Thu, 9 September 2010
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • September, 2010
  • Agustus, 2010
  • Juli, 2010
  • Juni, 2010
  • Mei, 2010
  • April, 2010
  • Maret, 2010
  • Februari, 2010
  • Januari, 2010
  • Desember, 2009
  • November, 2009
  • Oktober, 2009

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     

    Halaman Berita


    Nasional


    [ 08/02/2010, 09:18 WIB ]
    Dari Pengajian Malam Senin Pahing, KEMAJEMUKAN ITU INDAH


     

           SRAGEN – Pengajian rutin malam Senin Pahing kembali diadakan, Minggu (7/2), di Pendopo Sumonegaran Kompleks Rumah Dinas Bupati Sragen. Diikuti pejabat dinas/instansi lingkungan Pemkab Sragen, Camat, PNS serta masyarakat sekitar. Inti pengajian kali ini disampaikan oleh Ustadz KH. Muhammad Bilal dari Sidoharjo, Sragen.

           Dalam sambutannya, Bupati Sragen H. Untung Wiyono mengingatkan kembali mengenai jasa KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur). Bertepatan dengan 40 hari wafatnya mantan presiden RI ini, Bupati mengajak untuk introspeksi diri dengan meniru keteladananannya dalam memperjuangkan kemajemukan di Indonesia. “Karena jika disadari kemajemukan itu indah,” kata Bupati.

           Seperti kita ketahui, lanjut Bupati, beberapa waktu lalu ketika Gusdur menjabat presiden, ia memberikan masukan kepada pemerintah akan eksistensi agama Konghuchu. Selain itu Gusdur juga menetapkan tahun baru Cina (Imlek) menjadi salah satu hari besar di negara ini. Sehingga beberapa terobosan baru tersebut mendapat apresiasi positif dari kaum Tionghoa yang berada di Indonesia.

          

          Bupati menambahkan beberapa hikmah yang dapat diambil diantaranya menghormati pendahulu, mengingat jasa pahlawan, mendoakannya, serta memintakan maaf kepada Allah SWT. Untuk itu, sebagai masyarakat yang santun sebaiknya tidak menghujat pemimpin secara berlebihan dan seenaknya. Karena meskipun saat ini adalah era reformasi, namun jangan sampai dimanfaatkan pihak tertentu untuk memecah belah. “Tindakan anarkhis adalah cerminan reformasi yang kebablasan,”tambahnya.

           Terkait dengan tugas PNS di Kabupaten Sragen, agar para pimpinan Satuan Kerja (Satker) menggiatkan lagi kinerja. Melalui kinerja yang optimal, siapapun bisa bersaing di tingkat nasional maupun global. Optimalisai kinerja ini didukung adanya kemampuan menguasai bahasa Inggris dan mengoperasikan komputer. Perpaduan teknologi dan bahasa ini, segala informasi terkini bisa diakses dengan mudah.

           Sedangkan KH. Muhammad Bilal menguraikan sebagai umat Muslim yang beriman, hendaknya bersyukur atas kesehatan, kekayaan, jabatan, agar hidup ini tenteram. Jika manusia tidak bersyukur, maka akan selalu merasa kurang dan kurang, bahkan menimbulkan sifat tamak. Selain itu, terus memperbaiki ibadah dengan dasar syukur agar setiap langkah kedepan mantap dan diridhoi Allah SWT.

           Lebih lanjut Muhammad Bilal menguraikan seiring perkembangan teknologi sekarang ini, banyak sekali godaan. Dalam menghadapinya, Umat islam supaya menjaga diri dengan mendekatkan diri dan meningkatkan keyakinan kepada Allah SWT. Banyak hal yang bisa dilakukan diantaranya introspeksi diri, belajar menghormati orangtua dan pemimpin bangsa, serta mengharmoniskan huhungan antar umat beragama. (Nova_Humas)


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+