Fri, 24 May 2013
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Mei, 2013
  • April, 2013
  • Maret, 2013
  • Februari, 2013
  • Januari, 2013
  • Desember, 2012
  • November, 2012
  • Oktober, 2012
  • September, 2012
  • Agustus, 2012
  • Juli, 2012
  • Juni, 2012

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Gesi


    [ 11/03/2013, 12:36 WIB ]
    EMPING GARUT

           GESI
    - Emping garut yang memang belum banyak dijumpai di pasaran ini,
    merupakan salah satu alternatif makanan yang dapat dinikmati siapa
    saja, termasuk bagi orang yang menderita penyakit tertentu. Selain non
    kolesterol, emping garut ini bahkan dipercaya bermanfaat bagi penderita
    diabetes atau penyakit kencing manis. Pasalnya selain sebagai sumber
    karbohidrat, di dalam umbi garut ini, juga terdapat kandungan indeks
    glisemik yang rendah.

           
    Keunggulan tanaman garut adalah mampu tumbuh maksimal dibawah naungan
    dengan intensitas cahaya minimal, tumbuh pada tanah miskin hara dan
    tidak membutuhkan perawatan yang khusus. Tanaman garut yang diambil
    hasilnya adalah rimpang/umbi yang dapat langsung dikonsumsi atau diolah
    menjadi tepung dan emping garut.

           
    Home industry “Emping Garut Super” Produksi Sumber Rejeki Ny. Henry
    Sukarno ini mulai dirintis pada tahun 1988, Semula, ia hanya
    memproduksi dalam jumlah kecil dan berskala produk rumah tangga.
    Sedikit demi sedikit, produknya mulai dikenal masyarakat dan usaha nya
    sekarang telah turut melibatkan peran masyarakat sekitar untuk membantu
    dalam proses produksi. “Tujuan saya adalah untuk memajukan perekonomian
    rumah tangga rakyat di sekitar sini yang memang masih relative rendah”,
    ujar pemilik home industry ini.(pj/n.hart).[ pde ]


    [ 23/12/2010, 11:39 WIB ]
    DAIMESSTAR SENTRA KERAJINAN TAS DARI KECAMATAN GESI

           GESI - Beragam tas wanita ini nampak indah. Model dan warnanya sesuai dengan selera masyarakat masa kini. Sekilas tas ini tampak berharga mahal, padahal harganya relatif terjangkau, karena dibuat oleh tangan-tangan terampil para perajin tas di Desa Blangu, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.


           Sentra kerajinan tas ini dapat dicapai dari Kota Sragen selama 25 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor, mengambil arah ke kantor Kecamatan Gesi. Proses pembuatan tas dimulai dengan membuat pola. Pola dibuat dengan menggunakan kertas manila. Disainnya disesuaikan dengan disain tas yang sedang banyak disukai masyarakat. Setelah pola jadi, kemudian ditempelkan ke bahan dan dipotong rata.


           Proses selanjutnya adalah merapikan potongan bahan dengan cara diseset. Pengerjaan ini harus dilakukan secara hati-hati, karena proses penyesetan menggunakan mata pisau yang tajam.


            Setelah seluruh bahan siap, barulah dijahit serta diberi resleting dan tali. Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin jahit oleh para pekerja yang sudah terampil. Seluruh pekerjaan dilakukan secara manual. peralatannyapun sederhana. Meski demikian, para perajin disini sudah sangat terampil membuat tas, sehingga hasilnya tidak kalah dengan tas buatan pabrik.


         

    [ pde ]


    [ 03/07/2010, 10:19 WIB ]
    PUSAT KERAJINAN TAS DAIMESSTAR

           GESI - Tas adalah salah satu aksesoris yang sering dipakai dan penting bagi para wanita, anak-anak maupun para lelaki. Fungsi dari pada tas sangat beragam untuk setiap penggunanya, terlebih lagi jenis-jenis tas sekarang ini sangat beragam, mulai dari tas sekolah, tas kantor, tas pundak, tote bag, tas rajut, tas jinjing, tas travel, tas untuk ke pesta atau biasa disebut dengan clutch bag bahkan sampai ke tas organiser yang fungsinya untuk menyimpan beragam barang bawaan tanpa membuat kerepotan apabila ingin berganti dengan koleksi tas yang lain.


           Produk kerajinan tangan merupakan salah satu bagian dari penciptaan ekonomi kreatif dan sekaligus sebagai alternatif penopang kehidupan masyarakat terutama bagi para UKM dan produsen rumahan (Home Industri). Selain terkenal dengan potensi Garut-nya, Kecamatan Gesi juga mempunyai potensi unggul lain, salah satunya adalah pusat kerajinan tas milik Bapak Jumanto.


           Home industry yang sudah mulai berdiri sejak sepuluh tahun yang lalu ini sekarang telah memiliki ± 50 orang karyawan. Mulai dari Lady hand bag, tas sekolah hingga tas kantor diproduksi di kediaman Bapak Jumanto di desa Blangu ini. Daerah pemasarannya pun tak tanggung-tanggung, dari daerah lokal hingga ke luar pulau Jawa, seperti Kalimantan, NTB bahkan Papua Nugini.


            Dengan modal awal dari pinjaman bank Mandiri, saat ini home industry ini makin mensolidkan usahanya denagan membuka cabang di Cantel, Sragen (100 meter ke arah selatan dari perempatan Batuar Sragen). Bahan baku pembuatan tas didatangkan dari berbagai daerah, seperti Kudus, Madiun, dan Jogja. Dengan bahan yang relative sederhana ini, para karyawan Daimesstar dapat menyulapnya menjadi tas yang patut mendapatkan perhatian tersendiri dari khalayak dan pastinya dengan harga yang begitu manis. (Lia,ning_PDE)

    [ ]


    [ 15/06/2010, 10:56 WIB ]
    HOME INDUSTRY EMPING GARUT SUPER

           GESI - Emping garut yang memang belum banyak dijumpai di pasaran ini, merupakan salah satu alternatif makanan yang dapat dinikmati siapa saja, termasuk bagi orang yang menderita penyakit tertentu. Selain non kolesterol, emping garut ini bahkan dipercaya bermanfaat bagi penderita diabetes atau penyakit kencing manis. Pasalnya selain sebagai sumber karbohidrat, di dalam umbi garut ini, juga terdapat kandungan indeks glisemik yang rendah.


           Keunggulan tanaman garut adalah mampu tumbuh maksimal dibawah naungan dengan intensitas cahaya minimal, tumbuh pada tanah miskin hara dan tidak membutuhkan perawatan yang khusus. Tanaman garut yang diambil hasilnya adalah rimpang/umbi yang dapat langsung dikonsumsi atau diolah menjadi tepung dan emping garut.


           Home industry “Emping Garut Super” Produksi Sumber Rejeki Ny. Henry Sukarno ini mulai dirintis pada tahun 1988, Semula, ia hanya memproduksi dalam jumlah kecil dan berskala produk rumah tangga. Sedikit demi sedikit, produknya mulai dikenal masyarakat dan usaha nya sekarang telah turut melibatkan peran masyarakat sekitar untuk membantu dalam proses produksi. “Tujuan saya adalah untuk memajukan perekonomian rumah tangga rakyat di sekitar sini yang memang masih relative rendah”, ujar pemilik home industry ini.

    [ PDE ]


    [ 25/01/2008, 11:46 WIB ]
    KRISIS MONETER MEMBENTUK KEULETAN BERBUAH KESUKSESAN

           GESI - Dusun Genengsari Desa Blanggu Kecamatan Gesi bukanlah desa yang besar. Namun jangan heran bila tas hasil produksi home industri warga sini telah merambah di sebagian besar pasar dan toko di Indonesia. Hampir semua toko tas di kota-kota di Indonesia memajang merek Daimesstar dan King Bag .


            Adalah Jumanto, seorang warga dusun Genengsari desa Blangu Kecamatan Gesi sejak tahun 2001 silam menekuni produksi tas. Tak disangka usaha yang baru dirintisnya tujuh tahun lalu itu, kini telah maju dengan pesatnya. Setiap hari ia mampu berproduksi sebanyak 1000 buah tas dengan aneka macam bentuk dan jenis.
    [ PDE ]


    [ 01/10/2007, 11:33 WIB ]
    MESKIPUN JADI ORANG DESA REJEKI HARUS KOTA

    GESI-Desa Blangu merupakan salah satu desa diwilayah kecamatan Gesi. Terletak di wilayah utara
    Kabupaten Sragen. Minggu (30/9) Tim Safari Ramadhan yang dipimpin Bupati Sragen Untung
    Wiyono mengadakan kunjungan Silaturahmi ke desa tersebut dalam rangka Safari Ramadhan Ashar
    Keliling 1428 H. Pada saat kunjungan lapangan ke rumah-rumah warga, Bupati menemukan banyak
    tanaman garut dan salak yang dikembangkan oleh warga setempat.


    Bupati Sragen mengharapkan agar warga lebih kreatif dan mau berjuang dalam mengolah
    potensi desanya. “Meski jadi orang desa tapi rejeki harus kota” kata Bupati. Bupati mencontohkan
    salah satunya adalah perajin gedhek warga desa tersebut yang telah berhasil memasarkankan
    produksinya sampai ke berbagai wilayah.[ PDE ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+