Mon, 6 September 2010
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • September, 2010
  • Agustus, 2010
  • Juli, 2010
  • Juni, 2010
  • Mei, 2010
  • April, 2010
  • Maret, 2010
  • Februari, 2010
  • Januari, 2010
  • Desember, 2009
  • November, 2009
  • Oktober, 2009

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Masaran


    [ 10/02/2010, 09:43 WIB ]
    KERAJINAN SANGKAR BURUNG KLIWONAN

           MASARAN - Selama ini Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran telah terkenal sebagai produsen batik yang berkualitas tinggi sehingga banyak turis domestik maupun mancanegara yang menyempatkan singgah untuk berbelanja aneka macam produk batik, baik tulis maupun cap/printing. Tak dapat disangkal lagi, bahwa di desa ini terdapat ratusan perajin batik yang kebanyakan terdiri dari para gadis dan ibu rumah tangga yang menyuplai batik untuk label dan rumah batik lokal, seperti Brotoseno, Dewi Arum, Dewi Brotojoyo maupun Retailer Besar seperti Batik Keris.
           Ternyata selain batik, masyarakat Desa Kliwonan juga piawai membuat kerajinan sangkar burung. Setidaknya ada dua warga desa tersebut yang giat berusaha dalam bidang kerajinan yang berbahan dasar kayu dan bambu ini. Salah satu dari dua perajin tersebut adalah Iskandar (67), warga Dusun Jantran, Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, yang sudah berkecimpung dalam pembuatan sangkar burung sejak 5 tahun yang lalu.
          Sebelum menggeluti usaha ini, Iskandar merupakan perajin batik seperti kebanyakan penduduk di daerah tempat tinggalnya. Namun, semenjak usaha kerajinan batiknya diambil alih oleh putranya, dirinya beralih profesi menjadi perajin sangkar burung. Menurutnya, sangkar burung masih meliliki peluang pasar yang luas meskipun sering terkena imbas dari isu penyakit flu burung (aviant influenza). [ HUMAS ]


    [ 15/06/2009, 12:55 WIB ]
    DPU NORMALISASI SUNGAI JATI

           MASARAN - Pemkab Sragen melakukan upaya normalisasi Sungai Jati sepanjang satu kilometer. Sungai yang melintasi wilayah Kecamatan Masaran ini, segera dinormalisasi mengingat sedimentasi mencapai hampir dua meter. Dikhawatirkan, sedimentasi yang tinggi akan mempersempit aliran sungai, akibatnya sungai rentan meluap saat hujan deras.


           Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sragen, Ir. Zubaidi, menjelaskan normalisasi Sungai Jati adalah agenda prioritas tahun ini. Disamping memperlancar aliran sungai dan mencegah banjir, normalisasi dilakukan untuk menyelamatkan lahan pertanian sekitarnya. Selama ini jika hujan deras, aliran sungai meluap ke pemukiman dan merendam area persawahan. Selain pengerukan endapan lumpur, juga dilakukan pelebaran sungai. Pengerukan akan mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya setelah dipenuhi sedimentasi.


           Menurut Mantri Pengairan Kecamatan Masaran, Suyono, normalisasi ini adalah permintaan dari warga setempat. Secara umum kondisi Sungai Jati sudah saatnya dinormalisasi. Jadi, kalau endapannya tidak dikeruk aliran bisa terhambat apalagi daerah ini termasuk daerah hilir. Seringkali aliran dari daerah hulu membawa kiriman sampah dan menumpuk di daerah ini, menyebbkan aliran sungai semakin tersendat.


           Ditambahkannya, saat air Sungai Jati meluap sering menggenangi lahan pertanian seluas 160 Ha. Sebagian besar petani di wilayah ini menanam padi, padahal jika padi terendam lebih dari satu hari hasilnya buruk. Kalau per hektare dalam sekali panen rugi puluhan juta rupiah dengan frekuensi panen tiga kali setahun, maka total kerugian para petani pertahun nya mencapai ratusan juta rupiah. “Dengan adanya normalisasi, diharapkan produksi pertanian meningkat,” pungkasnya. (nova humas)

    [ humas ]


    [ 17/02/2009, 10:45 WIB ]
    Dari Kunker Bupati di Masaran : KERTAS SUARA LEBAR,BILIK SUARA HARUS DIPERLUAS

           MASARAN- Jelang Pemilu Legislatif yang akan digelar kurang dari dua bulan lagi, Bupati Sragen H Untung Wiyono mengajak rakyatnya untuk berpartisipasi memberikan suara. Hal ini disampaikan dalam Kunjungan Kerja Bupati di Kecamatan Masaran, Senin (16/2). Di wilayah yang dikenal dengan sentra batiknya ini, Bupati bertemu dengan warganya dari 13 desa. Antara lain desa Gebang, Dawungan, Sepat, Jirapan, Krebet, Krikilan, Masaran, Jati, Pringanom, Kliwonan, Pilang, Sidodadi, dan Karangmalang.


           Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, suksesnya pesta demokrasi lima tahunan ini juga tergantung dari dukungan data monografi di masing-masing desa. Data desa yang up to date menjadi acuan jumlah pemilih di wilayah itu. Masukan dari tiap RT sebagai lingkup wilayah terkecil, menjamin keakuratan data, sehingga tak ada satupun pemilih yang terlewat.


           Menurut pengamatan di lokasi, banyak diantara warga desa yang masih belum memahami tata cara pemungutan suara. Aparat desa dihimbau untuk seruis mensosialisasikan tata cara pemungutan suara kepada warga, agar tak terjadi masalah keabsahan suara ketika pemilihan berlangsung nanti.


           Selain itu, lebarnya kertas suara dikhawatirkan akan menyulitkan warga ketika berada dalam bilik suara. Untuk itu, Bupati menghimbau kepada warga yang membangun Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mengantisipasi hal ini dengan menyediakan tempat yang lebih luas, terkait dengan besarnya kertas suara. Bupati juga berpesan kepada seluruh warga yang telah memiliki hak pilih, untuk menggunakan haknya. “Jangan sampai golput,” tegas Bupati.


           Ketika menyapa rakyatnya di Balai Desa Sepat, Bupati mendapati ada beberapa ruas jalan yang harussegera diperbaiki. Upaya peningkatan ekonomi kerakyatan, kata Bupati, salah satunya adalah melalui pembangunan infrastruktur pedesaan. Jalan desa yang nyaman dilewati akan memperlancar mobilitas warga, sehingga kegiatan ekonomi rakyat juga semakin lancar. Demikian terungkap dalam Kunjungan Kerja Bupati Sragen H Untung Wiyono di Desa Sepat Kecamatan Masaran.


            Bupati menyampaikan, banjir yang sempat melanda Bumi Sukowati beberapa waktu lalu telah menorehkan pelajaran berharga, untuk diterapkan dalam pembuatan infrastruktur di Sragen. Kini bahan utama pembangunan jalan bukan lagi hotmix, melainkan semen. Ternyata, pengerasan jalan dengan cor lebih tahan banjir daripada menggunakan hotmix. Bagi desa-desa di wilayah Kecamatan Masaran, terutama, yang terletak di pinggiran Bengawan Solo, hal ini akan sangat berguna.


           Masyarakat beserta aparat desa juga diminta untuk bersatu , mengikuti roda pembangunan yang bergerak dinamis. Seperti halnya kehidupan yang selalu bergerak, Bupati meminta masyarakat untuk selalu membuat perubahan menuju kualitas hidup yang lebih baik.


           Dalam kunjungannya di desa-desa dalam wilayah Kecamatan Masaran, Bupati juga menyerahkan bantuan kepada warga yang rumahnya terkena banjir beberapa waktu lalu. Sebanyak 32 KK menerima bantuan uang tunai masing-masing senilai Rp. 2,5 juta. Lima diantaranya harus kehilangan rumah tinggal, akibat roboh diterjang banjir. Sedangkan 27 lainnya mengalami rusak berat. Mereka adalah warga Desa Karangmalang 11 KK, Dawungan 1KK, dan Pilang 13KK, Pringanom 7KK. (peppy)

    [ Humas ]


    [ 19/12/2007, 12:18 WIB ]
    KERAJINAN SANGKAR BURUNG KLIWONAN

    MASARAN - Selama ini Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran telah terkenal sebagai produsen batik yang berkualitas tinggi sehingga banyak turis domestik maupun mancanegara yang menyempatkan singgah untuk berbelanja aneka macam produk batik, baik tulis maupun cap/printing. Tak dapat disangkal lagi, bahwa di desa ini terdapat ratusan perajin batik yang kebanyakan terdiri dari para gadis dan ibu rumah tangga yang menyuplai batik untuk label dan rumah batik lokal, seperti Brotoseno, Dewi Arum, Dewi Brotojoyo maupun Retailer Besar seperti Batik Keris.


    Ternyata selain batik, masyarakat Desa Kliwonan juga piawai membuat kerajinan sangkar burung. Setidaknya ada dua warga desa tersebut yang giat berusaha dalam bidang kerajinan yang berbahan dasar kayu dan bambu ini. Salah satu dari dua perajin tersebut adalah Iskandar (65), warga Dusun Jantran, Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, yang sudah berkecimpung dalam pembuatan sangkar burung sejak 3 tahun yang lalu.


    Sebelum menggeluti usaha ini, Iskandar merupakan perajin batik seperti kebanyakan penduduk di daerah tempat tinggalnya. Namun, semenjak usaha kerajinan batiknya diambil alih oleh putranya, dirinya beralih profesi menjadi perajin sangkar burung. Menurutnya, sangkar burung masih meliliki peluang pasar yang luas meskipun sering terkena imbas dari isu penyakit flu burung (aviant influenza).
    [ PDE ]


    [ 14/08/2007, 15:20 WIB ]
    PERESMIAN PENGGUNAAN LAMPU HEMAT ENERGI

    Suara sirine dan lampu jalan yang menyala serentak menandai Peresmian Penggunaan Lampu Hemat Energi (LHE) di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Senin malam (13/08). Acara peresmian yang dilakukan oleh Bupati Sragen, Untung Wiyono, dihadiri oleh Presiden Direktur Philips, Rob Fletcher, Manajer PLN Area Surakarta, jajaran Muspida, beberapa pejabat di lingkungan Pemkab. Sragen serta warga sekitar.

    [ PDE ]


    [ 04/08/2007, 13:22 WIB ]
    PRAMUKA SRAGEN IKUTI ESTAFET TUNAS KELAPA

    Menyambut HUT Pramuka yang ke 46. Kwarcab Sragen mengadakan kegiatan pemberangkatan Estafet Tunas Kelapa kamis (2/8). Kegiatan tersebut diikuti ratusan anggota pramuka yang tergabung dalam lima puluh Gugus Depan (Gudep), bertempat di Lapangan Kecamatan Masaran. Selain para anggota pramuka dan pembina, kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dinas/instansi, Camat serta Kwaran se-kabupaten Sragen.[ PDE pasti ]


    [ 26/07/2007, 08:21 WIB ]
    DESA BATIK DAN BAYANAN COCOK UNTUK LOKASI FOTO PRE-WEDDING

    Desa Kliwonan dan Pilang, 24 Juli 2007. Sinar mentari belum lagi menyengat. Pagi hari itu, di sejumlah sudut desa penghasil batik Sragen tersebut tampak wajah-wajah asing berseliweran sambil menenteng kamera. Tak hanya itu, beberapa gadis berwajah molek pun turut serta. Dengan mengenakan busana batik, para gadis jelita itu lantas beraksi menampilkan pose-pose anggun. Kilatan lampu kamera tak pelak sambar-menyambar mengabadikan lenggak-lenggok mereka.[ PDE ]


    [ 23/06/2007, 15:37 WIB ]
    PERTANIAN MODERN DENGAN SISTEM CORPORATE FARMING

    MASARAN- Coorporate
    Farming System ( Sistem Pertanian
    Korporasi) mulai diimplementasikan
    di Desa Karang Malang Masaran
    Sragen. Sabtu ( 23/6) Bupati Sragen
    H Untung Wiyono didampingi
    Kepala Dinas Pertanian dan
    Ketahanan Pangan Sragen Ir.
    Haryoto WA,MM menyaksikan
    penandatanganan Memorandum of
    Understanding (MoU) antara para
    petani sawah pemilik lahan seluas 5
    Ha di desa tersebut dengan Direktur
    PT Santen Bumi Raya Hesty
    Yuliastanti, SH tentang Manajemen
    Tekhnologi dan Budidaya Pertanian.[ PDE ]


    [ 21/02/2007, 08:05 WIB ]
    KLIWONAN : HADAPI TANTANGAN DI TENGAH ARUS GLOBALISASI

    Pemandangan khas pedesaan dengan hamparan sawah hijau membentang langsung menyapa, ketika kami memasuki wilayah desa Kliwonan Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen.[ peppy ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+