Wed, 20 August 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Agustus, 2014
  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013
  • Oktober, 2013
  • September, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     

    Halaman Berita


    Nasional


    [ 01/07/2010, 09:02 WIB ]
    KUNJUNGAN PUSDIKLAT MIGAS CEPU : “SEMANGAT WUJUDKAN PELAYANAN PUBLIK KELAS SATU”


     

           SRAGEN - Ruang pertemuan Badan Perijinan Terpadu (BPT) Sragen kembali semarak dengan kunjungan tamu yang telah tercatat sebagai visitor ke 1514 ini. Beberapa hari yang lalu, tepatnya, Kamis siang (24/06/10) rombongan tim Diklat Pelayanan Prima yang dikelola oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi (Pusdiklat Migas) Cepu menyambangi kabupaten Sragen. Ketua rombongan, Nurheni K, menyampaikan ketertarikannya pada pola pelayanan terpadu satu pintu yang telah diimplementasikan secara luar biasa oleh pemkab Sragen melalui Sragen One Stop Service (OSS). Tidak hanya itu, rombongan juga bermaksud mempelajari mekanisme dan strategi pelayan publik yang prima serta aplikasi nyata di lapangan.

           Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak & Gas Bumi (Pusdiklat Migas) merupakan salah satu instansi pemerintah pusat di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang memiliki tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan tidak hanya di bidang minyak dan gas bumi, namun juga juga menyelenggarakan pelatihan di scope lainnya. Salah satunya adalah pelatihan mengenai prinsip-prinsip dan implementasi pelayanan prima. Diklat Pelayanan Prima kali ini diikuti oleh perwakilan-perwakilan dari seluruh Indonesia Tidak terbatas dari area Cepu dan sekitarnya, beberapa peserta bahkan ada yang berasal dari provinsi Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

           Diterima oleh sekretaris BPT Sragen, Tugiyono, SH, rombongan yang terdiri dari 16 perwakilan ini terlihat bersemangat meskipun terbersit gurat kelelahan setelah menempuh lima jam perjalanan. Dalam paparan mengenai Sragen One Stop Service, Tugiyono mengulas 4 poin utama yakni sejarah kelembagaan Badan Perijinan Terpadu dari yang semula berbentuk unit hingga berbentuk Badan, hubungan dengan dinas teknis, manajemen SDM, serta aplikasi IT.

           Eksistensi BPT Sragen adalah manifestasi dari upaya pengembalian hak-hak dasar rakyat sekaligus penguatan komitmen zero tolerance to corruption and abuse of power.Kabupaten Sragen mengaplikasikan pelayanan terpadu satu pintu karena memang dianggap paling sesuai dengan kharakteristik daerah dan filosofi yang berlaku di masyarakat. Dalam pelaksanaannya hingga saat ini, terbukti bahwa pola pelayanan terpadu satu pintu mampu menjawab kelemahan-kelemahan pola pelayanan terpadu yang lain (satu atap, satu loket, dan ½ pintu). One Stop Service merupakan tonggak reformasi birokrasi yang mampu memangkas jalur perijinan yang selama ini dirasakan terlalu panjang dan berbelit-belit.

           Pola manajemen dengan standar kualifikasi yang berbeda telah diterapkan secara konsisten oleh BPT. Tugiyono menjelaskan, dalam proses recruitment, ada dua tahap yang ditempuh. Pada awal pembentukan, dipilih staff dari masing-masing dinas terkait yang memiliki kompetensi pada bidang masing-masing untuk di plot di garda depan/ front liners loket-loket pelayanan perijinan.

           Proses seleksi tahap awal tersebut tidak memperhatikan performance maupun usia, yang dititikberatkan adalah penguasaan bidang pekerjaan terkait. Kajiannya, apabila yang diprioritaskan adalah para new comers, butuh waktu 1 tahun untuk memahami secara kafah. Tahap kedua, adalah merekrut staff yang fresh graduate dengan kriteria tertentu yakni good looking, ramah, menguasai bahasa Inggris serta komputer, kompeten, dan kreatif. Mereka akan ditempatkan sebagai second liners sehingga terjadi transfer knowledge secara natural. Mindset tiap pegawai harus diubah, dari “dilayani menjadi melayani setulus hati”. Untuk memompa motivasi pegawai, BPT Sragen secara rutin menyelenggarakan training for success dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang profesi (mubaligh, psikolog, HRD perusahaan swasta professional, dsb). Hal itu efektif untuk me-refresh semangat dan gairah bekerja. Usai menyimak paparan yang disampaikan, peserta kemudian melakukan kunjungan ke loket-loket BPT. Semoga slogan “The Center of Excellence” yang diretas pusdiklat Migas Cepu mampu menginspirasi seluruh peserta agar memberikan pelayanan yang excellent pula kepada masyarakat.(neidna_BPT)


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+