Mon, 20 May 2013
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Mei, 2013
  • April, 2013
  • Maret, 2013
  • Februari, 2013
  • Januari, 2013
  • Desember, 2012
  • November, 2012
  • Oktober, 2012
  • September, 2012
  • Agustus, 2012
  • Juli, 2012
  • Juni, 2012

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Mondokan


    [ 16/04/2013, 09:36 WIB ]
    KRIPIK TEMPE BENGUK DARI MONDOKAN

           MONDOKAN - Tempe merupakan alternatif sumber
    gizi terbaik. Harganya yang murah serta rasanya yang nikmat membuat tempe
    tak pernah kehilangan konsumen setianya. Pada dasarnya, tempe terbuat dari
    bebijian kedelai yang difermentasikan dengan jemur tertentu. Tetapi, di daerah
    tertentu ada beberapa jenis tempe yang tidak dibuat dari kedelai. Misalnya di
    daerah kecamatan Mondokan atau daerah sekitar Waduk Kedungombo dimana tempe
    khasnya terbuat dari biji Kara Benguk atau Macuna Pruriens.

     



           Di
    daerah Lombok juga Bali Timur, tempenya terbuat dari ampas kacang gude dengan
    nama tempe gembus. Di Malang lain lagi, tempenya bernama tempe Majas dan
    terbiuat dari campuran kacang tanah dan juga kelapa. Masih ada banyak varian
    tempe. Tetapi secara umum, tempe dari kedelai menempati urutan konsumsi
    tertinggi di Indonesia. Jika selama ini Anda terbiasa membeli tempe di pasar,
    tak ada salahnya kali ini Anda mencoba mencicipi Tempe Benguk/ Keripik tempe
    benguk dari pengrajin tempe industri rumahan warga masyarakat Kecamatan
    Mondokan, anda penasaran?



           Pernah
    singgah ke Kecamatan Mondokan?? Pasti pernah mencicipi penganan khas daerah ini.
    Yup, sudah pasti keripik tempe Benguk. Keripik tempe Benguk adalah produk industri rumahan masyarakat
    di daerah ini.  Tempe benguk diiris tipis
    dicelupkan ke adonan tepung terigu encer lalu digoreng dengan minyak kelapa
    hingga kering. Hasilnya, adalah keripik Benguk renyah yang gurih dan lezat.



           Tempe
    benguk adalah kreasi lain dari jenis tempe yang termasuk langka dimasyarakat
    (dari biji kara benguk, Mucuna pruriens) . Pada saat ini tempe benguk sudah
    sangat langka dan tidak akan di temukan di kota-kota besar. Sebenarnya tempe
    benguk sangat lezat dan mantap jika mengolahnya dengan sabar dan teliti.

           Koro
    benguk (Mucuna pruriens) merupakan jenis koro-koroan yang bila dibandingkan
    dengan kedelai, kadar protein dan lemak kara benguk lebih rendah, sedangkan
    kadar karbohidratnya lebih tinggi, bahkan dua kali kandungan karbohidrat
    kedelai. Pembudidayaan yang mudah dapat menjadikan koro benguk sebagai
    alternatif sumber protein.



           Produk
    kripik tempe Benguk di Daerah ini menjadi industri rumahan yang banyak dikelola
    oleh kaum perempuan. Kripik tempe Benguk yang sudah digoreng lalu dibungkus
    dalam kemasan plastik berisi kurang lebih 8 buah. Label kemasan cukup dengan
    kertas fotokopi bertuliskan merek dan alamat produsen.
    Setiap bungkus keripik dijual secara grosiran ke pasar kecamatan dengan harga yang
    relatif murah.



           Membuat
    keripik tempe yang gurih perlu ketelitian dan kebersihan. Tempe Benguk harus
    terbuat dari biji kara benguk yang bagus supaya pada saat vermentasi rasanya
    tidak pahit. biji kara benguk  yang bagus
    juga memudahan pengirisan tempe menjadi lembaran kripik tipis. Selain itu,
    minyak kelapa yang digunakan harus berkualitas bagus supaya kripiknya wangi dan
    tidak sangit.



           Menurut
    salah satu warga, para produsen kripik Benguk lebih memilih minyak kelapa
    buatan sendiri dibanding membeli minyak kelapa curah yang dijual di pasaran.
    Tempenya sendiri diambil dari pengrajin sekitar  yang dikenal dengan produsen tempe Benguk.

           Industri
    ini mampu menjadi pemasukan keluarga, terutama setelah masa tanam padi. Setelah
    panen warga banyak yang menganggur menunggu panen padi. Warga biasa menyebutnya
    sebagai musim paceklik. Pemasukan sulit, akhirnya para perempuan banyak yang
    berinisiatif membuat industri rumahan dan pedagang keliling.

           Dan kini usaha ini
    sudah menjadi peluang sukses bisnis rumahan.

    Menambah
    pemasukan sekaligus membangun industri rumahan hingga menjadi produk khas daerah
    tersebut pasti sangat menyenangkan dan menguntungkan bukan??. Selamat menikmati
    Tempe beguk. (PJ/YL).


    [ PDE ]


    [ 21/12/2010, 10:48 WIB ]
    SI KRIUK DARI MONDOKAN

           

    MONDOKAN - Perkembangan persaingan di dunia bisnis saat ini semakin
    ketat. Tak terkecuali juga dengan dunia bisnis makanan khususnya makanan
    kerupuk bandung. Selain banyaknya pebisnis yang berada dijalur yang sama dalam
    persaingan harga, dunia usaha kerupuk bandung juga menghadapi kondisi yang
    sulit setelah pemerintah membuat kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak
    (BBM) sampai 100% lebih. Akibatnya, harga bahan baku menjadi naik drastis
    terutama harga bahan baku utama tepung tapioka yang kenaikannya hampir mencapai
    100% yaitu dari harga Rp 200.00 per kuintal menjadi Rp 350.000 per kuintal.

           Salah satunya  adalah Kerupuk
    Bandung Mondokan. Walaupun perusahaan tersebut hanya Industri  rumah tangga, tetapi omsetnya sudah cukup
    lumayan. Dalam satu hari, biaya produksi mencapai 2 juta rupiah dengan laba
    bersih sekitar Rp 300.000,00.



          Adalah Tugimin, pemilik Usaha kerupuk Bandung ini, keinginannya
    untuk mensejahterakan keluargantya membuat ia bekerja keras membangun usaha.
    Pada awalnya, Tugimin mendirikan usaha kerupuk dengan mencari pinjaman di BRI
    sebesar 1 juta rupiah, hingga kini berkat usaha kerasnya, ia telah mempekerjakan
    16 pegawai.

           Setiap harinya Tugimin beserta karyawannya mengolah 3
    kuintal pati dan gandum. Pertama-tama pati dan gandum dicampur dan diaduk rata
    dengan garam, bawang,dan  penyedap.
    Setelah dicampur dengan air dengan komposisi yang sudah ditentukan, bahan
    olahan siap dicetak, dijemur, digarang, lalu digoreng.

          Kerupuk Bandung Pak Tugimin yang beralamat di
    Sambiroto, Rt 7/3, Pare Mondokan menjual dua macam produk yang dihasilkan yaitu
    kerupuk putih dan kerupuk kuning. Pengemasan per sepuluh biji dijual dengan
    harga Rp 600,00. Kerupuk sebagian diambil bakul, sebagian lagi disetorkan ke
    Pasar Gabugan, Purwodadi, dan Grobogan.(ning-sri,pde)
    [ PDE ]


    [ 23/05/2008, 11:18 WIB ]
    KK MISKIN LANSIA MONDOKAN TERIMA DANA BANTUAN BEDAH RUMAH

    MONDOKAN - Untuk melaksanakan program pengentasan kemiskinan, pemerintah selalu berusaha membuat program yang efektif dan tepat sasaran. Pada hari Kamis, 22 Mei 2008 sekitar pukul 11.00 WIB bertempat di Pendopo Kantor Kec. Mondokan telah diadakan penyerahan dana bantuan Bedah Rumah Tak Layak Huni oleh Dinas Sosial Kab. Sragen. untuk wilayah Kecamatan Mondokan jumlah penerima bantuan sebanyak 8 orang yang terdiri diri para KK Miskin Lansia. Penyerahan disaksikan oleh Camat Mondokan bersama Kasi Kesra, Kepala Desa, dan Ketua RT Penerima bantuan tempat tinggal.[ PDE ]


    [ 24/10/2007, 10:37 WIB ]
    SMPN 2 MONDOKAN JUARA HARAPAN I LOMBA SEKOLAH SEHAT SE JATENG

    MONDOKAN-SMPN 2 Mondokan yang mewakili Kabupaten Sragen dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat SMP/MTs se Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan 4 September lalu akhirnya harus puas menerima hasilnya sebagai Juara Harapan I. Menurut Kepala SMPN 2 Mondokan, Drs. Jasmanto, MM, meski hanya sebagai Juara Harapan I, pihaknya tetap bersemangat untuk terus menerapkan pola hidup sehat di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Sekolah ini berlokasi di antara lahan kering dipingiran hutan jati dan berada sekitar 25 km dari ibukota kabupaten Sragen


    “Keputusan Tim Penilai atas hasil lomba ini kami terima sebagai bahan evaluasi, sekaligus pemicu semangat untuk terus berbenah diri dalam menerapkan pola hidup sehat bagi keluarga besar SMPN 2 Mondokan dan masyarakat di lingkungan sekolah”, kata Jasmanto Rabu (24/10)


    Jasmanto menjelaskan bahwa lomba ini sebagai sarana agar peserta didik memiliki pengetahuan tentang ilmu kesehatan, kemampuan dan ketrampilan untuk berperilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki kesegaran jasmani dan daya tahan tubuh yang baik terhadap penyakit.


    Menurut Jasmanto, program kesehatan yang diadakan di SMPN 2 Mondokan, meliputi pembinaan lingkungan fisik, mental dan sosial sekolah, pembinaan lingkungan keluarga serta pembinaan masyarakat sekitar. “Bahkan pihak sekolah tak jarang melakukan kunjungan rumah (home visit) siswa dan bezuk ke rumah siswa yang sakit,” tambahnya.
    Pendidikan Kesehatan yang diterapkan di Sekolah ternyata juga mampu memberikan dampak positif terhadap masyarakat lingkungan. “Kebiasaan rutin setiap hari yang dilakukan para siswa dan keluarga besar SMPN 2 Mondokan seperti menyapu halaman sekolah, bisa mendorong masyarakat sekitarnya ikut aktif dalam kebersihan dan kesehatan lingkungan mereka”, kata Jasmanto.
    [ PDE ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+