peserta sudah mulai terlihat lihai memainkan goresan-goresan diatas kain.
           Proses dilanjutkan dengan mewarnai kain. Caranya, kain yang telah dimotif  dan dicanting kemudian dicelupkan dalam ember yang berisi zat warna. Sepertinya proses ini sederhana, namun sebenarnya cukup sulit, apalagi bila menginginkan batik lebih dari dua warna. Banyak pembatik masih menggunakan pewarna alami yang terbuat dari bahan alam tertentu, namun banyak pula yang menggunakan pewarna sintetik. Namun biasanya, dalam pelatihan selalu digunakan bahan pewarna kimia, karena prosesnya mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama.
           Usai mewarnai kain hingga merata, proses pembuatan batik dilanjutkan dengan nglorot malam, atau melarutkan lilin yang melekat di kain. Mulanya, disiapkan dulu air mendidih yang dicampur dengan abu soda dan akhirnya kain dicelupkan hingga seluruh lilin larut dalam air. Bila lilin belum juga larut, maka harus dibersihkan dahulu pasca pelorotan.
           Tahap akhirnya adalah pencucian. Bila menggunakan pewarna alami, maka pencuciannya tidak bisa menggunakan deterjen sebab akan merusak warna. Setelah dicuci, kain dijemur dengan cara diangin-anginkan agar warna tak pudar. Setelah dijemur inilah anda bisa melihat perbedaan batik yang diwarnai dengan pewarna alami, biasanya warnanya akan lebih kusam.

    SIAPKAN 8 UKM BATIK UNTUK TEMPAT PELATIHAN
           Menurut Jhony Adhi Aryawan, Manger Desa Wisata Batik, dari 85 UKM Batik yang ada di Kluster Batik, 8 diantaranya telah siap digunakan sebagai tempat kursus sekaligus berwisata batik. Ke delapan UKM tersebut antara lain, Rumah Produksi Batik Dewi Ratih, Abimanyu, Broto Joyo, Batik Manggala, Batik Marjuki Hadi, Busono Asri,  Wahyu Tiga Joyo dan Brotoseno.
           Paket ini dibuka sejak 16 Maret 2008. Peserta perdana dari paket wisata pelatihan batik tersebut adalah 240 siswa-siswi dari SMP PGRI 7 Sedati Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur yang beberapa waktu lalu telah melakukan perjalanan wisata batik di desa Pilang dan Kliwonan.
           Jhony menambahkan, peminat dapat memilih program dasar hingga program  menengah. Pada Program Wisata batik tingkat dasar ini, peserta akan diberi materi dan praktek selama 3 jam. Materi terdiri dari pengenalan bahan baku, pengenalan peralatan, teori menggambar pola. Peserta juga akan langsung praktek membatik mulai dari menggambar pola, mencanting dan menglorot kain batik.
           Sementara bila ada yang menginginkan program belajar membatik sampai tingkat menengah atau mahir beberapa UKM telah bersedia. Untuk belajar membatik sampai tingkat menengah biasanya diperlukan waktu 3 bulan, namun untuk mencapai tingkat mahir, tergantung bakat dan ketekunan. Bila seseorang mempunyai bakat dan tekun dalam berlatih bisa jadi dalam tempo kurang dari 3 bulan pun sudah mahir membatik.

    PEMBATIK-PEMBATIK AHLI SIAP MENJADI INSTRUKTUR
           Instruktur yang akan memberikan pelatihan terdiri dari pembatik-pembatik yang telah ahli dan sangat berpengalaman. ”Kemampuan instrukturnya jangan diragukan lagi, disini tempatnya orang-orang yang ahli membatik,” ungkap Jhony. Desa Batik Kliwonan memang sejak jaman penjajahan dulu sudah terkenal dengan kualitas produksi batiknya. Didesa ini kurang lebih ada sekitar 2072 pembatik profesional. Bila dihitung beserta seluruh tenaga teknis yakni tenaga yang membuat pola dan tenaga yang penglorot kain jumlahnya bisa mencapai empat ribuan lebih, tegas Jhony. (N.Hart - Humas)


    MAJALAH INFO SUKOWATI EDISI TERBARU


    KLIK DISINI



    By HUMAS



     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+