Thu, 18 September 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • September, 2014
  • Agustus, 2014
  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013
  • Oktober, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Gesi


    [ 20/05/2014, 10:44 WIB ]
    Mengenal Sumarsono, lelaki asli Gesi yang pernah menduduki jabatan Dubes RI untuk Myanmar

    Bercita-cita menjadi pekerja bengkel, Sumarsono muda justru diterima masuk Akabri. Pengabdian dan kerja kerasnya, membawa ayah dua putra ini menjadi seorang Jenderal bintang dua. Sempat menjabat Deputi Mensesneg, lelaki asli Gesi ini pernah menjabat sebagai Duta Besar di Kedubes RI untuk Myanmar.

    Presiden Susilo Bambang Yodhoyono menurunkan Kepres no. 44/P/2008 tanggal 14 Juli  lalu, Sebastianus Sumarsono dipercaya menjadi Duta Besar di negara yang dulu dikenal sebagai Birma ini.  Sejak 19 September 2013, Sebastianus Sumarsono menyerahkan kursi duta besar Indonesia untuk Myanmar kepada Ito Sumardi.  Ketika berkunjung ke Sragen beberapa tahun lalu, menurut Sumarsono selama menjadi dubes di mynmar, banyak kesamaan yang terdapat pada dua negara serumpun ini. Ciri-ciri fisik penduduknya, tak jauh dengan orang pribumi Indonesia. Sumarsono bercerita, sering ada warga setempat tiba-tiba ‘ngoceh’ di dekatnya dengan bahasa Myanmar, karena dikira ia orang Myanmar juga. Dia juga menceritakan ketika KBRI Yangon akan mengirim 14 siswa dalam lomba cerita rakyat indonesia. Dua di antaranya adalah warga Myanmar. Dua murid perempuan itu, Angela Mungzizshim dan Merma Nossier, akan mengikuti lomba bercerita, story telling. Angela membawakan cerita tentang Roro Jonggrang, sedangkan Merma berkisah tentang Cindelaras. Mereka berdua adalah pelajar kelas X di sekolah tersebut.Mungkin karena lidah orang Myanmar, dua siswi itu sulit mengucapkan nama beberapa tokoh dalam cerita tersebut. Angela, misalnya, sulit mengucapkan kata Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Beberapa kali Sumarsono membantu Angela mengucapkan nama dua tokoh dalam cerita berdirinya Candi Prambanan tersebut. ‘Aku sudah diajari, tetapi tetap sulit’, ucap Angela dengan malu-malu kala itu.
    Demikian juga warisan budaya. Tulisan tradisional negeri itu, mirip dengan hanacaraka-nya orang Jawa.
    [ PDE SRAGEN ]


    [ 25/03/2014, 06:07 WIB ]
    AMANU (Anak-anak MA NU) lahir untuk mewujudkan cita-cita luhur pendiri NU

    Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Gesi Sragen (disingkat MA NU) adalah jenjang pendidikan menengah atas pada pendidikan formal di Indonesia dan di lingkup organisasi Nahdlatul ulama, setara dengan sekolah menengah atas, yang pengelolaannya dilakukan oleh organisasi NU mengacu pada peraturan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Nasional. Pendidikan madrasah aliyah Nahdlatul Ulama ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas X sampai kelas XII. diharapkan peserta didik   tidak berhenti sampai disini akan tetapi memiliki kemauan kuat untuk melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi.
    Pada tahun kedua (yakni kelas XI), seperti halnya siswa SMA, siswa MA NU memilih salah satu dari 2 jurusan yang ada, yaitu Ilmu Alam dan Ilmu Sosial. Untuk angkatan pertama kami baru membuka jurusan Ilmu Alam (IPA), Pada akhir tahun ketiga (yakni kelas XII), siswa diwajibkan mengikuti Ujian Nasional yang mempengaruhi kelulusan siswa. Lulusan madrasah aliyah NU dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi umum, perguruan tinggi agama Islam, atau langsung bekerja.

    [ PDE SRG ]


    [ 02/02/2013, 13:27 WIB ]
    Tingkatkan fasilitas Lab untuk menggaet siswa baru

    Keberhasilan sebuah sekolah banyak dipengaruhioleh banyak factor, salahsatu indikatornya adalah jumlah siswa, jumlah siswa terutama pendaftar siswa baru bisa menjadi indikasi kualitas sekolah yang mereka daftar, semakin banyak peminat bisa jadi menunjukkan semakin baik kualitas sekolah tersebut. Begitu juga sebaliknya.
    SMK Negeri 1 Gesi Sragen sangat menyadari betul bahwa peningkatan kualitas seperti penyediaan fasilitas lab. Mutlak dipenuhi setiap SMK jika tidak ingin gak kebagian murid. Manajemen di SMK ini sadar betul bahwa guna menunjang keberhasilan belajar mengajar di sekolah perlu dukungan fasilitas lab yang memadai.
    [ PDE ]


    [ 06/11/2013, 09:47 WIB ]
    BAKTI SOSIAL IDI CABANG KAB. SRAGEN DI DESA POLENG KECAMATAN GESI

           GESI – Pada tanggal 05 November 2013, IDI (Ikatan Dokter
    Indonesia) Cabang Kabupaten Sragen menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial
    Kesehatan di Desa Poleng Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen. Dalam acara tersebut
    diisi dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat dan pembagian
    sembako.



           Pemilihan lokasi tersebut didasarkan karena masih banyaknya
    warga masyarakat di Desa Poleng yang masuk dalam masyarakat pra sejahtera atau
    miskin. Warga masyarakat sendiri menyambut dengan gembira , kegiatan bakti
    soaial tersebut sesak di hadiri warga masyarakat yang mengantri dari pagi hari.



           Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingatan hari
    dokter nasional, dan tentunya merupakan wujud keperdulian IDI cab. Kabupaten
    Sragen dengan masyarakat yang membutuhkan pertolongan, khususnya di bidang
    kesehatan kemasyarakatan. (pj/yl).

    [ PDE ]


    [ 09/09/2013, 09:47 WIB ]
    DAIMESSTAR SENTRA KERAJINAN TAS DARI KECAMATAN GESI

           GESI - Beragam tas wanita ini nampak
    indah. Model dan warnanya sesuai dengan selera masyarakat masa kini. Sekilas
    tas ini tampak berharga mahal, padahal harganya relatif terjangkau, karena
    dibuat oleh tangan-tangan terampil para perajin tas di Desa Blangu, Kecamatan
    Gesi, Kabupaten Sragen.

          


           Sentra kerajinan tas ini dapat dicapai dari Kota Sragen selama 25 menit
    perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor, mengambil arah ke kantor
    Kecamatan Gesi. Proses pembuatan tas dimulai dengan membuat pola. Pola dibuat
    dengan menggunakan kertas manila. Disainnya disesuaikan dengan disain tas yang
    sedang banyak disukai masyarakat. Setelah pola jadi, kemudian ditempelkan ke
    bahan dan dipotong rata.

          


           Proses selanjutnya adalah merapikan potongan bahan dengan cara diseset.
    Pengerjaan ini harus dilakukan secara hati-hati, karena proses penyesetan
    menggunakan mata pisau yang tajam.

         [ PDE ]


    [ 11/03/2013, 12:36 WIB ]
    EMPING GARUT

           GESI
    - Emping garut yang memang belum banyak dijumpai di pasaran ini,
    merupakan salah satu alternatif makanan yang dapat dinikmati siapa
    saja, termasuk bagi orang yang menderita penyakit tertentu. Selain non
    kolesterol, emping garut ini bahkan dipercaya bermanfaat bagi penderita
    diabetes atau penyakit kencing manis. Pasalnya selain sebagai sumber
    karbohidrat, di dalam umbi garut ini, juga terdapat kandungan indeks
    glisemik yang rendah.

           
    Keunggulan tanaman garut adalah mampu tumbuh maksimal dibawah naungan
    dengan intensitas cahaya minimal, tumbuh pada tanah miskin hara dan
    tidak membutuhkan perawatan yang khusus. Tanaman garut yang diambil
    hasilnya adalah rimpang/umbi yang dapat langsung dikonsumsi atau diolah
    menjadi tepung dan emping garut.

           
    Home industry “Emping Garut Super” Produksi Sumber Rejeki Ny. Henry
    Sukarno ini mulai dirintis pada tahun 1988, Semula, ia hanya
    memproduksi dalam jumlah kecil dan berskala produk rumah tangga.
    Sedikit demi sedikit, produknya mulai dikenal masyarakat dan usaha nya
    sekarang telah turut melibatkan peran masyarakat sekitar untuk membantu
    dalam proses produksi. “Tujuan saya adalah untuk memajukan perekonomian
    rumah tangga rakyat di sekitar sini yang memang masih relative rendah”,
    ujar pemilik home industry ini.(pj/n.hart).[ pde ]


    [ 15/06/2010, 10:56 WIB ]
    HOME INDUSTRY EMPING GARUT SUPER

           GESI - Emping garut yang memang belum banyak dijumpai di pasaran ini, merupakan salah satu alternatif makanan yang dapat dinikmati siapa saja, termasuk bagi orang yang menderita penyakit tertentu. Selain non kolesterol, emping garut ini bahkan dipercaya bermanfaat bagi penderita diabetes atau penyakit kencing manis. Pasalnya selain sebagai sumber karbohidrat, di dalam umbi garut ini, juga terdapat kandungan indeks glisemik yang rendah.


           Keunggulan tanaman garut adalah mampu tumbuh maksimal dibawah naungan dengan intensitas cahaya minimal, tumbuh pada tanah miskin hara dan tidak membutuhkan perawatan yang khusus. Tanaman garut yang diambil hasilnya adalah rimpang/umbi yang dapat langsung dikonsumsi atau diolah menjadi tepung dan emping garut.


           Home industry “Emping Garut Super” Produksi Sumber Rejeki Ny. Henry Sukarno ini mulai dirintis pada tahun 1988, Semula, ia hanya memproduksi dalam jumlah kecil dan berskala produk rumah tangga. Sedikit demi sedikit, produknya mulai dikenal masyarakat dan usaha nya sekarang telah turut melibatkan peran masyarakat sekitar untuk membantu dalam proses produksi. “Tujuan saya adalah untuk memajukan perekonomian rumah tangga rakyat di sekitar sini yang memang masih relative rendah”, ujar pemilik home industry ini.

    [ PDE ]


    [ 25/01/2008, 11:46 WIB ]
    KRISIS MONETER MEMBENTUK KEULETAN BERBUAH KESUKSESAN

           GESI - Dusun Genengsari Desa Blanggu Kecamatan Gesi bukanlah desa yang besar. Namun jangan heran bila tas hasil produksi home industri warga sini telah merambah di sebagian besar pasar dan toko di Indonesia. Hampir semua toko tas di kota-kota di Indonesia memajang merek Daimesstar dan King Bag .


            Adalah Jumanto, seorang warga dusun Genengsari desa Blangu Kecamatan Gesi sejak tahun 2001 silam menekuni produksi tas. Tak disangka usaha yang baru dirintisnya tujuh tahun lalu itu, kini telah maju dengan pesatnya. Setiap hari ia mampu berproduksi sebanyak 1000 buah tas dengan aneka macam bentuk dan jenis.
    [ PDE ]


    [ 01/10/2007, 11:33 WIB ]
    MESKIPUN JADI ORANG DESA REJEKI HARUS KOTA

    GESI-Desa Blangu merupakan salah satu desa diwilayah kecamatan Gesi. Terletak di wilayah utara
    Kabupaten Sragen. Minggu (30/9) Tim Safari Ramadhan yang dipimpin Bupati Sragen Untung
    Wiyono mengadakan kunjungan Silaturahmi ke desa tersebut dalam rangka Safari Ramadhan Ashar
    Keliling 1428 H. Pada saat kunjungan lapangan ke rumah-rumah warga, Bupati menemukan banyak
    tanaman garut dan salak yang dikembangkan oleh warga setempat.


    Bupati Sragen mengharapkan agar warga lebih kreatif dan mau berjuang dalam mengolah
    potensi desanya. “Meski jadi orang desa tapi rejeki harus kota” kata Bupati. Bupati mencontohkan
    salah satunya adalah perajin gedhek warga desa tersebut yang telah berhasil memasarkankan
    produksinya sampai ke berbagai wilayah.[ PDE ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+