Fri, 1 August 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Agustus, 2014
  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013
  • Oktober, 2013
  • September, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     

    Halaman Berita


    Nasional


    [ 19/08/2010, 12:44 WIB ]
    Safari Ramadhan Masaran : “ ORA OBAH ORA MAMAH “UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT


     

           MASARAN – Ramadhan telah memasuki hari ke delapan. Kali ini, Rabu (18/8) giliran Kecamatan Masaran yang disinggahi Bupati Sragen H Untung Wiyono dalam rangkaian Safari Ramadhan. Bertempat di Pondok Pesantren Darul Falah Dukuh Pilangbangu Desa Sepat Kecamatan Masaran, Bupati melakukan Shalat Ashar berjamaah bersama warga setempat.

            Dalam kesempatan itu Bupati memberikan motifasi kepada seluruh warga sepat untuk maju dan sukses. Bupati menuturkan kilas balik perjalanannya hingga sampai di kursi orang nomor satu di Bumi Sukowati.

           Mulanya H. Untung Wiyono adalah seorang pengusaha sukses di Jakarta yang berasal dari Sragen. Sewaktu akan ada Pemilukada Sragen, ia didatangi oleh seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen dan dibujuk untuk menjadi bupati. Awalnya ia menolak dan bersikeras hanya mau bertindak sebagai penyandang dana.

           Berkat dukungan dari berbagai pihak akhirnya ia maju sebagai bupati dan berhasil menang dalam pemilukada. Dan mulailah karirnya sebagai orang nomor satu di Sragen. Hal pertama yang dilakukan adalah memperbaiki citra dan kinerja PNS. PNS harus bisa melayani dan berlaku sebagai pelayan masyarakat. Salah satu reformasi birokrasi yang dilakukan adalah dengan membuat Kantor Pelayanan Terpadu. Kantor ini merupakan One Stop Service (OSS) untuk melayani segala macam pembuatan perijinan. Kalau dahulu pelayanan dalam pemerintahan dikenal dengan ketidakramahan petugas serta tidak kooperatif dan berbelit-belit, dengan adanya OSS hal tersebut berusaha dihapus.

           Reformasi birokrasi yang telah dilakukan selama hampir 10 tahun tersebut tidaklah sia-sia karena Sragen kini telah mewarnai nasional. Hal itu terbukti dengan diraihnya puluhan penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional. Dan penghargaan tersebut tidak didapat dengan begitu saja, tetapi merupakan hasil kerja keras dari berbagai pihak.

           Bupati menambahkan, dengan bekerja keras, pikiran tidak akan pernah memiliki prasangka buruk terhadap orang lain. Jika dijalankan dengan ikhlas, hidup akan terasa indah dan hati terasa senang. Untuk sukses, selain kerja keras juga harus dibarengi dengan doa dan usaha agar seimbang.

           Sejak awal ia menjabat, tambahnya, Bupati menanamkan motto “ora obah ora mamah” serta ilmu kewirausahaan pada warganya. Hal ini telah merubah pola pikir dan berbuah pada perkembangan perekonomian warga Sragen. Banyak orang Sragen yang sukses sebagai wirausahawan di luar Jawa dan kembali lagi untuk membangun perekonomian Sragen. Bupati mengatakan, dulu jumlah warganya yang menjadi pedagang kurang dari satu persen kini hampir sepuluh persen.

           “Orang Sragen harus bisa menjadi Tionghoa-nya orang Jawa,” kata Bupati. Maksudnya, etnis Tionghoa dikenal sebagai orang yang ulet dalam berusaha. Mereka memiliki disiplin dan etos kerja yang tinggi, serta manajemen keuangan yang efektif. Maka dari itu, banyak didapati mereka meraih kesuksesan luar biasa, serta mapan ekonominya.

           Selain itu Bupati juga memberikan masukan terkait dengan permasalahan yang dihadapi di desa Sepat. Misalnya untuk mengatasi kurangnya ketrampilan dan kursus ketrampilan, Bupati memberikan kesempatan para warga sepat untuk kursus gratis di Badan Diklat dan Technopark. Terkait dengan kurang optimalnya pemanfaatan pekarangan, Bupati menjanjikan akan membantu pemberian bibit buah naga. Dalam kesempatan itu juga diberikan bantuan dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sragen bagi santri Pondok Pesantren. Bantuan berupa Al – Quran tersebut diberikan secara simbolis oleh Bupati kepada Pegurus Ponpes.(dyn)


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+