Tue, 29 July 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013
  • Oktober, 2013
  • September, 2013
  • Agustus, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     

    Halaman Berita


    Nasional


    [ 05/02/2013, 12:20 WIB ]
    PEMKAB SRAGEN SIAP GELAR PEMILIHAN KEPALA DESA TAHUN 2013


     

                 SRAGEN  – Untuk mengisi jabatan kepala desa yang kosong, pada tahun 2013 ini Pemerintah Kabupaten Sragen akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 171 desa. Pelaksanaan Pilkades tahun 2013 ini dibagi dalam empat tahap. Untuk  Tahap I yang akan dilaksanakan 13 Februari 2013 – 16 Maret 2013  di ikuti 39 desa dari rencana sebelum sebanyak 40 desa. Desa-desa yang melaksanakan Pilkades tahap I tersebut tersebar di 16 Kecamatan yakni : Kalijambe, Gemolong, Plupuh, Tanon, Miri, Sumberlawang, Kedawung, Sambirejo, Gondang, Sambungmacan, Gesi, Sukodono, Mondokan, Ngrampal, Karangmalang, Sidoharjo.  Pilkades tahap I tersebut menurut rencana akan diselenggarakan di 40 Desa, namun salah satu desa, yakni Desa Guworejo, kecamatan Karangmalang mengajukan penundaan penyelenggaraan, karena belum siap.

           Kepala Sub Bagian (Kusubbag) Pemerintahan Desa, bagian Pemerintahan dan pertanahan Setda Kabupaten  Sragen, Sumanto, S.Sos, ME menuturkan, saat ini panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten Sragen  tengah menyiapkan pelaksanaan  pilkades tahap I di 39 desan. Menurut Sumanto, pelaksanaan pilkades di kabupaten Sragen  tak bisa dilaksanakan secara serentak. Hal itu dikarenakan pelaksanaan Pilkades di Sragen telah menggunakan peralatan semi elektronik. Sementara peralatan semi elektronik  tersebut jumlahnya terbatas, sehingga tidak mungkin Pilkades dilaksanakan secara serentak.

           “ Kami hanya memiliki beberapa set peralatan semi elektronik untuk pemilihan kepala desa. Karena itu, dalam satu minggu  hanya dapat melaksanakan  pilkades selama dua hari yakni hari Rabu dan Sabtu. Setiap harinya Pilkades dilaksanakan di  empat desa sehingga ada delapan desa dalam satu pekan yang dapat melaksanakan pilkades . Tapi kalau lebih dari itu akan sulit karena terkendala jumlah alat,  kata Sumanto.


          
           Sumanto  menuturkan jadwal pelaksanaan pemilihan kepala desa tergantung dari usulan masing-masing desa. Selanjutnya, usulan masing-masing desa akan dikonsultasikan ke panitia kecamatan dan kabupaten. Pemilihan pilkades dimulai jam 08.00 pagi sampai jam 02.00 siang.

           Terkait dengan ditundanya pelaksanaan Pilkades di Guworejo, Kecamatan karangmalang Sumanto menuturkan panitia Pilkades tingkat kabupaten  telah menerima surat penundaan penyelenggaraan Pilkades Guworejo, Karangmalang. Sehingga hanya 39 desa yang akan menyelenggarakan pilkades tahap I.  Dari total 39 desa yang akan menyelenggarakan pilkades tahap I ini tercatat  15 desa telah mengajukan permohonan penyelenggaraan pilkades kepada Bupati. Sedangkan desa lain akan diimbau mengajukan permohonan penyelenggaraan pilkades pekan depan.

           Sumanto mengaku kosentrasi pihak desa saat ini adalah membuat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dari kepala desa kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan  Laporan Penyelengaraan Pemerintah Desa (LPPD) dari kepala desa  kepada bupati melalui camat. Menurut Sumanto, laporan harus dibuat sejak empat bulan sebelum kepala desa tersebut habis masa jabatannya.Laporan itu penting,karena menjadi salah satu syarat apabila kepala desa atau lurah hendak mencalonkan diri lagi. Laporan tersebut selanjutnya  diserahkan dan di periksa Inspektorat. Apabila bupati tidak menyetujui LPPD maka Kepala desa tersebut  tidak dapat mencalonkan diri lagi.


     Siapa yang berhak memilih ?
     
           Sesuai dengan pasal Peraturan Daerah kabupaten sragen Nomor 6 Tahun 2006, tentang Tata cara pemilihan, pencalonan, pengangkatan, pelantikan dan pemberhentian Kepala Desa di kabupaten Sragen, maka yang  dapat memberikan suara atau memilih pada pelaksanaan pemilihan Kepala Desa adalah Penduduk Desa yang telah terdaftar sebagai penduduk Desa yang bersangkutan secara sah sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan dengan tidak terputus-putus, sudah mencapai usia 17 (Tujuh Belas) tahun pada hari pemungutan suara, serta tidak dicabut hak pilihnya  berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap serta tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT).


    Daftar pemilih sementara disusun oleh Panitia tingkat Desa dan diumumkana di masing-masing Rukun tetangga (RT) atau tempat-tempat lain yang strategis selama 7 (tujuh) hari berturut-turut untuk mendapatkan tanggapan dari masyarakat. Bagi masyarakat yang belum terdaftar dalam daftar pemilih sementara selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak pengumuman Daftar Pemilih Sementara, harus sudah mendaftarkan diri kepada panitia tingkat Desa untuk dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tambahan.


    Siapa yang dapat mencalonkan ?
            
            Warga yang dapat mencalonkan sebagai Bakal Calon Kepala Desa di suatu desa  adalah penduduk desa warga Negara Republik indonesia yang memenuhi beberapa persyaratan  yaitu :Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Pemerintah.  Mempunyai pendidikan paling rendah tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan/atau sederajat, Berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun, bersedia dicalonkan menjadi Kepala Desa. Selain itu bakal calon harus merupakan Penduduk desa setempat, berkelakuan baik, tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana kejahatan dengan hukuman paling tingkat 5 (lima) tahun, tidak dicabut hak pilihnya sesuai dengan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap, belum pernah menjabat sebagai kepala desa selama 10 (sepuluh) tahun atau dua kali masa jabatan.

     Sementara bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan mencalonkan diri sebagai Kepala Desa selain harus memenuhi persyaratan  tersebut diatas juga harus mendapatkan ijin tertulis dari pimpinan instansi induknya.


           Bagaimana Cara menggunakan Hak Pilih ?

    Warga atau penduduk desa yang telah tercatat dalam daftar Pemilih tetap dapat menggunakan hak pilihnya dengan mendatangi tenmpat pemungutan suara pada hari H pelaksanana Pilkades. Adapaun mekanisme pemberian suara dalam pelaksanan Pilkades adalah sebagai berikut :
    1. Pemilih membawa surat undangan dan menunjukkan kepada petugas dipintu masuk sesuai dengan kebayanan/Dusun/Dukuh masing-masing untuk diteliti dan dicocokan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
    2. Setelah selesai dipintu pendaftaran selanjutnya pemilih masuk ke ruang tunggu yang diatur oleh petugas.
    3. Dalam ruang tunggu, pemilih antri secara beururutan menuju pintu penukaran kartu suara untuk menukarkan surat undangan dengan kartu suara kepada petugas. Selanjutnya pemilih menunggu di depan bilik untuk antri.setelah ada isyarat/petunjuk dari sistem peralatan elektronik /petugas pemilih masuk ke dalam bilik dan menggunakan hak pilihnya.
    4. Dalam bilik suara pemilih memberikan suaranya dengan cara memasukan kartu suara pada kontak suara sesuai pilihannnya paling lama 1 (satu) menit, apabila lebih dari 1 (satu) menit panitia berhak memeriksa apa yang terjadi di dalam bilik.
    5. Setelah pemilih memberikan suaranya, kemudian keluar melalui pintu kelur yang disediakan.


           Penggunaan Peralatan Semi Elektronik.

           Pelaksanaan pemilihan kepala desa di kabupaten Sragen tahun 2013 ini menggunakan peralatan semi elektronik kelebihan, dengan menggunakan peralatan semi elektronik tersebut ada beberapa  kelabihan dibanding dengan cara konvensional, yaitu :
    Lebih Cepat , karena tidak membutuhkan waktu lama dalam menggunakan hak pilih ( tidak perlu mencoblos ). Dengan peralatan semi elektronik tersebut, setiap  menitnya 4 orang pemilih per bilik dapat menggunakan hak suarannya. Sehingga kurang dari jam 15.30 WIB proses pemilihan dan penghitungan suara sudahselesai dilaksanakan. Dengan peralatan tersebut, selama ini belum pernah terjadi permasalahn dalam pelaksanaan Pilkades.
    Lebih Mudah, bagi pemilih dalam memberikan suaranya, karena tinggal memasukan kartu suara kekotak suara sesuai pilihannya masing-masing, jadi tidak perlu mencoblos atau mencoreng. Penggunaan alat ini juga meminimalisir terjadinya permasalahan  mengenai sah atau tidaknya kartu suara, yang sering terjadi dalam pemilihan suara dengan cara mencoblos.


           Adapun perangkat Alat Pemungutan Suara semi elektronik yang digunakan dalam Pilkades terdiri dari :
    1. Kartu suara : Kartu yang digunakan seseorang untuk menggunakan hak pilihnya,kartu tersebut mempunyai ciri-ciri khusus, antara lain ada  nomor seri, warna,dan kode-kode rahasia lainnya.
    2. Sensor kartu suara : Lampu ultra yang berfungsi mendeteksi keaslian kartu suara.
    3. Kontak penampungan kartu suara, yaitu kotak yang digunakan untuk menampung kartu suara. Pada sisi luar kotak ditempelkan nomor, gambar, foto atau simbol calon Kepala Desa.
    4. Sensor Pintu keluar, yaitu  Alat yang digunakan untuk mengetahui apakah seseorang telah keluar dari bilik atau belum. Alat tersebut akan berbunyi/lampu menyla apabila seseorang keluar dari bilik dan melewati sensor tersebut.
    .

    Jadwal pemilihan Kades tahap I di kabupaten Sragen  tahun 2013 adalah sbb :


    1.Rabu, 13 Februari 2013  

                                          a. Kaloran, kec. Gemolong
                                          b. Toyoga, kec. Sambungmacan
                                          c. Tegalrejo, kec. Gondang
                                          d. Jembangan, kec. Plupuh

    2. Sabtu, 16 Februari 2013            

                                          a. Jeruk, kec. Miri
                                          b. Banaran, kec. Sambungmacan
                                          c. Kacangan, kec. Sumberlawang

    3. Rabu, 20 Februari 2013      

                                   a. Jatibatur,kec. Gemolong
                                   b. Patihan, kec. Sidoharjo
                                   c. Jenggrik, kec. Kedawung
                                   d. Bukuran, kec. Kalijambe

    4. Sabtu, 23 Februari 2013 

                                a. Kalangan, kec. Gemolong
                                b. Slendro, kec.Gesi
                                c. Srimulyo, kec. Gondang
                                d. Padas, kec. Tanon

    5. Rabu, 27 Februari 2013  

                               a. Karangjati, kec. Kalijambe
                               b. Klandungan, kec. Ngrampal
                               c. Blimbing, kec. Sambirejo
                               d. Pungsari, kec. Plupuh

    6. Sabtu, 02 Maret 2013  

                             a. Nganti, kec. Gemolong
                             b. Bandung kec. Ngrampal
                             c. Glonggong, kec. Gondang
                             d. Kecik, kec. Tanon

    7. Rabu, 06 Maret 2013    

                              a. Wonorejo, kec. Kalijambe
                              b. Baleharjo, kec. Sukodono
                              c. Mojodoyong, kec. Kedawung
                              d. Pengkol, kec. Tanon

    8. Sabtu, 09 Maret 2013   

                               a. Soko, kec. Miri
                               b. Kebonromo, kec. Ngrampal
                               c. Wonotolo, kec. Gondang
                               d. Kedawung, kec.  Mondokan

    9. Rabu, 13 Maret 2013     

                               a. Genengduwur, kec. Gemolong
                               b. Srawung, kec. Gesi
                               c. Celep, kec. Kedawung
                               d. Ngargosari, kec. Sumberlawang

    10. Sabtu, 16 Maret 2013  

                               a. Tegalombo, kec. Kalijambe
                               b. Pilangsari, kec. Gesi
                               c. Mojorejo, kec. Karangmalang
                               d.Manyarejo, kec. Plupuh 


     



     


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+