Sun, 19 May 2013
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Mei, 2013
  • April, 2013
  • Maret, 2013
  • Februari, 2013
  • Januari, 2013
  • Desember, 2012
  • November, 2012
  • Oktober, 2012
  • September, 2012
  • Agustus, 2012
  • Juli, 2012
  • Juni, 2012

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Sragen


    [ 09/04/2013, 13:36 WIB ]
    KESEGARAN ALAMI DE COCO SAMBIREJO

           SAMBIREJO – Usaha rumahan yang berdiri sejak tahun
    2003 ini merupakan usaha berbasis pemanfaatan alam, De Coco minuman segar dan
    kaya akan gizi terbuat dari bahan kelapa dan kandungan kandungan bahan alami,
    minuman ini tidak menggunakan zat pengawet apalagi zat kimia jadi sangat aman
    dikonsumsi anak kecil sekalipun.

         
    Pak Gunadi yang menekuni usaha ini menerangkan bahwa pemasaran dari hasil
    produknya masih sangat terbuka luas, hanya saja masalah permodalan masih
    menjadi kendala adalah, karena mekanisme pemasara dengan menitipkan hasil
    produksi di warung-warung dan baru 10 hari bisa mengambil hasil pembayaranya.
    Dari segi bahan baku pun sangat melimpah, kecuali satu bahan dasar yang
    mempengaruhi produksi yaitu harga gula putih yang tidak setabil.

         


           Dengan berbekal pengalaman bekerja di perusahaan besar, pak Gunadi mampu
    menghasilkan keuntungan yang besar dari modal pribadi yang bisa dibilang sangat
    terbatas, namun berbekal keuletan dan ketelatenan usaha yang mempekerjakan 5
    orang karyawan ini mampu bertahan dan eksis hingga sekarang.

          
    Pesaing utama De Coco adalah produk hasil dari pabrikan, selain mampu menyetok
    lebih banyak dan besar juga bisa bertahan hingga lama karena faktor zat – zat
    pengawet lainya, Namun demikian De Coco yang 100% menggunakan bahan alami dan
    tanpa zat pengawet masih menjadi pilihan para konsumen yang mementingkan
    kesehatan walau harga lebih mahal. 

       

           Tunggu apa lagi? Bagi anda yang peduli dengan keamanan dan kesehatan, produk
    minuman segar De Coco ini bisa dijadikan pilihan. Dengan demikian anda sudah
    menjaga kesehatan anda dan berperan membangun industri kecil dan
    mensejahterakan masyarakat kecil sehingga dengan sendirinya konsumen aman dan
    pengusaha mendapatkan keuntungan untuk mengembangkan usaha kerakyatanya. (pj/yL).

    [ pde ]


    [ 23/03/2013, 10:45 WIB ]
    TENUN SARUNG GOYOR KALIJAMBE

           KALIJAMBE - Nama sarung Goyor Sambirembe
    tidak akrab di telinga banyak orang Indonesia. Padahal, sarung tenun produksi
    Dukuh Wonosari, Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa
    Tengah ini sudah membuat banyak konsumen mancanegara jatuh hati.

           Goyor Sambirembe memang
    kalah populer dibandingkan produk batik Laweyan, Solo. Diproduksi masyarakat
    kelas bawah, lokasi pembuatan sarung ini hanya gubuk setengah terbuka dengan
    atap genteng tua yang tampak hitam berlumut dimakan usia, terletak di bantaran
    kali dekat rel kereta api. Kalau musim hujan kami nggak bisa kerja. Bocor!
    ujar Sri Waluyani (62), seorang perajin tenun yang bekerja di situ.



           Namun, gubuk tua itu telah
    menggemakan nama Indonesia hingga ke Somalia, Afrika. Hasil kerja Sri Waluyani
    dan sejumlah perajin di Desa Dukuh sangat digandrungi warga Somalia. Mungkin
    karena ketebalan hasil tenunan.

           Ketertarikan orang
    Somalia pada sarung Goyor terutama karena kemiripannya dengan jenis pakaian
    yang biasa dipakai warga negara tersebut. Tebal, hasil tenunan yang rapat dan corak warna khas sana. Juga
    karena hangat kalau musim dingin dan sejuk kalau musim panas.

           Kopinka Agawe Makmur selama
    ini memayungi sarung Goyor Kalijambe dan berhasil mempromosikan sarung merek arber ke Somalia. Dari total ekspor sekitar Rp 160 miliar per tahun, lebih
    dari separuh ditujukan ke Somalia. Pangsa pasar sarung Goyor di Somalia pun
    kalangan menengah ke atas. Tak heran jika Duta Besar Somalia di Indonesia, Muhamud
    Olow Borow, harus melihat sendiri gubuk tua di jalan kecil tersebut pada 2011
    lalu.



           Hanya sebagian kecil sarung
    Goyor diekspor ke Turki dan beberapa negara lain di Afrika. Itu pun menyebar
    setelah masuk melalui Somalia terlebih dahulu. Kalau untuk dalam negeri memang
    tidak cocok dengan sarung Goyor. Mungkin karena beda iklim dengan Somalia.

          Harga yang berkisar Rp
    150.000–Rp 300.000 dianggap tidak pas untuk penduduk Indonesia. Tetapi, harga benang dan ongkos produksi tak sebanding jika harus menurunkan harga.
    Apalagi untuk menenun butuh waktu paling cepat dua hari untuk satu ukuran
    tenunan 140 x 400cm jika musim kering, atau empat hari jika musim hujan dengan
    kondisi bolam lampu terus menyala.

           Menenun sarung Goyor dimulai
    dengan menggambar pola benang, menyusun pengikatan/talen dengan tali rafia,
    memastikan pewarnaan, lalu pemintalan benang. Semua proses tentunan dilakukan
    secara manual, tanpa mesin.



           Bahkan untuk menyeimbangkan  pedal, sejumlah batu diikat dengan tali yang
    berasal dari kain-kain bekas. Sebelum anak panah dilempar dari kiri ke kanan
    atau sebaliknya, kekompakan kaki dalam mengayun pedal yang ditimbang dengan
    batu atau potongan kayu akan sangat menentukan kerapatan benang.



           Tuti menuturkan, dulu waktu
    ia masih kecil, banyak perajin tenun di desanya yang umumnya kaum perempuan.
    Namun, seiring makin banyaknya produk sarung yang bisa dihasilkan secara massal
    oleh perusahaan-perusahaan, minat warga untuk menenun terus berkurang. Beruntung,
    sarung Goyor bisa terbang ke Somalia dan negara-negara di Timur Tengah.



          Sarung Goyor, kenang Tuti,
    pernah mengalami masa jaya zaman Presiden Soekarno. Saat ini, Tuti dan rekan
    sebayanya mendirikan kelompok tenun yang oleh Muhammad Hatta dikatakan koperasi.
    Kelompok tenun itu tak hanya terdapat di Desa Dukuh, tetapi juga desa-desa
    lain. Tak hanya di Kabupaten Solo, tetapi Solo Raya umumnya.



           Hal itu juga terjadi pada
    kelompok kerajinan batik dan kerajinan rotan. Sayangnya, itu tidak dibina dan
    dipelihara, hingga kemudian Koperasi Agawe Makmur mulai menatanya lagi dalam
    beberapa tahun terakhir.

           Menteri Koperasi dan UKM
    Syarif Hasan saat berkunjung ke lokasi tersebut tampak kagum. Potensinya luar
    biasa. Ini harus ditingkatkan dan perlu bantuan permodalan, kata Syarif.
    Kemampuan produksi 250 kodi di musim hujan atau 500 kodi di musim kemarau tidak
    bisa dianggap usaha kecil jika peralatannya dimodernisasi dan modalnya
    diperbesar.



           Syarif menjanjikan bantuan,
    tidak saja permodalan, tetapi juga jaringan pemasaran di luar Somalia. Kami
    akan memberikan pendampingan usaha dan jaminan pemasaran, baik dalam maupun
    luar negeri. Apalagi ini sudah jelas pasarnya, tinggal buka pasar yang baru,
    Syarif berjanji. Hanya saja, ia mengingatkan agar kualitas tetap terjaga dan
    tak lupa diberi merek agar menjadi hak paten Indonesia. (pj/yl).

     


    [ PDE ]


    [ 23/03/2013, 09:55 WIB ]
    KB & TK ISLAM UNGGULAN BAZSRA : Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual

           NGRAMPAL - “… Tuhanku (prok-prok-prok) Alloh, Nabiku
    (prok-prok- prok) Muhammad …”. Gembira dan bersemangat terlihat di raut anak-anak TK
    ini. Bersekolah di Taman Kanak-kanak yang bernuansakan agama memang terasa
    beda.

                 Kelompok Bermain & Taman Kanak-Kanak
    Islam Unggulan Badan Amil Zakat Sragen ( TKIU BAZSRA) merupakan sekolah dari
    Yayasan BAZ Sragen.  Berdiri tahun 2002,
    sekolah yang dipimpin oleh Ibu Sri Wahyuningsih, S. Ag  ini sangat konsen dalam membentuk budi pekerti
    anak-anak sejak dini.  Dengan visi misi
    sekolah yaitu menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi kualitas keilmuan
    dan menanamkan nilai-nilai Islam dan akhlakul karimah, serta menyiapkan dan
    mengembangkan SDM yang berkualitas di Bidang Iptek.



    Moral lebih dahulu daripada Iptek



           Jargon mereka yaitu “Anggun dalam
    Moral, Unggul dalam Intelektual” diangkat karena sekolah ini memang
    mengutamakan pendidikan moral dan budi pekerti. “Apabila moral sudah baik dan
    budi pekertinya sudah bagus akan mudah mendidik anak-anak tersebut untuk
    pengetahuan umum dan teknologi” ujar Ibu Ningsih.

          Selama meluluskan murid-muridnya,
    kebanyakan diterima di SD favorit, seperti Azzahro, SDN 4, SD Birulwalidain,
    SDN 1, dan beberapa SD lainnya. Pihak sekolah penerima pun mengungkapkan bahwa
    lulusan TKIU Bazsra lebih banyak yang penurut dan mudah diatur.

     



    Sosok Keayahan

           KB & TK Bazsra terdiri dari 5
    kelas,  saat ini terdapat 108 murid
    dengan 12 orang guru / ustadzah tetap.  Menurut Ibu Ningsih, mereka setiap minggu
    mendatangkan guru dari luar yang dipilih adalah guru laki-laki. “Kami ingin
    agar anak-anak juga terbiasa memanggil 
    Pak Guru karena ditampilkan sosok Keayahan bagi anak didik terutama anak
    laki-laki agar mereka bisa lebih akrab” ungkapnya.

           Kebanyakan siswa laki-laki lebih
    tertutup karena selama ini sosok pendidik yang mau diajak mengobrol adalah
    perempuan, sehingga untuk pelajaran ekstra melukis, mewarnai, menyanyi,
    bercerita, dipilihkan guru laki-laki agar bisa mengimbangi peran guru
    perempuan.



    Gali Potensi Anak



          Sebagai sekolah yang berkiblat
    pada pendidikan islam, maka program dan kegiatan sekolah sangat diperhatikan,
    seperti program unggulan Tahfizd al Quran, surat-surat pendek, hadist, latihan
    kemandirian anak, gali potensi anak dengan mengadakan praktek komputer,
    memasak, menari, dan menggambar.



          Selain itu juga ada beberapa
    program pengembangan seperti jumpa Profesi yang mendatangkan beberapa tokoh
    yaitu penjual, pengajar, dokter, atau pegawai untuk dikenalkan kepada anak.



          Sekolah
    ini dilengkapi dengan fasilitas ruang kelas yang representative serta permainan
    edukatif yang memadai, taman bermain yang luas dan nyaman, gazebo, Masjid,
    serta tenaga pendidik yang berkompeten. Waktu belajar adalah jam 07.30 sampai
    jam 13.30 dari Senin hingga Jumat.(fa)[ PDE ]


    [ 08/03/2013, 10:01 WIB ]
    SDIT AzZahra Guworejo Karangmalang : MUTIARA TERSEMBUNYI PENCETAK GENERASI BERKARAKTER

          
    KARANGMALANG – Pagi telah beranjak ke siang, matahari
    pun
    sudah sepenggalah saat kami mampir ke sekolah ini. Suasana tenang dan
    sepi. Kemana
    ya para penghuni sekolah ini? Tak lama kemudian terdengar suara anak
    kecil
    memimpin sholat, merdu dan perlahan, sejuk terasa di hati, cleeessss... ternyata para
    siswa-siswi di
    sekolah ini sedang menunaikan sholat dhuha berjamaah.

     



          
    Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Az-Zahra, Guworejo,
    Karangmalang, sebuah sekolah yang masih satu yayasan dengan SDIT
    Az-Zahra
    Sragen, adalah sekolah yang memiliki potensi yang besar. Baru 2 tahun
    berdiri
    yaitu tahun 2010 namun sudah memiliki program belajar yang sangat bagus
    dan
    menarik.

     



          
    Menurut kepala sekolah, Bp. Suroto sekolah ini dapat
    berkembang seperti ini karena memiliki guru-guru yang sangat
    bersemangat. “Kami
    memiliki Visi Misi Sekolah yaitu Mencetak Generasi Qurani yang berbudi
    pekerti luhur
    dan berakhlak mulia. Kami bersyukur bahwa para masyarakat sekitar dan
    orang tua
    murid memiliki animo yang baik dengan sekolah ini, karena orangtua yang
    menitipkan putra-putrinya bersekolah di sini biasanya berharap selain
    mereka menjadi
    anak yang pintar, juga menjadi anak yang sholeh dan berakhlak mulia”.

     



          
    Menurutnya, lembaga pendidikan harus berkarakter, saat ini
    jarang sekolah yang mengajarkan praktek langsung dari
    pelajaran-pelajaran yang
    diberikan, terutama pelajaran agama dan akhlak atau budi pekerti. “Kami
    biasa mengajarkan
    bagaimana praktek wudhu yang benar, praktek sholat dan mengaji yang
    benar, kami
    juga memberikan buku tugas pelaksanaan sholat di rumah yang berisi
    tentang
    tertib pelaksanaan sholat dirumah lengkap beserta jam pelaksanaan sholat
    dan
    paraf orangtua”

     


           
    Lunturnya kebiasaan anak membantu pekerjaan ringan orangtua
    juga menggerakkan hati para bapak ibu guru untuk turut mengajari praktek
    pekerjaan
    rumah yang ringan seperti membantu menyapu lantai, mencuci piringnya
    sendiri,
    mencuci bajunya sendiri, menyiram bunga, dan pekerjaan rumah yang ringan
    lainnya. Hal ini mereka terapkan, agar anak-anak mau membantu orangtua
    dirumah dengan
    ikhlas dan dengan cara yang senang serta hati yang gembira.


          

    Ibu guru Fajarina yang juga mengurusi kurikulum, menambahkan
    bahwa jam sekolah yang dimulai dari jam 07.00 – 13.45 terdiri dari
    pembelajaran
    di kelas, praktek ibadah, jamaah sholat dhuha, jamaah sholat dzuhur,
    makan
    siang, dan outing class yaitu belajar di luar kelas yang menyenangkan.

     


           
    Kabar gembiranya mulai tahun ajaran depan, sekolah yang saat
    ini masih menempati gedung lama, akan segera pindah menempati gedung
    baru yang
    berjarak sekitar 200 m. Tentu saja dengan fasilitas yang lebih baru dan
    lebih
    lengkap sehingga memudahkan untuk melaksanakan kegiatan ekstra Pramuka,
    komputer,
    life skill, dan ekstra lainnya, serta ruang perpustakaan yang lengkap
    dan
    nyaman.

     



           
    Untuk tahun ajaran 2013/2014, SDIT Az Zahra Guworejo
    Karangmalang akan membuka pendaftaran siswa baru pada bulan April
    mendatang,
    sesuai dengan motto sekolah, dipastikan sekolah ini akan mampu Mencetak
    generasi muda qurani yang cerdas, terampil, islami, berkarakter, dan
    berakhlak
    mulia.

     

    (fa_pde)

    [ PDE ]


    [ 25/07/2011, 13:48 WIB ]
    SMKN 1 PLUPUH JUARA 2 LOMBA PEMILIHAN PUTRI KEBAYA 2011

           SRAGEN – Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 23 Juli 2011 Pemerintah Kabupaten Sragen menyelenggarakan Lomba Putri Kebaya pada hari Jum’at 22 Juli 2011 di Pendopo Rumah Dinas BUPATI Kabupaten Sragen. Lomba tersebut terbagi menjadi 3 kategori kelompok yaitu Kategori A Usia 5 s.d 8 th (34 peserta), Kategori B Usia 10 s.d 13 th (44 peserta) dan Kategori C Usia 14 s.d 18 th (26 peserta).


          Kegiatan Lomba dibuka oleh Ibu Agus Fatchurrahman (selaku istri Bupati Sragen) dan dihadiri Tamu Undangan Muspida serta Tamu undangan umum. SMK Negeri 1 Plupuh Sragen dengan Nomer Peserta 14 (a.n.Mutiara Faela Sofa – Kelas XII Tata Busana) berhasil meraih Juara 2 dalam Kategori C Usia 14 s.d 18 th setelah kalah poin dengan Juara 1 dari SMA Negeri 1 Sragen.


          Kepala Sekolah (Drs.Firdaus S.U, M.Pd) menyampaikan : “Dengan hasil Juara 2 Lomba Putri Kebaya Tk. Kabupaten Sragen, syukur alhamdulillah SMKN 1 Plupuh menambah lagi koleksi piala kejuaraan pada tahun 2011 ini. Anak didik kami (a.n.Mutiara Faela Sofa) adalah Siswi Kelas XII Jurusan Tata Busana, yang telah dibimbing untuk persiapan lomba tersebut oleh Ibu Tyas, S.Sn (Guru Seni SMKN 1 Plupuh, yang juga pernah mengikuti lomba dan pagelaran seni tari Tingkat Internasional di Shanghai China & Singapore pada th.2010 lalu)”. (Naskah Kiriman dari SMKN 1 Plupuh)



    [ SMK N 1 Plupuh ]


    [ 18/01/2011, 09:47 WIB ]
    EXCURSION GRADE 4 DAN GRADE 5 SD NEGERI SBI GEMOLONG KE KAMPUNG BATIK LAWEYAN SOLO & CANDI BOKO YOGYAKARTA

              Gemolong - Sejarah dan kebudayaan Indonesia yang
    sangat beragam harus dijaga dan dilestarikan. Dari sekian banyak kebudayaan
    yang ada di Indonesia, kain batik dan candi-candi peninggalan kerajaan Hindu
    Budha yang tersebar di Pulau Jawa adalah salah satunya.  Demi menjaga kelestarianya, anak-anak sebagai
    generasi penerus harus dikenalkan kepada 
    hal tersebut.  Untuk itulah pada
    12-13 Januari 2011, SD Negeri SBI Gemolong mengadakan kegiatan excursion atau
    pembelajaran secara langsung di Kampung Batik Laweyan Solo yang diikuti siswa
    grade 4 dan ke Candi Boko di Yogyakarta yang diikuti siswa grade 5.



             
              Kegiatan Excursion
    ke Candi Boko Berkaitan dengan tema pelajaran Social Studies yaitu peninggalan
    kerajaan Hindu dan Budha. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa
    kepada budaya Indonesia dan mengajak para siswa untuk tidak melupakan
    peninggalan sejarah. Di komplek candi yang terletak di diatas bukit yang
    merupakan kelanjutan pegunungan seribu ini para siswa belajar mengenai sejarah
    berdirinya Candi Boko, mempelajari perbedaan bangunan candi Hindu dan Budha,
    mempelajari masing-masing bagian dan fungsi bagian yang ada di candi boko
    seperti keputren (kediaman para putri raja), sitinggil (tempat kediaman raja),
    dan tempat pembakaran mayat.



             
              Sehari setelah kunjungan siswa grade 5 ke Candi Boko di
    Yogyakarta, pada Kamis 13 Januari 2011 siswa grade 4 mengadakan kegiatan
    excursion ke Kampung Batik Laweyan Solo. Kegiatan excusion ini berkaitan dengan
    teknologi industri dan pemasarannya serta koperasi dalam
    pelajaran Social Studies. Selain itu juga dalam pelajaran Art, anak-anak akan
    belajar cara membatik. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada
    anak-anak tentang bagaimana cara membatik, cara produksi dan pemasarannya.
    Disini selain melihat proses pembuatan batik dari mulai awal sampai akhir
    secara langsung, para siswa juga berinteraksi langsung dengan para pembuat
    batik mengenai jenis-jenis batik dan proses pembuatanya. Di akhir kunjungannya
    siswa-siswa diajak ke salah satu toko dan galeri batik yang ada di Kampung
    Batik Laweyan untuk melihat hasil batik yang proses pembuatanya telah mereka
    lihat dan pelajari sebelumnya. (SBI GML)

    [ SBI GMl-PDE ]


    [ 23/11/2010, 09:59 WIB ]
    KERIPIK TEMPE JAJANAN KHAS SRAGEN

           

    SAMBUNGMACAN
    – Bagi anda yang kebetulan pergi ke Kecamatan Sambungmacan atau sekedar lewat,
    belum lengkap rasanya bila tidak singgah ke Desa Dawe,  Kampung Pembuat  keripik tempe jajanan khas Kabupaten Sragen. Letak
    lokasi yang sangat strategis di samping jalan raya Sragen Ngawi, bisa dengan
    mudah ditemukan untuk secara langsung membeli ke produser dan melihat
    pembuatanya secara nyata.

     



           Salah satu
    pengusaha rumahan panganan khas Sragen ini adalah ibu Ramin,  mengatakan bahwa omset hasil olahanya sangat
    lumayan untuk menambah pendapatan keluarga. Sebagian besar pengusaha rumahan di
    Desa Dawe adalah binaan koprasi dan mendapatkan bantuan modal dan pemasaranya.

     



           Sejak tahun
    70-an  kampung ini sudah terkenal dengan
    usaha rumahan pembuat keripik tempe
    yang sngat lezat dan renyah. Cara pembuatan yang langsung dikerjakan sendiri
    membuat jaminan mutu terjaga, pemilihan kedelai super yang khusus dipakai untuk
    membuat keripik tempe
    menjadikan hasil yang snagat renyah dan lezat.

     



           Harga yang
    sangat terjangkau dan kualitas sehat yang bermutu kiranya bisa dijadikan
    pilihan utama jika anda sedang singgah di kabupaten Sragen atau yang sekedar
    lewat Kecamatan Sambungmacan, untuk membeli buah tangan khas Sragen ini. (pj).

     


    [ PDE ]


    [ 22/11/2010, 10:57 WIB ]
    MENEGUK UNTUNG DARI SEGARNYA ES DAWET KENDIL

           NGRAMPAL - Srupuuutttt….mmm segar….Panasnya siang ini terhapus sudah saat menikmati Es Dawet Kendil Paldaplang. Es Dawet adalah minuman tradisional berbahan utama tepung yang berbentuk seperti ulat dan diberi kuah santan plus gula. Banyak kita temui di berbagai pelosok Indonesia dengan bermacam-macam jenisnya, termasuk di Paldaplang, Ngrampal, Sragen yang punya nama tenar Warung Es Polar Paldaplang.

           Sang pemilik, Ibu Endang Widianingsih mengaku telah memulai usaha sejak tahun 2006. Saat ditemui, bu Endang sambil sibuk melayani pelanggan bercerita tentang awal berjualan. “Dulu masih pake tenda, dan semuanya dikerjakan sendiri ”. Menurutnya dengan modal awal 1,5 juta, ibu 4 anak ini, berusaha keras agar dapat membuat dawet yang istimewa dan disukai banyak orang. Kini omsetnya mencapai 6 juta perbulan, dia mempekerjakan 4 orang karyawan, dan pelanggannya pun mulai dari masyarakat Sragen, hingga luar kota yaitu Purwodadi, Solo, samapai Jakarta.

           Proses pembuatan dawet kendil memang sangat unik dan lama.  Berbahan utama tepung aren dan diolah khusus akan  menjadi cendol,  ditambah santan serta juruh yang terbuat dari gula jawa, menjadikan dawet menjadi minuman favorit segala usia. Di warung dawet ini, juga tersedia Lotek dan Nasi uduk, masing-masing bisa dinikmati dengan harga Rp 3.000 untuk Lotek dan Rp 5.000 untuk nasi uduk, sedang es dawet kendil  harganya Cuma Rp 2.000 saja. Bu Endang juga menerima pesanan untuk acara arisan, ataupun resepsi besar.

           Jadi, kalau siang hari yang panas ingin menikmati yang segar, datang saja ke Es Dawet Kendil Paldaplang yang beralamat di Benersari, RT 27/01 Bener, Ngrampal. Atau dapat memesan ke Ibu Endang Widianingsih 0217-7973848, Hemat-Sehat-Mantap-Halalan Toyiban.(ning_sri_pde)[ PDE ]


    [ 15/11/2010, 11:29 WIB ]
    PONDOK PADI SAJIAN MASAKAN ORGANIK, SEHAT, DAN TRADISIONAL

           SIDOHARJO - Penikmat makanan organik di Sragen pastinya sudah tidak asing lagi dengan rumah makan pondok padi, Walau belum lama keberadaanya namun rumah Makan penyaji khusus masakan organik ini sudah sangat di kenal banyak orang, tak terkecuali orang dari luar kabupaten Sragen yang hanya sekedar lewat.


           Tempat usaha yang memang sangat strategis yaitu di pinggir jalan Solo – Sragen yang memang merupakan jalur ramai lintas propinsi. Dari tempat dan tata letak Pondok padi yang memang sanagat cocok sebagai tempat singgah atau peristirahatan sementara.


           Pak Suyanto merupakan pemilik pondok padi tersebut, usaha rumah makan ini memang mengutamakan pada masakan organik dengan menu – menu yang tradisional, seperti : Nasi merah, ayam sangit, wader goreng dan berbagai jenis masakan sayur m- sayuran yang sangat tradisional.


           Bagi anda penikmat dan pencinta kuliner silahkan mengunjungi dan menikmati sajian sehat, bermutu dan berkualitas organik di pondok padi.(pj).

    [ pde ]


    [ 11/11/2010, 13:19 WIB ]
    WARUNG TENGKLENG WARU KEMBAR PLUPUH

           PLUPUH - Bagi anda pecinta dan penikmat kuliner, jangan anda lewatkan bila kebetulan datang atau sekedar lewat di Kecamatan Plupuh, karena di jalan Plupuh Mojosongo KM 1 terdapat warung makan Tengkleng yang khusus menyajikan masakan dari daging hingga tulang kambing muda.


           Bahan utama makanan ini adalah tulang belulang kambing yang masih terdapat sisa-sisa daging. Sekilas makanan ini hampir sama dengan gulai kambing. Namun, tengkleng memiliki perbedaan mendasar dengan gulai karena tidak dimasak dengan santan. Untuk itu, tengkleng banyak diminati karena memiliki kadar kolesterol lebih rendah dibanding sate dan gulai kambing.


           Sekilas, makanan ini memang hanya terdiri dari tulang belulang kambing. Namun, jika sudah merasakannya, dijamin ketagihan. Sebab, ada kenikmatan tersendiri saat harus mencari daging kambing yang masih tersisa di tulang-tulang tersebut. Di situlah letak kenikmatan dari tengkleng. 


           Warung ini hanya biasa saja dan jauh dari kesan mewah. Tempatnya kecil dan hanya menyediakan dua bangku dan kursi kayu panjang. Meski hanya warung kecil, jangan ditanya soal penggemarnya. Saat ini, banyak pelanggan yang datang dari luar Kec. Plupuh.


           Warung ini buka sejak pagi hari hingga sore seperti kebanyakan warung lain. Biasanya, begitu dibuka pembeli langsung antre. Bahkan, sering kali terjadi pembeli sudah antre meski warung belum buka. Akibatnya, pembeli yang datang belakangan sering harus kecele karena sudah habis.


           Untuk menikmati tengkleng, memang ada seni tersendiri. Pasalnya, penikmat masakan ini harus memilih bagian tulang yang masih ada dagingnya. Dan untuk bisa mendapatkan sumsum yang sangat nikmat, mereka harus mengisapnya langsung dari tulang hingga keluarlah sumsum tulang yang rasanya sangat lezat.


           ”Mulai membuka usaha warung Tengkleng sejak tahun 1990 an hingga sekarang,” jelas Pak Darto. Selama ini biasanya dalam satu hari dirinya menghabiskan sebanyak enam ekor kambing. Untuk masak tulang kambing tersebut, dibutuhkan waktu sekitar dua jam. Hanya saja, dirinya harus membersihkan daging dan memilih serta memisahkan daging kambing dengan tulangnya. Dia memaparkan, tulang yang masih ada tersisa dagingnya dipisahkan dari daging dan juga jeroan, seperti babat, usus dan juga lidah kambing. Hal itu harus dilakukan karena tidak semua pembeli menyukai semua bagian kambing.


           Saat ini, satu porsi tengkleng beserta nasi seharga Rp12.000. Meski begitu, biasanya warga yang datang membeli Tengkleng tidak terikat dengan porsi.  ”Ada yang beli Rp10.000 atau Rp 30.000 untuk dibawa pulang,” ujarnya.


           Disinggung tentang rasa yang spesial, menurut Pak Darto, tidak ada resep khusus untuk Tengkleng buatannya. Bahkan, dia menuturkan resep maupun bahan tengkleng yang dia buat sama dengan masakan tengkleng warung lainnya.


           Kalau soal terkenal, lanjutnya, mungkin karena saya yang pertama berjualan di sekitar sini. Kalau bicara rasa, menurutnya semua itu penilaian dari masyarakat. Yang jelas, tengkleng buatannya sama dengan yang lain. Terdiri dari cacahan kepala kambing, jeroan, dan kaki kambing yang dimasak selama dua jam.


           Bagi anda yang sedang tidak dalam program diet silahkan mampir dan menikmati kelezatan masakan tengkleng di warung Waru Kembar milik Pak Darto ini. (pj)

    [ pde ]


    [ 01/01/1970, 07:00 WIB ]
    SDN SBI Kroyo Peduli Merapi

           SRAGEN - SDN SBI Kroyo Karangmalang Sragen mengirimkan bantuan untuk korban Gunung Merapi yang ada di Yogyakarta, Jawa Tengah, Senin (1/11/2010).        Bentuk bantuan yang di berikan oleh SBI Kroyo ini berasal dari SDN SBI Kroyo, TK Pembina SBI Kroyo dan Al-jabr Jakarta. Hafid Al-rosyid sebagai koordinator pelaksana menjelaskan, bantuan yang pagi ini dikirim melalui Solo Peduli Griya Solopos itu berupa mie instan, minuman, makanan bayi, susu, makanan ringan, pampers, selimut, pembalut, peralatan mandi, serta pakaian bekas untuk anak-anak & dewasa.


           Seluruh bantuan tersebut kita kirim ke kantor berita Solo Peduli Griya Solopos. Oleh Solo Peduli Griya Solopos, Insya Allah tanggal 1 November 2010 dikirim ke lokasi bencana secara bertahap, tambahnya.


           Tiga paket bantuan itu, kata Hafid, berasal dari sumbangan perwakilan dari guru & siswa siswi TK - SDN SBI Kroyo Sragen dan Al-jabr Jakarta. Teknisnya, Pihak sekolah mengirimkan surat pemberitahuan kepada wali murid untuk penggalangan dana. “Alhamdulillah respon Siswa-siswi TK - SDN SBI KROYO cukup bagus\\

    [ SBI Kroyo-PDE ]


    [ 01/01/1970, 07:00 WIB ]
    RICE MILLING KELILING LIAR YANG BEROPERASI DISRAGEN AKAN DITERTIBKAN

           Sragen – Rice Mill keliling dilihat dari segi phisik adalah merupakan kendaraan
    bermotor jenis khusus keberadaannya dijalan umum harus mempunyai nomor
    kendaraan yang tercatat dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan memenuhi
    persyaratan tehnis dan laik jalan  dibuktikan
    dengan buku dan tanda uji yang dibawa setiap kendaraan dimaksud beroperasi
    dijalan”. Demikian pendapat Purwadi, SH.MH, Kabid Kominfo, yang pernah menjabat
    Kabid Teknik Sarpras Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen, dalam rapat forum lalu lintas
    angkutan jalan waktu membahas Rice Mill keliling yang akhir-akhir ini banyak
    beroperasi secara liar di wilayah Kabupaten Sragen.



           Rapat Forum Lalu
    Lintas Angkutan Jalan Kabupaten Sragen dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober
    2010  dipimpin oleh Tasripin, SH., MM.
    Kepala Dishubkominfo Kab.Sragen, diikuti anggota forum terdiri dari Polres
    Sragen, Bappeda, Badan Kesbang Polinmas, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pelayanan
    Terpadu, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Instansi terkait lainnya.



           Ada dua agenda
    penting yang dibahas dalam rapat saat itu yaitu rencana penertiban Rice Mill keliling
    liar yang beroperasi diwilayah Kabupaten Sragen oleh tim terpadu karena melakukan
    beberapa pelanggaran lalu lintas angkutan jalan yaitu tidak mempunyai nomor
    kendaraan yang tercatat dalam surat tanda nomor kendaraan (STNK), tidak bisa
    menunjukkan  buku dan tanda uji  kendaraan, Pelanggaran Perda Kabupaten Sragen
    yaitu melakukan kegiatan usaha penggilingan padi tidak dilengkapi dengan izin
    gangguan (HO) dan  ijin usaha
    penggilingan padi.



           Selanjutnya
    dibahas tentang rencana pembangunan jalur sepeda sebagai konsekuensi Sragen
    sebagai kota
    percontohan nasional bidang lalulintas angkutan jalan dan diperolehnya Piala
    Wahana Tata Nugraha (WTN), dalam rangka mewujudkan kegiatan tersebut,
    direncanakan  uji coba pemakaian jalan
    ahmad yani untuk jalur sepeda sebelum selanjutnya akan adakan evaluasi sesuai
    kajian teknis serta pembahasan saran dan masukan dari masyarakat.

           Dalam rapat
    tersebut ada beberapa informasi yang disampaikan antara lain informasi tentang
    dibukanya jalan HOS Cokroaminoto (sebelah timur terminal lama) menjadi dua
    jalur; Diperbolehkannya kendaraan angkutan umum dari arah timur melewati jalan raya
    Sukowati sampai perbaikan jembatan mageru 
    selesai dilaksanakan; Saran dan masuk agar segera diperbaiki  kerusakan jalan akibat galian kabel dan galian
    pipa PDAM untuk menghindari kecelakaan dan kemacetan lalulintas.   

                                                     .                                                          ( Kominfo Sragen )

    [ Kominfo Kab. Sragen ]


    [ 01/01/1970, 07:00 WIB ]
    Rahasia Kelezatan Warung Mbah Rijem : MEMASAK CARA TRADISIONAL, TANPA VETSIN DAN TANPA PEWARNA

           

    MASARAN - Di pinggir
    jalan raya Solo Sragen yang melintasi Kecamatan Masaran, terdapat sebuah warung
    kecil berdinding kayu. Tidak begitu
    bagus, malah cat warna kuningnya sudah terlihat suram. Warung mbah Rijem,
    begitu orang-orang menyebutnya. Di waktu pagi hari, banyak orang yang
    mengunjungi warung kecil tersebut. Kepadatan pengunjung akan makin terasa bila
    mendekati waktu makan siang. Pengunjung rela duduk berhimpitan di warung mungil
    milik mbah Rijem, hanya untuk menikmati sego
    tumpang mbah Rijem.




           Ya, begitulah uniknya warung mbah Rijem yang selalu dipadati pengunjung. Tidak
    jarang, pengunjung yang tidak kebagian tempat rela menunggu diluar. Kondisi
    seperti ini sudah akrab terjadi di warung mbah Rijem sejak buka pertama kali
    tahun 1966 silam.




           Sang empunya warung, Mbah Rijem, meski sudah berumur 81 tahun, namun masih
    terlihat gesit melayani pengunjung. Setiap harinya mbah Rijem dibantu oleh tiga
    orang anak perempunannya.




           Didalam warung berukuran 4 x 5 meter, tertata sebanyak empat meja panjang yang
    mampu menampung sekitar 24 orang. Di pagi dan siang hari keempat meja tersebut
    penuh dijejali oleh pengunjung. Selepas siang, meski semua bangkunya juga penuh
    namun pengunjung yang duduk tidak berjejalan, terang mbah Rijem.


    [ humas-PDE ]


    [ 01/01/1970, 07:00 WIB ]
    TAMAN AIR KWANGEN INDAH

        GEMOLONG - Taman Air Kwangen Indah merupakan
    sebuah wahana wisata air yang terletak di Desa Kwangen Kecamatan Gemolong. Menurut
    Bambang Irawan, SE salah satu pemilik (merupakan usaha keluarga) sekaligus
    manajer operasional, Gemolong dipilih karena letaknya yang strategis berada di
    jalur utama Solo-Grobogan dan jalur alternatif Semarang
    – Surabaya.
    Wahana ini dibangun untuk menjawab rasa haus masyarakat di Kecamatan Gemolong
    dan sekitarnya akan tempat rekreasi air, karena sebelumnya kalau ingin bermain
    diwahana air warga Gemolong harus ke Solo.

              Kwangen Indah dibangun  diatas tanah seluas 5300 m2,
    walaupun letaknya di lingkungan pedesaan dari segi fasilitas Kwangen Indah
    tidak kalah dari wahana serupa yang ada di kota. Taman air ini memiliki lima kolam yang terdiri dari kolam anak,
    remaja dan prestasi (memakai standar internasional untuk panjang kolam, tetapi
    kedalaman menggunakan standar untuk rekreasi).

               Mulai  dibuka pada tanggal 11 Nopember 2009 dengan  jumlah pengunjung hanya 7-10 orang dalam
    sebulan diawal pembukaan, hal ini hampir membuat putus asa pihak manajemen. Bermodal
    semangat supaya usahanya jangan sampai gulung tikar sang menajer terus berupaya
    dan berinovasi supaya Taman Air Kwangen Indah lebih dikenal ke berbagai daerah yang
    bisa membuat  jumlah kunjungan meningkat.
    Selain itu pihak manajemen juga
    mendapat sumbang saran dari Dinas Pariwisata Kab. Sragen
     
             Membangun fasilitas prosotan, ayunan, ember tumpah, dan berbagai patung
    binatang, memberlakukan tarif pelajar bagi siswa mulai dari PAUD sampai Perguruan
    Tinggi(harus terorganisir dan ada penanggungjawab guru atau kepala sekolah),
    menggandeng biro/agen wisata dalam berpromosi, memberlakukan tarif  terjangkau hanya Rp. 5500 per orang untuk
    pengunjung umum bisa bermain air sepuasnya  terbukti mampu mendongkrak jumlah kunjungan.
    Puncak kunjungan terjadi saat libur lebaran.

    Anak-anak TK  asyik bermain air,
    gurauan, teriakan saat terkena tumpahan air dari ember besar, siswa sekolah
    menengah belajar berenang menjadi pemandangan yang biasa tiap pagi di Kwangen Indah.
    Bagi yang ingin memacu adrenalin bisa mencoba wahana flying fox atau papan
    seluncur setinggi sekitar 10m. Setelah lelah berenang dan bermain air kita bisa
    melepas lelah sambil makan di kantin yang berada di berada tepat disamping
    kolam. Selain itu bagi yang lupa membawa baju ganti tidak perlu khawatir karena
    di area wahana  ada toko baju  yang menjual baju-baju fashionable.
     
           Kini, dengan berbagai fasilitas yang dipunyainya Taman Air Kwangen Indah
    mulai dikenal luas dan menjadi tujuan utama bagi warga Gemolong dan sekitarnya
    dalam berekreasi.(PDE)
    [ PDE ]


    [ 01/01/1970, 07:00 WIB ]
    GURIHNYA RAMBAK DARI KEBONROMO

           NGRAMPAL - Teriknya matahari siang ini ternyata telah ditunggu-tunggu oleh Pak Darni Sugiyanto. Krupuk rambaknya yang telah ditata rapi di nampan-nampan dari anyaman bambu segera ia keluarkan dan dijemur di pagar rumahnya.

           Pak Darni Sugiyanto adalah warga Desa Kebonromo kecamatan Ngrampal yang bermatapencaharian sebagai pengrajin kerupuk rambak. Bersama istrinya ia telah menjalankan profesi ini untuk menghidupi 3 anaknya sejak lama. Bermodal keuletan dan keterampilan yang ia punyai, setiap hari ia memproduksi 30 kg tepung bahan dalam 2 kali proses pembuatan, atau disesuaikan dengan pesanan.

           Dalam satu kali proses pembuatan dibutuhkan 7,5 kg tepung terigu, 7,5 kg tepung tapioca, 1 kg bawang putih, penyedap rasa, dan obat gendar, serta dicampur air, akan menghasilkan 21 kg krupuk rambak kering.

          Cara pembuatannya adalah dengan mencampur tepung-tepung tersebut dengan air agak encer, setelah itu dikukus dalam loyang dan setelah matang dipotong-potong dan dijemur selama 2 hari, baru kemudian digoreng.

           Menurut Darni dalam satu kali proses pembuatan dibutuhkan biaya Rp 145.000 dan akan mendapat laba 35-50 ribu rupiah. Sedangkan modalnya ia dapatkan dari Program P2KP di desa Kebonromo.

           Pemasaran dari krupuk rambak ini adalah ke pasar senggol stasiun Kebonromo, diambil para bakul, dan dijual sendiri.  Apabila berminat untuk mencicipi krupuk rambak yang gurih ini, silahkan dating ke rumah Pak Darni Sugiyanto yang beralamat di Dukuh Ngampunan Rt. 22, Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen, anda bisa mendapatkan 1 kg rambak dengan harga Rp 12.500 saja.(pde_ning_sri)

    [ PDE ]


    [ 01/01/1970, 07:00 WIB ]
    OBYEK WISATA GUNUNG KEMUKUS

           SRAGEN - Objek Wisata Ziarah Makam Pangeran Samudro yang lebih dikenal dengan sebutan GUNUNG KEMUKUS selalu menarik untuk diulas. Hal yang menjadikan objek wisata ini menarik adalah pandangan pro dan kontra tentang Makam Pangeran Samudro itu sendiri dan kisah yang beredar di tengah masyarakat. Ada 2 (dua) paradigma yang berkembang di tengah-tengah masyarakat tentang Makam Pangeran Samudro atau Gunung Kemukus. Pertama, adanya keyakinan di sebagian masyarakat bahwa apabila ingin ngalap berkah atau permohonannya terkabul, maka orang yang datang ke Makam Pangeran Samudro harus melakukan ritual berhubungan intim dengan lawan jenis yang bukan suami atau istrinya selama 7 (tujuh) kali dalam satu lapan (1 lapan = 35 hari).


           Paradigma negatif ini perlu diluruskan agar para peziarah tidak terjebak dalam paradigma dan kepercayaan yang keliru. Setiap peziarah atau pengunjung yang menginginkan permohonan atau keinginannya terkabul haruslah memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan berdoa dan berusaha di jalan yang benar. Singkatnya, paradigma negatif yang berkembang di tengah masyarakat tersebut tidak benar adanya. Kedua, berziarah ke Makam Pangeran Samudro atau Gunung Kemukus adalah suatu kegiatan ritual yang mengandung nilai keutamaan dengan mengingat jasa dan keluhuran jiwa dari figur yang diziarahi.


           Dengan berziarah di tempat tersebut, manusia diharapkan untuk selalu ingat akan kematian sehingga dalam kehidupan sehari-hari mereka akan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu berbuat kebaikan sesuai dengan keluhuran jiwa dan teladan dari figur yang diziarahi. Secara administratif, Obyek Wisata Gunung Kemukus terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Secara geografis, Objek Wisata Gunung Kemukus terletak sekitar 29 km di sebelah utara kota Solo. Dari Sragen sekitar 34 km ke arah utara. Jarak tersebut bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Dari kota Sragen dapat ditempuh selama 45 menit dengan kendaraan bermotor melewati jalan Sragen - Pungkruk/Sidoharjo - Tanon - Sumberlawang/Gemolong - Gunung Kemukus.Dari kota Solo dapat menggunakan kendaraan bermotor selama 30 menit, melewati jalan Solo Purwodadi turun di Barong kemudian menuju Gunung Kemukus dengan perahu menyeberangi Waduk Kedung Ombo.


           Kawasan Gunung Kemukus merupakan sebuah bukit dengan ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut. Dengan dibangunnya Waduk Kedung Ombo menjadikan Makam Pangeran Samudro berada di atas bukit yang menjorok ke tengah Waduk Kedung Ombo. Oleh karena itu, Obyek Wisata Gunung Kemukus juga merupakan salah satu objek wisata tirta di Kabupaten Sragen. Komplek Makam Pangeran Samudro adalah Obyek Wisata Budaya di Kabupaten Sragen.


           Kawasan tersebut terdiri dari : .1. Bangunan utama berbentuk rumah joglo dengan dinding batu bata dan bagian atas berdinding kayu papan. Didalamnya terdapat tiga makam. Satu buah makam besar yang ditutupi kain selambu adalah makam Pangeran Samudro dan R.Ay. Ontrowulan. Sedangkan dua makam lainnya adalah makam dua abdi setia Pangeran Samudro yang selalu mengikuti beliau kemanapun pergi. 2. Di sebelah kanan makam terdapat sendang (sumber air) yang bernama Sendang Ontrowulan Sendang tersebut merupakan tempat bersuci R.Ay. Ontrowulan ketika akan menemui putranya yang sudah meninggal. Air sendang tersebut dikenal tidak pernah habis, bahkan di musim kemarau sekalipun.(Pariwisata)

    [ Humas ]


    [ 01/01/1970, 07:00 WIB ]
    KANTOR PERPUSTAKAAN DAERAH KAB. SRAGEN RAIH JUARA PERTAMA TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2010

           SRAGEN - Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen dinobatkan sebagai Juara Pertama dalam Lomba Perpustakaan Umum Terbaik Kabupaten/Kota Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010. Berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen merupakan aspek penentu kemenangan ini. Layanan khusus anak, layanan internet gratis, layanan free hotspot area, digital library, dan bintek otomasi perpustakaan merupakan serangkaian program yang sudah dilaksanakan.Prestasi ini merupakan peningkatan dari tahun lalu. Seperti kita ketahui bersama, Tahun 2009  Kantor  Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen meraih peringkat ke-2.

           Berdasarkan Keputusan Gubernur  Jawa Tengah Nomor : 041/52/2010 Tentang Pemenang Lomba Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010, Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen ditetapkan sebagai Juara 1, Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Semarang ditetapkan sebagai Juara Kedua, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Banjarnegara sebagai Juara Ketiga, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang, Harapan 1, Kantor  Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Sukoharjo Harapan 2, dan Juara Harapan 3 ialah Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Kota Magelang.

           Piagam penghargaan, trophi, dan uang pembinaan  diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Hj Rustriningsih, M.Si kepada Kepala Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen, Sumanto, SH. MM pada tanggal 9 September 2010 di Gedung Gradhika Bhakti Praja JL.Pahlawan No. 9 Semarang. (Sfr)[ Perpustakaan-PDE ]


    [ 09/08/2010, 11:39 WIB ]
    LOMBA PERAGAAN BUSANA BATIK DHARMA WANITA PERSATUAN KEC. MASARAN

         MASARAN – Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kec. Masaran dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan RI Ke – 65 Tahun 2010 dan menindaklanjuti kegiatan di tingkat Kabupaten, Dharma Wanita Persatuan kec. Masaran mengadakan kegiatan Lomba Peragaan Busana Batik pada hari Sabtu, 7 Agustus 2010 di Aula Gedung PKK Kec.


         Masaran Setelah Tim Juri melakukan penilaian terhadap semua peserta dengan kriteria :


    1. Keserasian Pakaian dan Aksesoris .


    2. Ekspresi Wajah dan Make Up .


    3. Gaya dan Keluwesan .


         Hasil kejuaraan LOMBA PERAGAAN BUSAN BATIK DHARMA WANITA PERSATUAN KECAMATAN MASARAN MEMPERINGATI HUT KEMERDEKAAN RI KE 65 TAHUN 2010 sebagai berikut :


    JUARA I : Ny. Beni Suparwati


    JUARA II : Ny. Dani Dwi Puspitasari


    JUARA III : Ny. Anik Warsini


    JUARA HARAPAN I : Ny. Agustina Nur H


    JUARA HARAPAN II : Ny. Rini Purwantari


    JUARA HARAPAN III : Ny. Sukesi


    JUARA ISTIMEWA : Ny. Wulan


         Demikian salah satu kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Masaran, dalam menyambut HUT RI ke- 65 Tahun 2010. (pde).

    [ Kec. Masaran ]


    [ 14/07/2010, 08:31 WIB ]
    PENYERAHAN DANA SOSIAL ALOKASI SURPLUS TA. 2009 PNPM-MP KEC. JENAR

           JENAR - Wajah sumringah tampak dari para Rumah Tangga Miskin calon penerima Dana Sosial berupa kambing dari dana alokasi surplus PNPM – MP Kecamatan Jenar Tahun Anggaran 2009.


           Ya, beberapa waktu yang lalu, pada hari Jum’at tanggal 9 Juli 2010, PNPM – MP Kecamatan Jenar menggelar acara Penyerahan Dana Sosial Alokasi Surplus TA. 2009 berupa kambing kepada Rumah Tangga Miskin. Dana Sosial berupa kambing tersebut diserahkan secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen Ir. Darmawan Minto Basuki, MM. MT, mewakili Bupati Sragen.


           Dalam kesempatan tersebut, Sekda berkenan menyerahkan 52 ekor kambing secara simbolis kepada Rumah Tangga Miskin, dengan rincian yaitu untuk Desa Japoh sebanyak 8 ekor, Ngepringan 2 ekor, Mlale 10 ekor, Dawung 10 ekor, Kandangsapi 15 ekor, Jenar 2 ekor dan Banyurip 5 ekor.


           Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasinya dengan memuji kinerja manajemen pengelolaan keuangan PNPM-MP Kecamatan Jenar yang sangat bagus karena bisa menghasilkan surplus, sehingga beliau menyatakan salut dan berterima kasih kepada PNPM – MP Kecamatan Jenar.(kec.Jenar)

    [ Kec. Jenar-PDE ]


    [ 24/06/2010, 09:32 WIB ]
    KTNA EXPO 2010 UNTUK TINGKATKAN PERTANIAN SRAGEN

           GONDANG - Dalam rangka peringatan hari  KRIDA PERTANIAN 2010, KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan ) Kabupaten Sragen akan menyelenggarakan kegiatan  KTNA EXPO 2010  pada tanggal, 26 s/d 27 Juni 2010.


           Kegiatan tersebut dilaksanakan di Wilayah Kecamatan Gondang dengan pembagian tempat, di Kantor BPP Kecamatan Gondang untuk kegiatan perlombaan, Gedung IPHI Kecamatan Gondang untuk acara Temu Wicara, dan di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Gondang untuk Pameran dan Hiburan Rakyat.


           Menurut rencana acara tersebut akan dihadiri oleh Bapak Bupati dan Dinas/Intansi terkait dan akan dihadiri oleh Pengurus KTNA Propinsi Jawa Tengah, adapun pelaksanaan kegiatan EXPO sebagai berikut :
    1. Lomba Petani Teladan, Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Kehutanan Teladan
    2. Lomba Asah Terampil Petani / Kelompok Tani
    3. Lomba Hasil Budidaya Pertanian dan Peternakan (Padi, Hortikultura, Ternak)
    4. Temu Wicara (Petani andalan dengan Dinas terkait)
    5. Pameran Hasil (Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan)
    6. Hiburan Rakyat dan Penyerahan hadiah lomba.


           Kegiatan expo ini secara garis besar bertujuan untuk mengidentifikasi usaha pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan yang diusahakan oleh Petani dan Peternak di Kabupaten Sragen pada umumnya, baik keunggulan, kelemahan, maupun potensi yang bisa digali dari sektor tersebut. Selain itu para petani dan peternak juga harus diberi pengetahuan dan motivasi untuk terus berinovasi tentang budidaya pertanian dan peternakan yang lebih baik dan menjanjikan.

    [ Bapelluh-PDE ]


    [ 20/04/2010, 12:40 WIB ]
    dE & R KONVEKSI YANG BESAR DAN PROFESIONAL DARI KEC. SAMBIREJO

         SAMBIREJO - Di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen Perusahaan konveksi pakaian olah raga dan seragam sekolah ini berada, Bapak Darwoto, S.Sn seorang dosen yang berjiwa entrepreneur ini mampu membina dan mengembangkan usaha konveksi yang telah menyerap banyak tenaga kerja di lingkungan tempat tinggalnya, dan berhasil mengembangkan sayap pemasaran produknya hingga Jakarta, Lampung, Bengkulu, Riu, Jambi, Flores, Halmahera, Bali, Papua, Kalimantan dan kota - kota di luar Indonesia seperti Malaysia dan Singapura.


         Berawal dari pekerjaan keseharian sebagai dosen desain tersebut, pak Darwanto memberanikan diri mendirikan perusahaan konveksi yang sekarang telah berkapasitas produksi hingga 8000 PC/Bulan. Pemasokan bahan baku yang di datangkan langsung dari pabrik kain yang masing- masing mempunyai keunggulan kain tertentu maka tak diragukan lagi kuwalitas hasil produk yang di hasilkanya.


         Pak Darwanto menjamin usaha konveksinya ini mampu memberikan pelayanan dan solusi terhadap konsumen dalam hal desain, service utama dalam desain yang memiliki nilai seni, komunikatif dan detail dengan didukung peralatan desain yang canggih, komputerize, scanner, digital photo, laser print dan desainer handal. Dalam hal cutting (pemotongan) penerapan ketelitian dan kwalitas dimulai dari system potong yang efektif dan efisien bahan sehingga mampu kompetitif dari harga jual produk di pasaran.


         Didukung peralatan mesin - mesin high speed dan tenaga professional, penerapan system dan teknik cetak yang mengutamakan seni dan ketelitian dalam desain, membawa produk lebih memiliki karakter. Dalam proses finishing, produk dimulai pembuangan sisa jahitan, setrika, cheking akhir dan pengepakan (packing) sesuai permintaan konsumen. Selain berada di dalam lokasi yang sama, usaha konveksi ini jg memberikan pengerjaan di luar di rumah – rumah penduduk yang jumlahnya mencapai puluhan penjahit.


         Kesuksesan yang diraih pak Darwanto ini tak lepas dari usaha keras dan semangat pantang menyerah, dan tentunya juga merupakan kesuksesan daerah tempat usaha ini berdiri, penduduk Kadipiro dan sekitarnya tentunya bisa mendapatkan lapangan pekerjaan yang tidak perlu jauh – jauh meninggalkan rumah, bagi pemerintah Kec. Sambirejo tentunya merupakan asset yang perlu terus di kembangkan dan juga bisa meningkatkan taraf hidup dan penghasilan penduduk setempat. (Pji – PDE).

    [ PDE ]


    [ 07/04/2010, 09:29 WIB ]
    PAK PONO, SANG DISTRIBUTOR YANG BESAR DARI IKAN AIR TAWAR

           MASARAN - Di sebagian besar pedagang eceran ikan air tawar di Jakarta raya pasti sudah tidak asing dengan pria paruh baya ini, Pak Pono biasa disapa adalah bukti kesuksesan dan buah dari sebuah kerja keras, pria asli Sragen ini merupakan perintis usaha kecil dibidang perikanan, hingga saat ini usaha yang telah ditekuninya ini sudah menjadi salah satu distributor terbesar di Jakarta.
           Dalam memenuhi permintaan konsumen yang sangat banyak, yang sebagian besar adalah pedagang ikan segar, maka Pak Pono harus mendatangkan stok ikan yang sangat banyak. Sehingga ikan gurameh dari Kediri pun harus di datangkan ke Jakarta, dalam sehari bisa 2-3 truk atau kira kira 22.5 kwintal ikan gurameh segar.
           Sedangkan khususnya kolam pribadi yang berada di Dk. Tempel Ds. Krikilan Kec. Masaran dijadikan bank penggemukan untuk ikan gurameh sebelum di bawa ke Jakarta. Lahan kolam yang luasnya 24.000 Meter persegi dan memiliki 75 kolam berukuran 10 x10 Meter persegi, dalam satu kolam kira kira menampung 1500 ekor ikan gurameh.
           Dalam pemeliharaan keseharian ada 4 orang yng cukup berpengalaman menanganinya, ternyata dalam pemeliharaan gurameh khususnya penggemukan tidak terlalu sulit, yang perlu kita perhatikan adalah takaran pakan ikan disesuaikan dengan usia ikan dan luas kolam, sedang mengenai penanganan penyakit yang perlu diperhatikan adalah kesehatan air nya, minimal dalam setahun kolam harus 2 kali di kuras.
           Pak Suyadi sebagai salah satu pengurus kolam perikanan itu menyatakan bahwa di tempat itu selain sebagai kolam penggemukan juga menerima hasil panen dari berbagai peternak ikan gurameh dari seluruh Kab. Sragen berapapun banyaknya akan siap di tampung, selain itu juga menyediakan pembibitan ikan gurameh.
           Jika peternak ikan gurameh menemukan ikan dengan mata yang melotot itu penyebabnya adalah karena kelebihan pakan, ikan gurameh juga rentan terhadap perubahan cuaca, dari panas menjadi dingin secara tiba tiba bisa menyebabkan penyakit cacar. Dan pemberiaan vaksin kesehatan dan kekebalan sangat diperlukan untuk menjaga kebugaran ikan. 
          Usaha Perikanan Gurameh yang ditekuni dengan serius ternyata tidaklah sulit dan sangat menguntungkan, dan bagi masyarakat Sragen yang memiliki peternakan ikan gurameh jika menemukan permasalahan pemasaran maka bisa di salurkan ke peternakan ikan Bapak Pono Desa Krikilan Kec. Masaran Kab. Sragen.(Pji_Hap-PDE)[ PDE ]


    [ 29/03/2010, 08:49 WIB ]
    BUPATI SRAGEN HADIRI PERINGATAN MAULID NABI DI SBBS SRAGEN

           SRAGEN - Bupati Sragen, H. Untung Wiyono, S.H., hadir dalam puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1430 H pada hari Sabtu 21 Maret 2010 WIB di GOR SMP & SMA Negeri SBBS Sragen.


           Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini juga dihadiri oleh Jajaran Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Sragen, Perwakilan Kejaksaan Negeri Sragen, DPRD Sragen, Kapolres Sragen & Muspida Sragen, Camat Gemolong beserta Jajaran Muspika Kecamatan Gemolong, Orang Tua siswa-siswa SBBS, serta Panti Asuhan di Sragen & sekitarnya.


          

    [ SBBS - PDE ]


    [ 26/03/2010, 09:06 WIB ]
    Ratusan Anak TK Serbu Layanan Anak Perpusda Kab. Sragen

           SRAGEN - Apa jadinya, jika ratusan anak menyerbu sebuah perpustakaan ? “Menyenangkan,” itulah jawaban yang tepat. Inilah yang terjadi Layanan Khusus Anak Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen pada tanggal 22 Maret dan 24 Maret 2010.


           Anak-anak TK dari TK Siwi Peni I, TK Aisyiyah I, dan TK Anugrah Sine mendapat kesempatan istimewa mengunjungi Layanan Khusus Anak di Gedung Unit II Kantor Perpusda Kabupaten Sragen JL. Raya Sukowati No. 15 D Sragen atau tepatnya di depan Rumah Makan Bandung, Sragen pada tanggal 22 Maret 2010.


           Sementara itu, anak-anak dari TK Trisula, TK Aisyiyah II, dan TK Kartika III-53 menyerbu Layanan Khusus Anak pada tanggal 24 Maret 2010 kemarin. Layanan Khusus Anak merupakan produk baru layanan yang diluncurkan oleh Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen. “Hal ini bertujuan untuk mengenalkan budaya membaca sejak dini kepada anak-anak, “ terang Sumanto SH. MM, Kepala Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen.


           Dalam acara ini, anak-anak TK disuguhi layanan menonton film edukatif dan pesona pariwisata di Kabupaten Sragen. Selain itu juga layanan Story Telling alias bercerita yang disampaikan oleh Kak Agus dari Taman Bacaan Manca, Sragen. (Romi FS/Perpusda)

    [ Perpusda-PDE ]


    [ 26/03/2010, 09:01 WIB ]
    Kantor Perpusda Kab. Sragen Gelar Bintek Otomasi Perpustakaan

           SRAGEN - Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen, pada tanggal 23 Maret 2010 lalu menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) Otomasi Perpustakaan Angkatan I. Kegiatan ini diikuti oleh enam orang peserta dari perpustakaan sekolah dan mahasiswa D-2 Perpustakaan UT UPBJJ Surakarta.


           Keenam peserta ini adalah : Sarimin, S.Kom dari SMP N 2 Tangen, Puji Hastuti dari SD N Sigit 2 Tangen, Joko Susilo (SD N Sribit 1), Kristianto Sigit Pramono (SMP N 1 Tangen), Puji Astuti (SD N Glonggong 1) dan Margiyanti. Lima nama terakhir masih berstatus sebagai mahasiswa D-2 Perpustakaan UT UPBJJ Surakarta.


           Dalam kegiatan ini, program otomasi yang digunakan adalah Senayan yang merupakan program open source berbasis Web. Melalui otomasi ini, kegiatan inventarisasi buku, katalogisasi, pembuatan label, pembuatan kartu anggota, statistik perpustakaan, dan layanan sirkulasi dapat dilakukan dengan komputer. “Dipilihnya program otomasi Senayan karena merupakan program yang bersifat terbuka dan dilengkapi dengan berbagai fitur yang sesuai dengan kaidah ilmu perpustakaan, “tutur Romi Febriyanto Saputro S.IP, yang bertindak selaku tutor dalam kegiatan ini.


           Setiap peserta dalam bintek ini melakukan praktik langsung dengan komputer (satu peserta, satu komputer). “Karena itu, kami melakukan pembatasan jumlah peserta dalam setiap pembelajaran maksimal 6 orang”, kata Romi menjelaskan. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen, Sumanto SH, MM, mengatakan bahwa otomasi perpustakaan merupakan sebuah keharusan untuk meningkatkan layanan perpustakaan terhadap pemustaka. Disamping itu hal ini akan mempermudah dan meringankan kerja para pustakawan terutama yang berada di perpustakaan sekolah.


           Kantor Perpustakaan Daerah masih membuka kesempatan bagi seluruh pustakawan/pengelola perpustakaan ataupun masyarakat luas yang ingin mengikuti kegiatan ini. Info selengkapnya klik www.perpustakaansragen.blogspot.com (Romi FS/Perpusda).

    [ Perpusda-PDE ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+