Fri, 19 September 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • September, 2014
  • Agustus, 2014
  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013
  • Oktober, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     

    Halaman Berita


    Sragen


    [ 01/01/1970, 07:00 WIB ]
    RICE MILLING KELILING LIAR YANG BEROPERASI DISRAGEN AKAN DITERTIBKAN


     
           Sragen – Rice Mill keliling dilihat dari segi phisik adalah merupakan kendaraan bermotor jenis khusus keberadaannya dijalan umum harus mempunyai nomor kendaraan yang tercatat dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan memenuhi persyaratan tehnis dan laik jalan  dibuktikan dengan buku dan tanda uji yang dibawa setiap kendaraan dimaksud beroperasi dijalan”. Demikian pendapat Purwadi, SH.MH, Kabid Kominfo, yang pernah menjabat Kabid Teknik Sarpras Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen, dalam rapat forum lalu lintas angkutan jalan waktu membahas Rice Mill keliling yang akhir-akhir ini banyak beroperasi secara liar di wilayah Kabupaten Sragen.

           Rapat Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Kabupaten Sragen dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2010  dipimpin oleh Tasripin, SH., MM. Kepala Dishubkominfo Kab.Sragen, diikuti anggota forum terdiri dari Polres Sragen, Bappeda, Badan Kesbang Polinmas, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pelayanan Terpadu, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Instansi terkait lainnya.

           Ada dua agenda penting yang dibahas dalam rapat saat itu yaitu rencana penertiban Rice Mill keliling liar yang beroperasi diwilayah Kabupaten Sragen oleh tim terpadu karena melakukan beberapa pelanggaran lalu lintas angkutan jalan yaitu tidak mempunyai nomor kendaraan yang tercatat dalam surat tanda nomor kendaraan (STNK), tidak bisa menunjukkan  buku dan tanda uji  kendaraan, Pelanggaran Perda Kabupaten Sragen yaitu melakukan kegiatan usaha penggilingan padi tidak dilengkapi dengan izin gangguan (HO) dan  ijin usaha penggilingan padi.

           Selanjutnya dibahas tentang rencana pembangunan jalur sepeda sebagai konsekuensi Sragen sebagai kota percontohan nasional bidang lalulintas angkutan jalan dan diperolehnya Piala Wahana Tata Nugraha (WTN), dalam rangka mewujudkan kegiatan tersebut, direncanakan  uji coba pemakaian jalan ahmad yani untuk jalur sepeda sebelum selanjutnya akan adakan evaluasi sesuai kajian teknis serta pembahasan saran dan masukan dari masyarakat.

           Dalam rapat tersebut ada beberapa informasi yang disampaikan antara lain informasi tentang dibukanya jalan HOS Cokroaminoto (sebelah timur terminal lama) menjadi dua jalur; Diperbolehkannya kendaraan angkutan umum dari arah timur melewati jalan raya Sukowati sampai perbaikan jembatan mageru  selesai dilaksanakan; Saran dan masuk agar segera diperbaiki  kerusakan jalan akibat galian kabel dan galian pipa PDAM untuk menghindari kecelakaan dan kemacetan lalulintas.                                                     .                                                          ( Kominfo Sragen )


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+