Sat, 18 May 2013
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Mei, 2013
  • April, 2013
  • Maret, 2013
  • Februari, 2013
  • Januari, 2013
  • Desember, 2012
  • November, 2012
  • Oktober, 2012
  • September, 2012
  • Agustus, 2012
  • Juli, 2012
  • Juni, 2012

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Miri


    [ 04/12/2010, 08:59 WIB ]
    KUE BERAS KETAN JAJANAN TRADISIONAL MENYEHATKAN

           

    MIRI - Kue dari beras ketan merupakan sebuah jajanan tradisional
    warisan dari nenek moyang kita, kue jajanan pasar sangat mudah di temukan di
    pasar tradisional, tapi bagaimana cara membuatnya pasti banyak orang yang belum
    mengetahui resep dan cara membuatnya.



            Di Desa Brojol Kecamatan Miri terdapat banyak pembuat  kue dari beras ketan atau yang lebih di kenal
    dengan sebutan jajanan pasar, pada saat-saat tertentu atau musim hajatan, maka
    akan banyak pesanan yang akan dibuat. Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan para pembuat kue tradisional
    tsb, dan juga bisa melestarikan budaya di bidang kuliner.




           Untuk membuat kue ini cukup mudah. Seperti
    beras ketan, gula merah, kelapa yang diparut, di bungkus daun pisang. Biasanya,
    ditambah dengan sedikit kapur sirih dan garam untuk pelengkap rasa. Beras ketan
    bersama kapur sirih direndam terlebih dahulu beberapa saat lalu dicuci bersih. Bentuk
    daun pisang menjadi segitiga, kemudian masukkan pulut, diikat lalu direbus
    sampai masak. Setelah masak, beras ketan didinginkan dulu kemudian dikupas. 



           Menurut pengakuan para pembeli, selain rasanya enak juga dapat menghilangkan
    rasa lelah karena kandungan gula merah jahe plus kayu manis yang berfungsi
    membangkitkan kembali stamina.



         
    [ pde ]


    [ 29/11/2010, 08:46 WIB ]
    KERAJINAN KONDE DARI SUNGGINGAN

           

    MIRI - Sanggul atau konde yang biasa dipakai kaum hawa
    ternyata merupakan peluang usaha yang cukup lumayan, seperti pengrajin
    sanggul/konde dari Desa Sunggingan, Kecamatan Miri.  Salah seorang pengrajin menuturkan usaha
    kerajinan konde/sanggulnya ini telah dirintis sejak beberapa tahun silam.



           Seperti pengrajin usaha rumahan yang lain, kerajinan pembuat snggul/konde ini
    cukup memberikan keuntungan yang lumayan dan mempunyai prospek kedepan yang
    sangat baik. Kendala yang mungkin ada hanyalah pengadaan bahan baku, namun hal itu juga
    masih bisa diatasi, dan kendala yang lain adalah keterbatasan modal usaha.





           Konde-konde
    tersebut dipasarkan ke berbagai daerah hingga kota-kota besar lainya. Sanggul
    dijual dengan harga yang bervariasi antara Rp 5.000 hingga Rp 20.000 per buah,
    tergantung kualitasnya. Sedangkan, bahan dasar pembuatan sanggul itu
    adalah potongan rambut yang tak terpakai dan dibeli dari salon-salon dengan
    harga Rp 5.000 ribu per kilogram. Semakin panjang rambut, harganya makin mahal.
    (pj).


    [ pde ]


    [ 01/01/1970, 07:00 WIB ]
    KERAJINAN TAS BATIK DARI KEC. MIRI

           MIRI - Batik yang merupakan warisan leluhur Indonesia sekarang sudah diakui dunia merupakan kebanggan tersendiri buat kita khususnya bangsa Indonesia. Sehingga dengan menyebut batik sudah otomatis menyebut budaya indonesia.


           Saat ini batik tidak hanya digunakan untuk pembuatan baju dan kebaya. Namun kini batik diaplikasikan ke semua produk fashion. Tidak ketinggalan, batik juga dipakai untuk bahan tas yang dapat menambah tampilan semakin trendi dan cantik.


           Pembuatan tas batik biasanya disesuaikan antara kombinasi warna dengan kepribadian si pemakai. Ada yang berwarna emas dengan paduan merah dan hijau bagi mereka yang menyukai penampilan lebih glamor, atau batik berwarna pink muda dengan gambar bunga dan hiasan rantai kristal swarovski bagi yang menyukai tampilan feminin.


           Saat ini tas batik juga dikombinasikan dengan berbagai hiasan cantik, seperti bahan satin, brokat, kristal swarovski, batu-batuan semi mulia, dan beads. Jenis batik yang digunakan untuk pembuatan tas pun sangat beragam. Ada batik Solo, batik pesisir, batik oriental, dan lainnya.


           Di Kecamatan Miri terdapat pengrajin tas batik yang penjualanya telah merambah pasar di Bali, bahkan telah memenuhi pesanan-pesanan di distro dan galery terkenal di Bali, selain juga memenuhi pasar lokal seperti di pasar Klewer Solo.


           Usaha kerajinan rumahan ini ternyata mampu menyerap tenaga kerja yang banyak dan dapat meningkatkan penghasilan warga sekitar, hal ini ditunjang dengan mudahnya mendapatkan bahan baku dan terus meningkatnya berbagai pesanan dari luar kota. Namun bantuan dari pemerintah daerah memang masih sangat dibutuhkan, yaitu yang erat kaitanya dengan masalah permodalan.


           Namun demikian sejauh ini usaha swasembada dan kerajinan rumahan tersebut masih mampu berjalan dan terus meningkatkan kwalitas dan senantiasa mengikuti permintaan pasar sehingga keberadaanya bisa terus exsis di pasaran, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat disekitar.Pj-Hr

    [ Kec. Miri-PDE ]


    [ 19/07/2010, 10:03 WIB ]
    “DADI MULYO”, MULYO KARENA KULIT IKAN

           MIRI - Kelompok Tani Ikan Produksi Samak kulit Ikan “DADI MULYO” dibentuk sebagai upaya memberdayakan potensi masyarakat wilayah Kecamatan Miri khususnya DK. Pungkruk, Ds. Doyong. Wilayah Kecamatan Miri yang merupakan kawasan Waduk Kedung Ombo (WKO) merupakan potensi perikanan air tawar yang menjanjikan.


           Didukung dengan semangat masyarakat untuk berkarya dan dukungan dana dari Pemerintah Daerah “DADI MULYO” berhasil menjadi embrio pemanfaatan ikan air tawar tidak hanya sekedar dikonsumsi tetapi diolah menjadi bahan baku tas, sepatu, dompet, dll melalui proses penyamakan kulit ikan.


           Embrio ini akan semakin dikembangkan seiring dengan peningkatan kemampian (skill) dan ketersediaan peralatan yang lebih modern, ditunjang dengan pemasangan yang lebih luas.


           Kelompok Tani yang beranggotakan 10 orang ini, telah banyak melakukan kegiatan – kegiatan untuk meningkatkan kemampuan wira usahanya, antara lain: menerima kunjungan dari Balai Besar karet, Kulit dan Plastik (BBKKP) Yogjakarta, Pelatihan Penyamakan Kulit Ikan Nila, Study Banding ke BBKKP Yogjakarta, Kunjungan ke “DIAN MANDALA” Perusahaan eksportir kulit ikan.


           Untuk menyamak kulit ikan hingga menjadi lembaran kulit yang siap dijadikan bahan baku pembuatan tas dan lainnya dibutuhkan waktu sekitar lima hari. Tak mudah untuk menyamak kulit ikan hingga menjadi bahan baku kerajinan yang kuat dan mengkilap. Setidaknya ada 21 tahap yang harus dilaluinya. Ketekuan, kejelian dan kesabaran adalah faktor yang sangat dibutuhkan. “Bila tidak jeli dan sabar dipastikan tak dapat menghasilkan kulit ikan yang kuat dan mengkilat” terang Wagiman.


           Tahap tersebut adalah:
    1. Pemilihan Kulit Ikan.
    2. Pemisahan kulit dari daging.
    3. Pembuangan daging. ( FRESHING )
    4. Perendaman. ( SOAKING )
    5. Penipisan Kulit.
    6. Pengapuran. ( LIMING )
    7. Pengapuran Ulang. ( RELIMING )
    8. Pembuangan Kapur. ( DELIMING )
    9. Pengikisan Protein. ( BATING )
    10. Penghilangan Lemak. ( DEGREASING )
    11. Pengasaman. ( PICKLING )
    12. Penyamakan. ( TANNING )
    13. Penyamakan Ulang. ( RETANNING )
    14. Peminyakan. ( FATLIQUORING )
    15. Pemeraman. ( AGING )
    16. Pengeringan. ( DRIYING )
    17. Peregangan. ( STACKING )
    18. Pemotongan Tepi. ( TRIMING )
    19. Pengecatan Dasar. ( DYING )
    20. Pengeringan. ( DRYING )
    21. Pengkilapan ( FINISHING )

    [ PDE ]


    [ 12/02/2009, 11:06 WIB ]
    Dari Kujungan Kerja Bupati di Kecamatan Miri: TAK ADA LAGI APARAT GAPTEK

           MIRI- Kunjungan Kerja Bupati Sragen H Untung Wiyono Kamis (12/2), memasuki Desa Girimargo Kecamatan Miri. Dalam kunjungan ini Bupati di dampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sragen Hj. Suparmi Wiyono. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan 50 SK CPNS Sekretaris Desa se-Kecamtan Miri. Selanjutnya, Bupati beserta pejabat dinas/instansi di lingkup Pemkab Sragen menggelar sambang desa di wilayah itu. Rencananya, Bupati akan mengunjungi 10 desa, di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Boyolali itu.


           Dialog yang berlangsung di Balai Desa Girimargo diikuti sejumlah warga, PNS Desa, Karang Taruna, Lansia serta TP PKK. Menurut Bupati, dialog ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi desa, pejabat desa, serta berkomunikasi dan menyampaikan informasi pada masyarakat. Kunjungan ini adalah salah satu program pemantapan, penyempurnaan, penyelesaian 10 tahun masa kerja Bupati. Melalui kunjungan semacam ini, jika ada kekurangan fasilitas masyarakat desa bisa segera dicari solusinya.

    [ humas ]


    [ 13/12/2008, 10:21 WIB ]
    SOSIALISASI TATA TERTIB LALU LINTAS : Semakin Aman & Nyaman di Jalan dengan Mematuhi Tatib Lalu Lintas

           MIRI - Rasa aman dan nyaman dalam berkendara di jalan raya menjadi kebutuhan seluruh pengguna jalan raya mengingat mobilitas kendaraan dari hari kehari semakin meningkat. Jumlah kendaraan yang semakin bertambah akan dapat memicu kecelakaan apabila tidak diatur dengan tata tertib lalu lintas.


           Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, kemarin hari Jum’at, 12-12-2008 diadakan sosialisasi tata tertib lalu lintas yang disampaikan oleh Dinas Perhubungan Kab. Sragen serta dari Kepolisian. Sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh Kepala Desa, Kadus, RT dan RW se-Kecamatan Miri, dengan antusias para peserta mengikuti materi sosialisasi mengenai rambu-rambu lalu lintas, perangkat keselamatan berkendara serta pelayanan Samsat Kepolisian Sragen. Sosialisasi juga dihadiri oleh Kepala Sekolah se-Kecamatan Miri dengan harapan materi sosialisasi yang telah disampaikan kemudian dapat di-gethok tular-kan kepada siswa sekolah. (Kec. Miri)

    [ Kec. Miri - PDE ]


    [ 06/09/2008, 09:07 WIB ]
    Sarling Ke-3 di Miri : ASHAR KELILING MENJALIN SILATURRAHIM SESAMA

    MIRI - Bulan Ramadhan sangat tepat untuk menjalin silaturrahim dengan sesama. Itulah yang dilaksanakan oleh Bupati Sragen H. Untung Wiyono pada hari Kamis, 04 September 2008 kemarin. Bersama Ibu Suparmi Untung Wiyono dan seluruh jajaran eksekutif Pemkab. Sragen, Bupati mengadakan kunjungan kerja dalam rangka Ashar Keliling (Sarling) di Masjid Al Ikhlas, Dk. Bulakrejo, Desa Sunggingan, Kec. Miri. Selain bersilaturrahim dengan masyarakat setempat Bupati Sragen juga meninjau dari dekat infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Sunggingan.

    Rombongan hadir di Balai Desa Sunggingan kurang lebih jam 13.00 kemudian dilanjutkan pengarahan langsung oleh Bupati Sragen, tentang pentingnya masyarakat berwirausaha mengembangkan potensi di daerah. Menurut beliau, negara kita ini sudah diberikan kenikmatan berupa sumber daya alam yang melimpah namun jangan sampai hal ini menjadikan masyarakatnya malas dan bodoh. Sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT maka masyarakat harus mengoptimalkan potensi disekitarnya dan tidak menyia-nyiakan sejengkal tanah pun menjadi tidak bermanfaat. [ PDE-Kec. Miri ]


    [ 11/06/2008, 12:27 WIB ]
    GILIREJO BARU GELAR WAYANGAN BERSIH DESA

    Ds. Gilirejo Baru, Kec. Miri - Kamis besok tanggal 12 Juni 2008 akan diadakan perayaan adat dalam rangka bersih desa. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan dalam rangka perayaan sehabis panen raya padi, pada tahun ini warga masyarakat gondang legi sepakat mengadakan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang rencananya dengan mengambil tema “Mboyong Mbok Sri” bertempat di rumah Bp. Misron (Sekdes Gilirejo baru) Dk. Gondanglegi, Ds. Gilirejobaru, Kecamatan Miri.



    Direncanakan Bupati Sragen Bp. H. Untung wiyono akan menjadi dalang utama dalam pagelaran kali ini, dengan didampingi oleh dalang Ki Suwito yang berasal dari Beji, Andong, Kab. Boyolali. [ Kec. Miri - PDE ]


    [ 18/09/2007, 11:21 WIB ]
    SAFARI RAMADHAN DESA DOYONG MIRI : DESA DOYONG YANG TANDUS YANG BERPOTENSI

    MIRI-Safari Ramadhan Ashar Keliling hari ke enam
    dalam Bulan Ramadhan 1428 H kali ini di gelar di
    kecamatan Miri, tepatnya di Masjid Al Hidayah Doyong
    Kecamatan Miri. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh
    Bupati Untung Wiyono tersebut diikuti oleh para pejabat
    eselon II dan III di lingkungan Pemkab Sragen.


    Kegiatan Safari Ramadhan tersebut sekaligus
    sebagai sarana untuk mengetahui perkembangan desa-desa
    di Sragen serta berdialog secara langsung dengan
    warga masyarakat, seperti yang dilakukan pada siang
    hari ini.


    Lokasi pertama yang ditinjau yaitu Balai Desa
    Kelurahan Doyong kecamatan Miri. Tampak hadir dalam
    acara tersebut, Pejabat Eselon II dan III dan tokoh-tokoh
    masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut
    Bupati mengajak untuk menjaga kebersihan rumah dan
    lingkungan. “Sebuah rumah atau kantor tidak harus
    bagus, yang paling penting adalah bersih dan sehat “ kata
    Bupati.


    Kepada warga masyarakat, Bupati mengatakan,
    akan memberikan bantun rumah murah bersubsidi bagi
    masyarakat yang kurang mampu. Dengan program
    rumah murah senilai Rp. 20 juta tersebut warga yang
    berminat akan mendapatkan subsidi dari pemerintah
    sebesar Rp. 11,5 juta, sisanya warga tinggal mencicil Rp.
    73 ribu perbulan.[ PDE ]


    [ 24/07/2007, 16:14 WIB ]
    DARI DOYONG TEMBUS PASARAN EROPA

    Barang furniture merupakan produk kebutuhan sekunder yang cukup diminati masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah keatas. Masyarakat kalangan ini umumnya sangat menjaga penampilan interior rumahnya agar terlihat nyaman, indah dan elegan, sehingga diperlukan produk interior untuk mendukung penampilan tersebut.

    [ PDE ]


    [ 23/05/2007, 13:57 WIB ]
    KORBAN MUSIBAH LONGSOR DI MIRI MEMPEROLEH SANTUNAN

              Pemkab Sragen, Selasa (22/5) datang ke Desa Soko, Kec. Miri untuk menindaklanjuti musibah yang menimpa para penambang batu kuning. Acara penyuluhan dan pembinaan tersebut bertempat di Balai Desa Soko, dihadiri oleh beberapa pejabat dari instansi terkait, diantaranya dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen. Hadir juga dua pejabat dari Balai Pengelola Pertambangan dan Energi (BBPE) Propinsi Jawa Tengah.


    [ peppy ]


    [ 10/02/2007, 08:45 WIB ]
    PILKADES JERUK KECAMATAN MIRI

    Hari Rabu, 31 Januari 2007 masyarakat Desa Jeruk Kecamatan Miri melaksanakan pemungutan suara untuk memilih Kepala Desa.[ ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+