Mon, 20 May 2013
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Mei, 2013
  • April, 2013
  • Maret, 2013
  • Februari, 2013
  • Januari, 2013
  • Desember, 2012
  • November, 2012
  • Oktober, 2012
  • September, 2012
  • Agustus, 2012
  • Juli, 2012
  • Juni, 2012

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Plupuh


    [ 21/03/2013, 11:51 WIB ]
    SMKN 1 PLUPUH : Mendorong Berwirausaha dan Siap Berkarya

           PLUPUH – “SMK BISA!!!”, berawal dari jargon itulah
    kini  keberadaan Sekolah
    Menengah Kejuruan (SMK) sudah tidak dapat dipandang sebelah mata lagi. Banyak
    siswa SMK berhasil mengukir berbagai prestasi dan karya di kancah
    nasional.  Beberapa tahun ini, para pelajar SMK mulai unjuk kebolehan
    dengan berbagai produk yang diciptakan. Mulai dari komputer, laptop, televisi,
    motor, mobil, hingga merakit pesawat terbang.



           Salah satunya adalah SMKN 1
    Plupuh Kabupaten Sragen. Sekolah yang berdiri tahun 2005 ini telah mengundang
    banyak perhatian di masyarakat dan kalangan akademisi. Dengan visi sekolah “Mewujudkan
    Insan terampil, kreatif, mandiri, yang memiliki Iptek, beriman dan taqwa, serta
    berbudi pekerti luhur” telah meluluskan banyak siswa yang mampu menjadi tenaga
    kerja siap pakai di dunia usaha dan industri.



           Tampak suasana tenang dan teratur
    dalam lingkungan sekolah yang sedang melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) ini,
     ditemui ditengah kesibukannya mengawasi
    ujian, Waka Sekolah Kurikulum Sugiyanto, S.Pd, Waka Sekolah Kesiswaan Kristini,
    M. Pd, dan Mudo Triasmoro, S. Kom, Ketua Quality Management Representative
    (QMR) ISO 9001:2008 SMKN 1 Plupuh Sragen, mereka menjelaskan bagaimana sepak
    terjang SMKN 1 Plupuh yang telah meraih sertifikat ISO 9001:2008  yang merupakan simbol jaminan kualitas instansi atau perusahaan, guna
    meningkatkan kualitas lulusan mereka.



           Pada awalnya SMKN 1 Plupuh
    memiliki 1 jurusan yaitu Teknik Otomotif dan setahun kemudian yaitu tahun 2006
    membuka jurusan Tata Busana, sekolah yang dikepalai oleh Drs. Firdaus S.U, M.
    Pd terus melakukan “jemput bola” untuk mendapatkan siswa baru. “Kami mendatangi
    SMP-SMP sekitar dan melakukan presentasi tentang manfaat dan keunggulan
    bersekolah di SMK, selain itu kami juga melakukan banyak kegiatan yang
    menampilkan hasil karya siswa-siswi SMK” jelas Ibu Kristini. Namun kini Sekolah
    yang sangat maju di jurusan Tata Busana tersebut telah banyak diminati oleh
    para pencari sekolah, hingga harus menyeleksi calon siswa yang akan masuk.



           Jurusan Tata Busana SMKN1 Plupuh,
    memang sudah banyak menuai prestasi. Mulai dari lomba kompetensi siswa Program
    Tata Busana tingkat Kab. Sragen dan Prov. Jateng, lomba desain batik, hingga
    lomba  desain fashion glamour elegant
    tingkat karesidenan Surakarta. Selain itu, SMKN 1 Plupuh juga setiap tahunnya
    menjadi juara pada lomba olimpiade Matematika Non Teknik tingkat Kab. Sragen.



           Di bidang peningkatan pengetahuan
    teknologi informasi, meskipun sekolah ini belum membuka jurusan Teknik Komputer
    dan Jaringan namun sudah ada pelajaran Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan
    Informasi (KKPI). “Kami membekali siswa dengan pengetahuan teknologi informasi
    melalui pelatihan jaringan LAN & WLAN, pembuatan blog, dan juga telah
    menyiapkan Laptop dan LCD untuk pembelajaran kepada siswa ”ungkap Mudo.



           Sekolah yang mempunyai
    laboratorium tata busana yang sangat lengkap ini memang telah menghasilkan
    banyak desain baju dan fashion yang bagus dan menarik. “Kami berharap akan
    mampu membangun Business Center yang mampu menampilkan hasil-hasil produksi
    para siswa baik di bidang otomotif dan tata busana, tujuannya agar masyarakat
    pun bisa menikmati hasil karya siswa SMK” jelas Sugiyanto. Mereka memang
    berencana untuk memasarkan hasil karya siswa siswi seperti baju-baju Batik
    Carnival, baju kerja, maupun fashion glamour elegant, untuk jurusan otomotif,
    mereka beberapa kali telah mendapat pesanan seperti teralis untuk
    sekolah-sekolah di sekitar.



          SMKN
    1 Plupuh dilengkapi dengan
    fasilitas laboratorium Otomotif bagian engine, electric, dan motor,
    Labotarorium Tata Busana, dan laboratorium Komputer dan Bahasa. Memiliki 64 guru dan karyawan dan juga memiliki BKK yaitu Bursa Kerja Khusus yang mendampingi siswa-siswi lulusan baik dalam berwirausaha sendiri maupun bekerja di perusahaan terkait, bahkan kini sudah
    sering perusahaan – perusahaan garment memesan calon lulusan melalui BKK ini. (fa_pde)
    [ PDE ]


    [ 15/12/2010, 11:05 WIB ]
    BATIK TULIS MOTIF WAYANG DARI KECAMATAN PLUPUH

           PLUPUH - Batik tulis adalah suatu hasil karya yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Diberbagai wilayah Indonesia banyak ditemui sentra pengrajin batik, Setiap daerah juga mempunyai keunikan dan kekhasan tersendiri, baik dalam ragam hias maupun tata warnanya. Salah satu daerah itu adalah Kampung Batik Pungsari dan Plupuh adalah sebuah desa di wilayah, kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Di Desa ini banyak pengrajin batik, yang rata-rata ibu-ibu rumah tangga, merupakan Kampung batik yang sangat potensial.


           Batik tulis yang di produksi oleh para pengrajin di desa ini jika dicermati di dalamnya mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat pecinta batik. Nilai-nilai itu anara lain, kesakralan, keindahan/seni, ketekunan, ketelitian dan kesabaran., nilai ketekunan , ketelitian dan kesabaran tercermin dari proses pembuatannya yang cukup menyita waktu yang panjang dan lama untuk menghasilkan sebuah batik Tulis yang bagus dan menarik yan disukai oleh banyak orang. Dan nilai keindahan dan seni dapat dilihat dari motif yg bermacam-macam misalnya motif wayang yg sangat di gemari dan laku keras dipasaran.


           Tahap-tahap pembuatan batik-tulis adalah sebagai berikut. Sebelum kain mori dibatik, biasanya dilemaskan. Caranya adalah dengan digemplong, yaitu kain mori digulung kemudian diletakkan di tempat yang datar dan dipukuli dengan alu yang terbuat dari kayu. Setelah kain menjadi lemas, maka tahap berikutnya adalah mola, yaitu membuat pola pada mori dengan menggunakan malam. Setelah pola terbentuk, tahap selanjutnya adalah nglowong, yakni menggambar di sebalik mori sesuai dengan pola. Kegiatan ini disebut nembusi.


           Setelah itu, nembok yang prosesnya hampir sama dengan nglowong tetapi menggunakan malam yang lebih kuat. Maksudnya adalah unutk menahan rembesan zat warna biru atau coklat. Tahap selanjutnya adalah medel atau nyelup untuk memberi warna biru supaya hasilnya sesuai dengan yang diinginkan.


           Proses medel dilakukan beberapa kali agar warna biru menjadi lebih pekat. Selanjutnya, ngerok yaitu menghilangkan lilin klowongan agar jika disoga bekasnya berwarna coklat. Alat yang digunakan untuk ngerok adalah cawuk yang terbuat dari potongan kaleng yang ditajamkan sisinya. Setelah dikerok, kemudian dilanjutkan dengan mbironi. Dalam proses ini bagian-bagian yang ingin tetap berwarna biru dan putih ditutup malam dengan menggunakan canting khusus agar ketika disoga tidak kemasukan warna coklat.


           Setelah itu, dilanjutkan dengan nyoga, yakni memberi warna coklat dengan ramuan kulit kayu soga, tingi, tegeran dan lain-lain. Untuk memperoleh warna coklat yang matang atau tua, kain dicelup dalam bak berisi ramuan soga, kemudian ditiriskan. Proses nyoga dilakukan berkali-kali dan kadang memakan waktu sampai beberapa hari. Namun, apabila menggunakan zat pewarna kimia, proses nyoga cukup dilakukan sehari saja.


           Proses selanjutnya yang merupakan tahap akhir adalah mbabar atau nglorot, yaitu membersihkan malam. Caranya, kain mori tersebut dimasukkan ke dalam air mendidih yang telah diberi air kanji supaya malam tidak menempel kembali. Setelah malam luntur, kain mori yang telah dibatik tersebut kemudian dicuci dan diangin-anginkan supaya kering. Sebagai catatan, dalam pembuatan satu potong batik biasanya tidak hanya ditangani oleh satu orang saja, melainkan beberapa orang yang tugasnya berbeda.


           Untuk Pewarnaan Alami denga mengunakan Kulit Kayu MAHONI, Daun INDIGO, JOLAWE, Dan semua jenis daun bias digunakan untuk pewarnaan. Prosesnya memang cukup lama karena biasanya pencelupan pada warna alam dilakukan hingga 35 kalipencelupan, setelah itu harus ada penguncian warna dengan bahan-2 tertentu seperti Gula jawa dll. (pj).

    [ pde ]


    [ 21/04/2010, 10:04 WIB ]
    KERUKUNAN UMAT BERAGAMA MENUJU KEHIDUPAN HARMONIS

           PLUPUH - Kerukunan antar umat beragama sangat penting bagi suatu masyarakat yang heterogen. Seperti di Sragen, khususnya di Kecamatan Plupuh, kerukunan beragama sangat dijaga sebagai upaya mencegah timbulnya isu-isu agama yang dapat menyulut konflik di masyarakat.


           Selasa kemarin (20/4) dilaksanakan Sosialisasi Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kec. Plupuh, Kab. Sragen yang bertempat di Aula Kantor Kecamatan Plupuh. Dengan dihadiri oleh Tim FKUB Kab. Sragen, Badan Kesbang Pol dan Linmas, Muspika Kec. Plupuh, Tokoh Agama Kec. Plupuh, serta Pengurus Takmir Masjid se-Kec. Plupuh, acara ini mengagendakan Sosialisasi Program Kerja FKUB Kab. Sragen, Penyerahan Rekomendasi Ijin Mendirikan Rumah Ibadah, dan Silaturahmi antar tokoh agama di wilayah Kec. Plupuh.


           Dalam sambutan yang disampaikan oleh Camat Plupuh P. Noerdyatmo, S.Sos, MM, diharapkan FKUB dapat menjembatani hubungan pemerintah dan masyarakat. Kepada pemerintah dapat menginformasikan dan memberi rekomendasi masalah pemeliharaan kerukunan antar umat beragama, dan kepada masyarakat dapat mensosialisasikan peraturan perundang-undangan dan kebijakan dibidang keagamaan serta memberi rekomendasi tertulis atas permohonan pendirian rumah ibadah. (kec.plupuh-PDE)

    [ Kec. Plupuh-PDE ]


    [ 31/03/2010, 10:51 WIB ]
    PAMELO, SI MANIS DARI PLUPUH

           PLUPUH - Seorang pekerja di perkebunan jeruk terlihat tersenyum puas saat memanen jeruk-jeruk berkulit kuning kehijauan di kebun yang luas, di benaknya terbayang si penikmat jeruk akan merasa nikmat saat mencicipi buah yang satu ini. Julukan jeruk besar tanpa biji ini memang masih agak asing, Jeruk pamelo (Citrus grandis L). Namun karena lezat -rasa manis tanpa asam- jeruk istimewa ini sangat digemari dan dicari banyak orang.


           Di Kecamatan Plupuh, jeruk ini berhasil dikembangkan dan dibudidayakan dengan baik sehingga menjadi produk unggulan Sragen. Selain di Kecamatan Plupuh, di Desa Keden dan Wonorejo Kecamatan Kalijambe juga membudidayakan tanaman jeruk, namun jenis jeruk besar (Citrus celebia L).

    [ PDE ]


    [ 02/03/2010, 08:49 WIB ]
    PLUPUH DISTRIBUSIKAN 3.201 TON UREA

           PLUPUH - Sebanyak 3.201 ton pupuk bersubsidi jenis Orea bakal di distribusikan ke Kecamatan Plupuh secara bertahap dalam satu pekan terakir ini. Pendistribusian pupuk dilakukan terkait dengan banyaknya petani yang mengejar pelaksanaan Musim Tanam (MT) II dalam waktu dekat.


           Demikian keterangan koordinator PPL Plupuh Soewarti kepada, minggu ( 28/2/2010 ) jumlah yang akan didistribusikan ke petani melalui penyalur resmi merupakan jumlah keseluruhan alokasi pupuk sepanjang tahun 2010. “Teknisnya penyaluran pupuk akan dilakukan secara bertahap. Jadi, tidak semua langsung di distribusikan. Soal jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan yang ada”, jelasnya.


           Dia mengharapkan pasokan pupuk ke Plupuh sepanjang 2010 sesuai dengan taksiran awal di mana, secara keseluruhan luas area sawah di plupuh mencapai 3.558 hektar. Berdasarkan pada pendataan yang sudah dilakukan di waktu sebelumya terdapat 87 kelompok tani di Kecamatan Plupuh yang berhak mendapatkan pasokan pupuk.

    [ Kec. Plupuh ]


    [ 20/02/2010, 09:22 WIB ]
    HASIL FARM FIELDAY PADI KECAMATAN PLUPUH

           PLUPUH - Beras merupakan bahan makanan pokok bagi Rakyat Indonesia. Program peningkatan produksi beras secara nasional dengan sasaran produksi 55kw/ha berhasil selama 5 tahun terakhir. Di tingkat kabupaten juga ikut berupaya meningkatkan produksi dari sasaran 57 Kw/ha ternyata bisa menjadi 61 kw/ha. Semuanya gabah kering panen, bahkan di kecamatana Plupuh di tahun 2009 produksi per hektar mampu menghasilkan 72 kw/ha GKP.


           Namun demikian pertumbuhan penduduk juga selalu naik setiap tahunnya antara 1 – 1,5%, sedang luas panen makin tahun makin berkurang karena banyaknya lahan beralih fungsi yaitu untuk pemukiman dan pendirian pabrik-pabrik.

    [ Kec.Plupuh-PDE ]


    [ 16/01/2010, 10:23 WIB ]
    MASYARAKAT PLUPUH SIAP MELAKSANAKAN PENGHIJAUAN

           PLUPUH - One man One Three. Rasanya memang cukup bertanggungjawab bila kita diserahi tugas untuk menjaga lingkungan ini, karena bila kita baik dengan lingkungan maka lingkungan akan pula melindungi kita. Reboisasi telah menjadi kewajiban kita, menghadapi musim penghujan saat ini, Dinas Kehutanan dan Perkebunan pada hari Kamis, tanggal 14 Januari 2010, telah mengirim bantuan bibit kepada Kecamatan Plupuh, yaitu bibit Jati sejumlah 10.500 batang dan bibit Mahoni 500 batang, dan akan disusul lagi bantuan bibit sejumlah 7.500 batang jenis bibit Gmelina dan Mahoni.[ Kec. Plupuh ]


    [ 25/11/2009, 10:36 WIB ]
    PLUPUH ADAKAN BERBAGAI KEGIATAN MENYAMBUT HUT PGRI DAN KORPRI

           PLUPUH - Memperingati hari-hari besar nasional merupakan upaya untuk menghargai bangsa dan jasa para pahlawan serta menumbuhkan sikap nasionalisme, begitu juga yang dilakukan oleh Kecamatan Plupuh dalam rangka memperingati HUT PGRI ke 64 dan HUT KORPRI ke 38 tahun 2009 tingkat Kec.Plupuh.


          Panitia Peringatan HUT PGRI ke 64 dan HUT KORPRI ke 38 tahun 2009 Tingkat Kec. Plupuh menyelengarakan beberapa kegiatan antara lain Olah Raga yang terdiri dari Volly Ball, Bulu tangkis dan Gerak jalan sehat dengan peserta Guru / Karyawan tenaga Kependidikan dar SLTP,SLTA dan Tiap Dabin untuk SD, serta unsur Korpri dari Non Tenaga kependidikan. Kegiatan itu dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa kemarin (23-24 / 11) di lingkungan kecamatan dan sekitar.


           Upacara puncak peringatan HUT PGRI tahun 2009 dilaksanakan disekolah masing – masing pada hari Rabu 25 Nopember 2009, sedangkan upacara peringatan HUT Korpri tahun 2009 dipusatkan ditingkat Kabupaten pada tanggal 30 November nanti.(kecplupuh)

    [ Kec_Plupuh ]


    [ 12/10/2009, 11:27 WIB ]
    SARASEHAN BUDAYA INISIATIF KOMUNITAS KREATIF

           PLUPUH - Pada hari Sabtu (12/09) bertempat di Balai Desa Cangkol Kecamatan Plupuh PNPM Budaya mengadakan Sarasehan Budaya Inisiatif Komunitas Kreatif ( IKK ) Kecamatan Plupuh.


           Sarasehan ini diikuti oleh Muspika, Kepala Desa, Ketua Paguyuban Seni Budaya, Pengusaha Pembatik dan Pelaku IKK yang ada di Wilayah Kecamatan Plupuh. Turut hadir dalam Sarasehan perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Dippenda Kabupaten Sragen dengan Nara Sumber Mulyanto Parwanto.


            Adapun Maksud dan Tujuan agar Program IKK yang dilaksanakan oleh pelaku IKK Kecamatan Plupuh pada tahun yang akan datang betul-betul efektif dan efisien dilaksanakan agar pencapaian mimpi yang telah dilakukan dapat tercapai.

    [ Kec. Plupuh ]


    [ 10/10/2009, 11:40 WIB ]
    Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan 10 Program Pokok PKK Ke Tiga Desa di Wilayah Kecamatan Plupuh

           PLUPUH - Telah diadakan evaluasi oleh Tim Evaluasi TP PKK Kabupaten Sragen yang menghadiri 10 Orang pada Hari Kamis, Tanggal 8 Oktober 2009, yaitu Desa Jembangan, Desa Pungsari, dan Desa Somomorodukuh.


           Tim Evaluasi TP PKK Kabupaten dalam sambutannya menyampaikan bahwa 10 Program Pokok PKK harus dilaksanakan baik dalam bentuk administrasi maupun kegiatan fisik yang berujung untuk peningkatan kesejahteraan keluarga. Anggaran kegiatan diharapkan tiap tahun bergantian dari Pokja I ke Pokja yang lain, sehingga diharapkan bisa merata, tidak menumpuk pada satu Pokja saja.


           Camat Plupuh, Bapak P.Noerdyatmo,S.Sos,MM., selaku Dewan Penyantum TP PKK Kec. Plupuh dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Tim Evaluasi dari Tingkat Kabupaten, dan Tingkat Kecamatan yang sudah berupaya untuk mengadakan pembinaan. Namun karena kemampuan masing-masing Desa berbeda, untuk hasil nyata evaluasi di lapangan diserahkan kepada Tim Evaluasi Tingkat Kabupaten. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan motivasi baik bagi pengurus maupun anggota PKK untuk dapat melaksanakan 10 Program Pokok PKK dengan baik.( Kec. Plupuh )

    [ Kec. Plupuh ]


    [ 10/10/2009, 09:56 WIB ]
    TABLIGH AKBAR DAN PENGUKUHAN PRAJA DI PLUPUH

           PLUPUH - Praja Plupuh bekerja sama dengan Takmir Masjid Al-Hidayah Desa Sambirejo Plupuh beberapa waktu yang lalu Sabtu (26/9) mengadakan Pengajian Tabligh Akbar Dzikir, Doa dan Dakwah serta pengukuhan pengurus Presidium ( Praja ) Nusantara Bangkit Kabupaten Sragen bertempat di Masjid Al-Hidayah Desa Sambirejo Kecamatan Plupuh telah di laksanakan.


           Pengukuhan dan pelantikan Pengurus Presidium PRAJA NUSANTARA BANGKIT Kab. Sragen dilaksanakan oleh Ketua Praja Nusantara / Ketua Praja Jawa Tengah H. Sudir Santoso SH dilanjutkan dengan mengisi Pengajian Akbar Dzikir dan Do\'a serta Dakwah. Peserta yang hadir sekitar 1500 orang dan Muspika Plupuh, juga dihadiri oleh Pejabat Depertemen Dalam Negeri yang di wakili oleh Direktur Jendral Penaganan Konflik Kasbang Linmas Depdagri Bp. Kombes Pol Drs.Widiyanto Pusoko SH.


           Dalam sambutanya Kombespol menyampaikan Praja untuk memajukan Desa masing-masing, Praja dibentuk tidak untuk berpolitik. Pengurus yang baru saja di kukuhkan untuk segera membuat program yang berkaitan dengan pembangunan / kemajuan,Desa segera melaporkan keberadaan Organisasi tersebut kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Badan Kasbang Polinmas kab. Sragen. Acara dilanjudkan pagelaran wayang kulit dengan Ki Dalang Cilik Adam Ghifari putra dari Bp.H.Oma Irama dengan lakon Kongso Adu Jago.

    [ kec. Plupuh ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+