Tue, 21 May 2013
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Mei, 2013
  • April, 2013
  • Maret, 2013
  • Februari, 2013
  • Januari, 2013
  • Desember, 2012
  • November, 2012
  • Oktober, 2012
  • September, 2012
  • Agustus, 2012
  • Juli, 2012
  • Juni, 2012

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     

    Halaman Berita


    Nasional


    [ 27/02/2012, 13:23 WIB ]
    DARI SEMINAR INTERNASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA di JEPANG: KAMPUNG SIAGA BENCANA KAB. SRAGEN DAPATKAN APRESIASI POSITIF


     
           SRAGEN-Kabupaten Sragen beberapa waktu lalu mendapat undangan khusus dari  organisasi The Japanese Institute of Irrigation dan Drainage (JIID) mewakili Indonesia dalam acara Seminar Internasional bertajuk “Seminar Tentang Penerapan Tindakan Terhadap Bencana Alam”  yang berlangsung di Jepang pada 8-10 Februari 2012. Kabupaten Sragen diwakili oleh Bupati Sragen Agus Fatchurrahman dan didampingi oleh Widya Iswara Badan Diklat Kab. Sragen Drs. Hari Indra Y.

           Seminar yang bertujuan mendiskusikan tentang pencegahan, penanggulangan dan adaptasi bencana alam dari negara negara di Asia ini dan dihadiri oleh 24 peserta diantaranya dari negara Thailand, Laos, Indonesia (Sragen), Peneliti Jepang dan  MAFF (Kementrian Pertanian,Kehutanan dan Perikanan Jepang).  Para peserta yang terdiri dari pejabat tingkat tinggi dan peneliti dari organisasi memperkenalkan tantangan, tindakan, pengalaman dan best practice dalam menghadapi bencana dalam negaranya masing masing.

           Bupati Sragen dalam kesempatan ini menyampaikan pemikiran dan konsep kebijakan daerah dalam penangan, pencegahan dan penanggulangan bencana khususnya banjir. Bapak Bupati memaparkan Kabupaten Sragen dengan segala keterbatasan baik keterbatasan perlengkapan, personil, peralatan dan teknologi  tetap mampu mengatasi situasi darurat saat banjir datang. Dicontohkan olehnya, pembangunan system peringatan dini banjir di Kedung Gatot Desa Jirapan Kecamatan Masaran dibangun dengan sistem komunikasi dan peralatan sederhana, namun mampu memberikan manfaat luar biasa besar bagi kesiapsiagaan masyarakat menghadapi banjir khususnya pada awal Januari 2012.

           Dikatakan lebih lanjut, bahwa selain kebijakan dan program daerah, Sragen juga mengadopsi satu kebijakan nasional dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana yaitu Kampung Siaga Bencana (KSB) yang dicanangkan oleh Bapak Bupati Sragen di Desa Sribit Kecamatan Sidoharjo. Kebijakan ini langsung mendapat sambutan luar biasa dari negara peserta lain dan peneliti Jepang.

            Konsep kampung siaga bencana merupakan satu konsep penanggulangan  bencana dengan mengedepankan keberdayaan masyarakat desa dalam menghadapi situasi darurat. Beberapa buku dan kajian tentang konsep kampung siaga yang dibawa oleh Sragen mampu mendapat sambutan positif dari peserta seminar dan langsung dibawa sebagai bahan untuk belajar tentang konsep kampung siaga bencana yang diterapkan di Indonesia khususnya di Sragen.

           Merupakan kehormatan tersendiri bagi Kabupaten Sragen sebagai perwakilan Indonesia telah mampu memberikan sumbangsih pemikiran secara regional kawasan asia dalam rangka tukar pemikiran untuk melakukan kegiatan mitigasi bencana banjir.

           Disamping seminar, selama di Jepang Bupati Agus Fatchurrahman juga mengikuti kegiatan studi lapangan yang dipandu oleh JIID. Studi lapangan yang diikuti Bupati Sragen antara lain di Pusat Pengembangan Teknologi Pedesaan  (Technology Transfer Centre) di Kota Ibaraki dan NIRE ( National Institute for Rural Enginering). Di NiRE Bapak Bupati ditunjukan simulasi penanganan Tsunami. Selain itu kunjungan juga dilanjutkan di Kota Mito yaitu di Proyek Bendungan Gozenyama. Bendungan terbesar di Jepang ini difungsikan untuk suplai irigasi bagi pertanian di Jepang.  Sebagai follow up dari seminar internasional ini, JIID akan melaksanakan Seminar lanjutan di Indonesia pada tanggal 8 Maret 2012 di Indah Palace Hotel. Acara tersebut akan diikuti oleh stakeholder yang terlibat dalam penanganan bencana antara lain : Pemkab Sragen, Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Balai besar Wilayah Sungai Bengawan Solo , Masyarakat Pandak dan masyarakat sekitar lokasi rawan bencana. (humas)


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+