Fri, 19 September 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • September, 2014
  • Agustus, 2014
  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013
  • Oktober, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Karangmalang


    [ 03/07/2014, 06:03 WIB ]
    Hobi bermain musik sambil sekolah, nyantri aja di Ponpes Walisongo ini.

    Ponpes Walisongo adalah pondok pesantren salafi, yang didirikan oleh KH. Maruf Islamuddin pada tahun 1995 di dusun Sungkul, Plumbungan, Kr.Malang, Sragen.
    Pada awal berdirinya ponpes Walisongo hanya ada beberapa santri yang mukim dan di tambah santri-santri yang berdomisili di sekitar pondok. Dan kajian yg dipelajari di ponpes Walisongo seperti pada pondok pesantren salaf pada umumnya, yaitu mempelajari Al-Quran dan kitab kuning yang membahas tentang fiqih, ilmu alat, adabiah, tasawuf dan aqidah dan lain-lain.
          Sejak tahun 1999 di Ponpes Walisongo sudah ada Madrasah Diniyyah ( Madin ) Walisongo, yaitu lembaga pendidikan non formal untuk memanage para santri yang mondok di ponpes Walisongo dalam mengkaji kitab kuning.  
    Seiring dengan makin bertambahnya para santri yang mukim di pondok dan kebanyakan juga sambil sekolah formal diluar pondok, maka timbul gagasan untuk mendirikan lembaga pendidikan formal sendiri yang berada tak jauh dari kompleks pondok.
    Baru pada tahun 2006 ponpes Walisongo mendirikan sebuah lembaga pendidikan formal yang bernama ‘Lembaga Pendidikan Islam ( LPI ) Sunan Walisongo’, pada awal berdirinya LPI yaitu PG & TK Walisongo serta SMP Walisongo.
    Kemudian pada tahun 2008 mendirikan Sekolah Dasar Islam ( SDI ) Walisongo dan pada tahun 2009 berdiri SMK walisongo.
    Kemudian pada tahun 2011 berdiri Madrasah Mualimin kusus untuk para santri yang mondok di PP Walisongo yang tidak sekolah formal.
                 

    [ PDE SRAGEN ]


    [ 24/04/2014, 13:28 WIB ]
    Unit ICT SLB Negeri Sragen, sarana belajar TI bagi anak berkebutuhan khusus

    SLB Negheri Sragen yang beralamat di Jl. Kalibening, Desa Kroyo, Kec. Karangmalang, Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah  adalah sekolah yang berfungsi sebagai sebuah lembaga pendidikan untuk mengantarkan Anak Berkebutuhan Khusus dalam menimba ilmu menuju kemandirian. Ini menjadi sebuah tugas berat yang harus dilaksanakan. Untuk itulah dengan berbekal keikhlasan dan semangat untuk maju, sekolah ini terus mengembangkan diri untuk selalu kreatif dalam menyusun berbagai program pelayanan.
    Sebagai salah satu satu program yang dikembangkan adalah Unit Ketrampilan Komputer dan Informasi. Hal ini menjadi sebuah terobosan yang senantiasa dikembangkan agas SLB Negeri Sragen mampu menempatkan diri sebuah lembaga pendidikan yang terdukung oleh Kekuatan Teknologi dan juga informasi menuju arah perkembangan pendidikan Luar Biasa yang lebih baik.

    [ PDE SRG ]


    [ 18/03/2014, 11:28 WIB ]
    SD Negeri 1 Puro, menjadi salah satu SD percontohan pengembangan akslerasi UKS

    Sebanyak sembilan sekolah di Kabupaten Sragen menjadi percontohan pengembangan akselerasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Sembilan sekolah yang tersebar di tiga kecamatan masing-masing Kecamatan Sragen kota, Sidoharjo dan Karangmalang.

    Kesembilan sekolah tersebut SD Negeri 3 Sragen, SD Negeri 12 Sragen, SD Negeri 2 Sragen dan SD Negeri 4 Sragen, Kecamatan Sragen; SD Negeri 2 Jetak dan SD Negeri 2 Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo; serta SD Negeri 1 Puro, SD Negeri 1 Kroyo dan SD Negeri 5 Plumbungan, Kecamatan Karangmalang. SD Negeri 1 Puro sebagai salah satu SD yang mendapat penghargaan tersebut memang sudah lama berusaha memaksimalkan fungsi UKS, hal ini ditunjukan dengan menambah sarana dan prasarna UKS
    [ PDE SRAGEN ]


    [ 07/10/2013, 10:12 WIB ]
    PEMANFAATAN SUMUR BOR BAGI PENGAIRAN SAWAH

           KARANGMALANG - Petani di Dukuh Tewel, Desa
    Mojorejo, Kecamatan Karangmalang, Sragen, membuat sumur bor, petani berharap
    sumur bor yang pembuatannya menghabiskan dana sekitar Rp 40 juta itu mampu
    menjadi solusi di saat musim kemarau tiba.


          
           Kelompok Tani Ngudirejeki, Dukuh
    Tewel, Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen, yang membuat sumur bor, petani di
    wilayah ini sering gagal panen pada musim kemarau, Pasalnya, setiap kali area
    persawahan di sekitar Dukuh Tewel tak pernah dialiri air. Pada saat kemarau
    petani tetap menanam padi, namun hasilnya tak maksimal. Bahkan, tak sedikit
    yang terpaksa  gagal panen karena sama sekali tak ada air.


           Sumur bor yang dibuat di tengah
    sawah itu, mampu menghasilkan air bervolume besar. sumur bor yang dibuat mampu
    memenuhi kebutuhan air untuk area persawahan seluas 10 hektare.  Setiap
    3500 meter persegi area persawahan bakal dialiri air sepekan sekali dengan
    waktu sekitar empat jam.



           Petani Mojorejo beberapa tahun lalu
    setiap kali musim kemarau, petani selalu ogah-ogahan menanam padi.
    Mereka lebih memilih tak bercocok tanam karena lebih banyak merugi karena
    faktor ketiadakan pasokan air.



           Dengan adanya sumur bor ini
    sepertinya enggak bakal ada yang gagal panen. Soalnya daerah sini di Zdukuh tewel
    Desa Mojorejo dan sekitarnya termasuk lahan yang bagus untuk pertanian.(PJ/YL).
    [ PDE ]


    [ 16/08/2013, 08:48 WIB ]
    PENGRAJIN PISAU DARI KARANGMALANG

           KARANGMALANG -
    Beragam potensi dari masing-masing daerah di Kabupaten Sragen memang sangat
    menarik, termasuk kerajinan pisau yang satu ini. Sudah sejak 12 tahun yang
    lalu, Widodo, warga Rt 5 Purwosari, Jurangjero, Kec. Karangmalang Sragen
    menjadi pengrajin pisau. Dengan modal awal sekitar 3 juta rupiah, kini Widodo
    mampu memutar uang 1,5 juta rupiah perhari.

           
    Dibantu dengan 3 orang pekerja, produksi pisau mampu mencapai 4 kodi perhari.
    Jenis produk yang dihasilkan pun beragam, terdapat dua jenis kelompok besar,
    yaitu pisau jenis Cor dan pisau jenis Selendang. Untuk pisau jenis Cor,
    produk yang dihasilkan antara lain Sabit, Kapak, Parang, sedang untuk jenis
    selendang, produk yang dihasilkan adalah bermacam-macam bentuk pisau dapur.

          
    Bahan baku untuk pisau-pisau tersebut didatangkan khusus dari luar daerah.
    Untuk bahan pisau Cor, Widodo mengambil dari Klaten, sedangkan pisau
    Selendang didatangkan dari Kudus. Pisau Cor berasal dari bijih besi yang
    kemudian dicetak sesuai dengan bentuk yang diinginkan, sedangkan pisau
    selendang berasal dari gergaji bekas.

           
    Proses pembuatan pisau sendiri tidaklah mudah, untuk membuat pisau selendang
    jenis pisau dapur, langkah pertama yang dibuat adalah pembentukan dengan mengiris
    lempengan bahan, kemudian pemberian tangkai, biasanya tangkai dibuat dari
    kayu bekas usuk. Setelah itu dilakukan penggerindaan, kemudian penghalusan
    atau pengasahan untuk ketajaman pisau, dan terakhir pemberian minyak agar
    tidak mudah berkarat.

           
    Banjirnya pesanan memang tergantung musim, bila musim panas permintaan dan
    penjualan pun bagus, dan bila musim penghujan, permintaan pun akan berkurang.
    Hal ini terjadi karena pemasaran pisau-pisau ini kebanyakan oleh pedagang
    keliling, yang akan maksimal berjualan di musim panas. Inilah kendala yang
    dihadapi, yaitu pemasaran dimusim penghujan yang sangat sulit.
    Kami memproduksi dua jenis
    kualitas, meskipun kualitas pertama sangat bagus mutunya, namun karena
    harganya yang lebih mahal jadi pemasarannya sulit, pembeli kebanyakan memilih
    kualitas nomor dua, karena harga yang murah, ungkap Widodo.

          
    Untuk pemasaran, Widodo tak mudah berputus asa. Ia telah mengenalkan pisaunya
    hingga ke Sulawesi dan Sumatera, sedang untuk Jawa, pemasarannya hingga
    Semarang dan Surabaya.


          
    Keuletan Widodo membuahkan kesuksesan, perputaran uang untuk usaha kerajinan
    pisaunya ini bila musimnya bagus dapat mencapai 2 juta rupiah perhari.
    Kesuksesan ini sudah mulai dilirik oleh warga sekitar, buktinya sudah ada 7
    pengrajin sejenis untuk satu Rt saja.(pj/yl)










    [ PDE ]


    [ 06/07/2010, 09:34 WIB ]
    WATERBOOM SEGERA HADIR DI NDAYU

           KARANGMALANG - Ndayu Alam asri sebagai salah satu tempat pariwisata yang dimiliki oleh Kabupaten Sragen selalu membenahi diri baik dengan peningkatan mutu pelayanan dan penambahan-penambahan fasilitas bagi pengunjung seperti penambahan gazebo, pembenahan lansekap, food stall, maupun wahana-wahana baru.


           Ndayu alam asri telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata, salah satunya adalah kolam renang sebagai tempat rekreasi bagi anak-anak dan dari berbagai usia. Kolam tersebut dibagi menjadi 3 bagian. Tiket per orang adalah Rp 3.000. Pada hari biasa buka mulai jam 07.00 tapi pada hari sabtu dan minggu buka mulai jam 08.00, harga tiket pada hari biasa dan hari libur tetap sama. Sebagai bentuk penghargaan bagi pengunjung setia dan komitmen pengelola untuk selalu ada yang baru, maka akan segera hadir Waterboom di Ndayu Alam Asri.

    [ Disparbudpor-PDE ]


    [ 13/03/2010, 10:39 WIB ]
    NDAYU ALAM ASRI, PILIHAN OUTBOND YANG MENGASYIKKAN

           SRAGEN - Akhir-akhir ini, kegiatan di alam terbuka atau yang sering dikenal dengan istilah outbound banyak diminati berbagai kalangan. Baik karyawan perusahaan, LSM, maupun sekolah-sekolah. Tidak hanya di sekolah menengah, bahkan anak-anak usia TK pun sudah diajak melakukan aktivitas permainan outbound semacam ini.


           TK Santa Anna Kab Sragen adalah salah satu TK yang mempunyai program tahunan outbond untuk para siswa siswinya. Pada kali pertama dilaksanakan outbound para wali murid dan kepala sekolah juga Suster menjatuhkan pilihan ke Taman nDayu Alam Asri. Obyek wisata dan riset ini berada di Kecamatan Karangmalang. Konsep nDayu Alam Asri ini mengusung berbagai potensi wisata sekaligus bisa dijadikan sebagai sebuah percontohan kecil kegiatan pembelajaran masyarakat dari berbagai lapisan usia. Kandungan obyek didalamnya boleh dibilang lengkap karena meliputi areal wisata sekaligus proyek percontohan seperti kebun binatang mini, percontohan konservasi air hingga kebun tanaman organik yang bisa diakses dengan leluasa oleh pengunjung. Selain sebagai obyek wisata didalamnya terdapat berbagai areal untuk pembelajaran.


           Siswa siswi TK Santa Anna didampingi oleh 6 orang guru dan wali murid masing-masing, Di lokasi nDayu Alam Asri, dari raut wajah anak-anak ini dapat dibaca bahwa mereka sangat riang sekali. Betapa tidak, kalau kesehariannya mereka hanya diajarkan melalui buku dan teori di kelas, saat ini bisa bersentuhan secara langsung dengan alam. Keteduhan dan keindahan Taman nDayu dapat sejenak menghibur mereka dari rutinitas sehari-hari disekolah dan diperkenalkan dengan 4 orang trainer yang akan mendampingi mereka selama melakukan aktivitas outbond. Ke empat orang trainer tersebut ada : Lukas Danny Wijaya yang akrab dipanggil dengan sebutan kak Danny, kak Priyo, kak Heppy dan kak Maryani atau kak Yani. Pada awal pelaksanaan outbound anak2 diajak mengunjungi screen house atau rumah kaca yang didalamnya untuk budidaya berbagai tanaman bunga, kemudian diajak menanam padi, ketela, memerah susu sapi, flying fox dan berenang. Renata, 5 tahun, mengungkapkan kegembiraannya saat di ajarkan oleh instruktur cara menanam padi. Ia pun berceloteh, ”asyik banget, bisa mainan lumpur dan air”.


           Bermain di alam bebas dengan suasana yang menyenangkan akan merangsang potensi kecerdasan anak-anak, baik kecerdasan kognitif, kecerdasan emosional, maupun kecerdasan moral dan spiritualnya. Untuk menumbuhkan kecerdasan kinestetik jasmani, berbagai permainan dilakukan seperti misalnya panjat jaring, meniti tali, flying fox, merayap, berayun bak tarzan, dan small climbing. Sedangkan kecerdasan musical dilatihkan ketika sedang hiking, anak-anak diajak menyanyikan lagu yang sesuai misalnya lagu naik-naik ke puncak gunung atau menanam jagung.


         

    [ PDE ]


    [ 13/08/2008, 12:55 WIB ]
    KWARRAN KARANGMALANG ADAKAN KEMAH HARI PRAMUKA

    KARANGMALANG - Riang dan suka membantu, itulah kenyataan yang dikenal setiap orang mengenai Pramuka. Menapaki usianya yang ke – 47, anggota harus selalu mengenang momentum kelahiran pramuka dengan tetap eksis di setiap kegiatan kebangsaan, sebagai patriot yang tanpa pamrih, santun dalam ucapan dan jujur dalam perilaku, cerdas, terampil, berbudi pekerti luhur dan bersahaja.

    Sekutip amanat pembina di atas yang disampaikan oleh Kamabiran Karangmalang Djoko Suyono, S. Kar dalam Upacara Pembukaan Perkemahan Dalam Rangka Hari Pramuka ke – 47 Tahun 2008 Kwartir Ranting 04 Kecamatan Karangmalang, lebih membangkitkan semangat para peserta perkemahan. Kemah yang dilaksanakan di Lapangan Kec. Karangmalang ini diikuti oleh 36 Gudep SD, 4 Gudep SMP, dan 7 Gudep SMU/SMK.

    Dalam perkemahan ini akan dilaksanakan kegiatan Lomba Cerdas Cermat, Hiking, Api unggun dan Atraksi, Tarik tambang, serta bakti masyarakat. Selain itu dalam menyempurnakan peringatan hari pramuka, malam nanti akan dilaksanakan Renungan Ulang Janji, dan Upacara Kebesaran Hari Pramuka besok pagi.

    Dengan mengambil tema ” Hayatilah Perkemahan ini dengan sungguh-sungguh agar bisa membina diri sendiri untuk berlatih Hidup Mandiri dan bisa berdampingan dengan sesama rekan” diharapkan pramuka bisa mengisi kemerdekaan bangsa ini dengan karya-karya yang bermanfaat, demikian Ka Kwarran Karangmalang Arum Simparno menjelaskan. (pde)[ PDE ]


    [ 19/09/2007, 12:52 WIB ]
    Safari Ramadhan Putaran ke 4 : SUBUH, WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMULAI AKTIVITAS

    KARANGMALANG-Waktu setelah subuh adalah waktu
    yang sangat indah. Keheningan dan
    kesejukan di waktu subuh dapat
    menyegarkan pikiran. Waktu tersebut
    akan lebih berarti bila diisi dengan
    kegiatan yang bermanfaat. Bupati
    Sragen mengatakan hal tersebut saat
    melakukan Safari Ramadhan Subuh
    Keliling (Suling) di Masjid At Taqwa
    Plumbungan Indah Rabu (19/9).


    Bupati juga mengatakan ,
    keheningan subuh adalah waktu yang
    tepat untuk mereview pekerjaan yang
    telah dilakukan dan merencanakan
    pekerj aan yang akan di l akukan.
    Pekerjaan yang diawali dipagi hari
    hasilnya pasti akan lebih bagus.
    Semangat di pagi hari sangat diperlukan
    untuk meningkatkan produktivitas kerja.
    “Pagi hari adalah adalah waktu yang tepat untuk mengawali aktivitas, pikiran masih segar, jangan lewati
    waktu setelah subuh dengan tidur” kata Bupati.[ PDE ]


    [ 09/06/2007, 08:59 WIB ]
    HARI INI PENILAIAN LOMBA LBS DI DESA SARADAN KECAMATAN KARANG MALANG

    DESA SARADAN DUTA LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT

    Desa Saradan Kecamatan Karang Malang Sragen, Hari ini, Sabtu ( 9/6) mewakili Provinsi Jawa Tengah di tingkat Nasional dalam Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS). Desa seluas 235,1 Ha ini merupakan desa percontohan untuk Desa Lingkungan Bersih dan Sehat di kabupaten Sragen, karena merupakan pemenang lomba LBS di tingkat Kabupaten Sragen dan Provinsi Jawa Tengah tahun 2006-2007. Gelar bergengsi ini diraih desa Saradan setelah mampu memanfaatkan lahan kosong untuk kebun jati, tanaman obat keluarga, budidaya tanaman hias, dan tanaman buah-buahan.

    [ PDE ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+