Mon, 20 May 2013
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Mei, 2013
  • April, 2013
  • Maret, 2013
  • Februari, 2013
  • Januari, 2013
  • Desember, 2012
  • November, 2012
  • Oktober, 2012
  • September, 2012
  • Agustus, 2012
  • Juli, 2012
  • Juni, 2012

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     

    Halaman Berita


    Nasional


    [ 10/01/2012, 21:43 WIB ]
    ALTERNATIF PELAYANAN KESEHATAN DI KLINIK SAINTIFIKASI JAMU


     

           SRAGEN – Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman, SH, MH meresmikan Klinik Saintifikasi Jamu PMI Kabupaten Sragen, Selasa (10/01). Tampak hadir dalam peresmian tersebut Kepala Balai Besar Penelitian dan Pemngembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT) Indah Yuning Prapti, SKM, M.Kes, Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Sragen serta Kepala SKPD dan Kepala Puskesmas di Kabupaten Sragen.

           Kepala PMI Kabupaten Sragen dr. Farid Anshori mengungkapkan klinik saintifikasi jamu ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta peningkatan mutu penelitian saintifikasi jamu. Selain itu keberadaan klinik ini juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dengan membuka peluang bagi penyedia bahan baku jamu.

           “Klinik Saintifikasi Jamu merupakan suatu terobosan dari Kementrian Kesehatan dalam memberikan alternatif pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan kearifan lokal”, ujar Kepala B2P2TO-OT dalam sambutannya. Saintifikasi jamu adalah pembuktian ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan.

           Di klinik saintifikasi jamu ini pasien akan mendapatkan pelayanan dari tenaga dokter yang telah mengikuti berbagai pelatihan berbasis herbal. Menggunakan diagnosis konvensional serta hasil analisis laboratorium rekan medis namun obat yang diberikan berupa jamu. Jamu yang diberikan kepada pasien dapat berupa racikan, serbuk ataupun ekstrak tanaman obat yang telah diteliti khasiat dan keamanannya melalui uji praklinik dan observasi kinik.

           Untuk mendukung keberadaan klinik dibutuhkan bahan tanaman obat yang memcukupi. Untuk itu Kepala B2P2TO-OT berharap agar Dinas Hutbun menggalang petani untuk menanam tanaman obat. Karena selain berguna untuk kesehatan juga bisa meningkatkan perekonomian, mengingat tanaman obat yang bernilai ekonomis tinggi.

           Sementara itu, Bupati Sragen sangat mendukung keberadaan Klinik saintifikasi jamu. Karena dapat sebagai alternatif pengobatan dengan harga yang lebih terjangkau dibanding obat- obatan konvensional. Dan tentu saja tetap terjamin mutu dan keamanannya selain khasiat jamu yang telah dibuktikan secara ilmiah. Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menghimbau kepada masyarakat untuk menggalakkan lagi tanaman obat keluarga. (dyn)


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+