Mon, 20 May 2013
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Mei, 2013
  • April, 2013
  • Maret, 2013
  • Februari, 2013
  • Januari, 2013
  • Desember, 2012
  • November, 2012
  • Oktober, 2012
  • September, 2012
  • Agustus, 2012
  • Juli, 2012
  • Juni, 2012

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Kedawung


    [ 12/04/2013, 09:48 WIB ]
    GENDER ADALAH LAKI-LAKI MITRA PEREMPUAN , BUKAN LAKI-LAKI VERSUS PEREMPUAN

           KEDAWUNG – Di seluruh
    dunia, kekerasan berbasis gender lebih banyak terjadi kepada perempuan dan
    anak-anak perempuan daripada laki-laki dan anak-anak laki-laki. Untuk itu dalam
    upaya pencegahan dan penanganan masalah kekerasan berbasis gender maupun
    kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), di Kabupaten Sragen dilaksanakan
    sosialisasi tentang UU Perlindungan Anak no 23 tahun 2002, trafficking, KDRT
    dan penanganan korban kekerasan berbasis gender.



           Sosialisasi ini
    dilaksanakan berkat kerjasama antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Sragen, Bagian
    Pemberdayaan Perempuan Setda Sragen, dan Dewan Perlindungan
    Perempuan dan Anak (DPPA) di 20 PKK Kecamatan se Kabupaten Sragen.



           Kemarin, pada
    hari Kamis (11/4/2013) sosialisasi dilaksanakan di PKK Kecamatan Kedawung Dihadiri
    oleh perwakilan TP PKK Desa se Kec. Kedawung, organisasi wanita desa, dan perwakilan
    sekolah menengah atas. Pembicara utama dalam acara tersebut adalah Ibu Giyarsih
    dari DPPA didampingi oleh TP PKK kabupaten Sragen dan Ibu ketua TP PKK
    kecamatan Kedawung.



           Dalam
    penyampaiannya, Ibu Giyarsih mengatakan bahwa kasus KDRT maupun kasus Kekeraan
    Gender masih sangat tinggi. Sejak tahun 2010 ibu \\\\Giyarsih sudah menangani 400
    kasus di kabupaten Sragen. Menurutnya perlu peningkatan kesadaran masyarakat
    terhadap kepeduliannya dalam ikut berperan serta menghapus KDRT. Laki-laki
    sebagai mitra perempuan bukan menganggap bahwa perempuan sebagai kelas kedua.



           Peserta terlihat
    sangat antusias mendengarkan penjelasan pembicara, pada kesempatan tanya jawab
    muncul seorang peserta ,menanyakan bagaimana cara mencegah agar tidak terjadi
    KDRT. Dijawab oleh Ibu Giyarsi, kunci utamanya ada 8 faktor., yaitu :

    Penanaman Nilai Agama, Peningkatan Ekonomi keluarga, Budaya yaitu sopan santun, Komunikasi yang lancar, Perhatian dan kasih sayang anggota keluarga, Pendidikan, Perlindungan dari setiap anggota keluarga, dan Pemahaman kesehatan reproduksi.

           Di akhir acara
    disimpulkan bahwa untuk menghapus KDRT dan kekerasan terhadap perempuan dan
    anak perlu adanya komitmen dari aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus
    serta pelayanan prima terhadap korban kekerasan agar mampu pulih menjalani masa
    depan.(fa)[ PDE ]


    [ 05/04/2013, 09:59 WIB ]
    FILOSOFI WADUK : AIR TIDAK MENGALIR KE LAUT TETAPI KE WADUK

           KEDAWUNG – Tahukah anda
    apakah Waduk itu? Berapa jumlah Waduk dan Embung di Kabupaten Sragen? Waduk
    adalah tempat pada
    permukaan tanah yang digunakan untuk menampung air saat terjadi kelebihan air /
    musim penghujan sehingga air itu dapat dimanfaatkan pada musim kering. Sumber
    air waduk berasal dari membendung sungai atau rawa ditambah dengan air hujan langsung.



    Waduk di Kabupaten Sragen ada 7, yaitu

    1. Waduk Gebyar di Sambirejo,

    2. Waduk Kembangan di Karangmalang

    3.Waduk Brambang di Kedawung

    4. Waduk Bothok di Kedawung

    5. Waduk Ketro di Tanon

    6. Waduk Gembong di Karangmalang

    7. Waduk Blimbing di Sambirejo.


    Sedang untuk Embung terdapat 23 embung yang tersebar
    di seluruh kabupaten terutama di wilayah utara sungai Bengawan Solo yang relatif
    kurang subur tanahnya karena alamnya tidak banyak cekungan sebagai penampungan
    air.



           Secara geografis Kabupaten Sragen memang dilalui atau
    dibelah oleh sungai besar Bengawan Solo, namun demikian pada saat musim kemarau
    bisa saja terjadi kekeringan sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan
    air rumah tangga maupun pertanian, sedangkan pada musim penghujan terjadi
    banjir karena luapan sungai dan curah hujan yang berlebihan. Oleh karena itu perlu
    adanya sistem pengairan yang tepat untuk menangani sumber daya air secara
    optimal dengan membangun Waduk dan Embung.



    Menampung Hujan


    Menurut Kades Brambang Kec. Kedawung Bapak Sukiman, dikatakan
    dengan perawatan dan pengelolaan Waduk dengan baik, seperti pengerukan, serta memperkuat
    talud maka penampungan air semakin maksimal sehingga di musim hujan seperti
    bulan maret-april kondisi waduk penuh namun tidak terjadi banjir, dan iar waduk
    bisa mengairi lahan pertanian sekitar hingga musim tanam ketiga.



           Maksud dibangunnya waduk dan embung antara lain
    untuk menampung air pada musim penghujan dan memanfaatkan pada musim kemarau, pengendarian
    aliran permukaan (Runoff) sehingga dapat meningkatkan usaha pertanian dan
    perikanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis pedesaan sehingga
    mengurangi jumlah KK Miskin. Selain itu, model yang lebih kreatif adalah
    memanfaatkan waduk sebagai sarana rekreasi memancing dan pariwisata mengingat
    Kabupaten Sragen tidak memiliki wilayah laut.(fa_pde)[ PDE ]


    [ 09/12/2010, 10:28 WIB ]
    EKSOTIKA KULIT TELUR DARI KEDAWUNG

           KEDAWUNG - Siapa yang tidak kenal telur, si bulat ini memang
    enak dimakan dan bergizi tinggi. Ada yang senang dibuat telur dadar, telur mata
    sapi, telur kecap, omlete, kerak telor dan banyak lagi yang lain. Isinya kita
    makan dan cangkangnya kita buang ditempat sampah. Dan selalu, kulitnya berakhir
    di tong sampah menjadi barang tak bernilai.  Bila disikapi dengan penuh
    imajinasi semuanya bisa disulap jadi lebih bermanfaat, bila kreativitas dan
    ketekunan diberi tempat, cangkang telur pun bisa menjadi sebuah karya yang
    indah dan bernilai mahal.



           Salah seorang yang jeli pada limbah ini adalah pensiunan
    PNS Pemkab Sragen H.M Muslich. Sejak 2008 usahanya ini mampu menciptakan
    berbagai hiasan dinding yang dipadu dengan ornamen dari kulit telur seperti
    Kaligrafi maupun lukisan dinding.



           Berawal dari membaca buku ide ini muncul. Memang
    cara pembuatannya butuh kecermatan dan banyak pengalaman untuk menghasilkan
    sebuah karya yang indah. Bahan utama yang berupa kulit telur awalnya ia dapat
    dari tetangga dekat dan konsumsi sendiri, lama kelamaan banyak tetangga yang
    rutin membawakan kulit telur utuk kerajinan ini.



           Bahan-bahan yang digunakan adalah Cangkang telur,
    lem fox, cat semprot, triplek, dan kain dasaran atau kain beludru. Cara
    pembuatannya pertama cangkang telur dibersihkan dari kulit arinya, lalu
    dilakukan pengeringan kemudian digambar sesuai pola untuk pemotngan dan
    langsung ditempelkan ke kain dasaran yang sebelumnya telah dilukis atau dihias.
    Selanjutnya dilakukan proses pengeleman dan pengamplasan, kemudian diberi
    dempul dan diberi pewarna.

           Kebanyakan hiasan dinding yang dibuat adalah
    Kaligrafi, lukisan dinding, dan mozaik sehingga  butuh
    juga keahlian melukis atau menulis kaligrafi arab.

    Kebanyakan pesanan adalah dari teman-teman haji
    maupun dari luar kota, karena produk-produk Pak Muslich ini sering diikutkan
    pada pameran-pameran kerajinan lokal, bahkan Gubernur Jawa Tengah pun pernah
    membeli produk ini. Biasanya pada setiap pameran disertakan contoh-contoh dan katalog
    model yang bisa dipesan.



           Kerajinan dari cangkang telur ini cukup menarik
    untuk ditekuni karena tidak membutuhkan modal besar, dan limbah cangkang
    telurnya pun juga mudah didapat di berbagai tempat, salah satunya tempat
    pembuatan dan penjualan kue yang memakai bahan telur, penjual martabak telur
    dll. Selain bisa menggembangkan kreasi, kreativitas, bisa menghasilkan uang,
    juga dapat memperkecil jumlah sampah rumah yang berarti ikut berperan serta
    dalam melestarikan lingkungan.


           Untuk bisa mendapatkan hiasan yang memperindah
    ruangan ini dapat dipesan di H.M. Muslich, Kampungbaru, Rt 02/03, Bendungan,
    Kedawung, telepon (0271) 8825573. Dengan harga Rp 400.000 anda akan mendapatkan
    hiasan indah berukuran 40  cm x 60 cm. Berbagai
    kerajinan dari cangkang telur ini bisa menjadi alternatif untuk kado atau
    souvenir ataupun bisa untuk menambah dekorasi dan hiasan rumah.

    (ning_sri_pde)
    [ pde ]


    [ 13/11/2010, 08:39 WIB ]
    SAPI BRAHMAN DARI KEDAWUNG

           KEDAWUNG - Pagi itu, Sukamdo(42) terlihat sedang sibuk memberi pakan ternak-ternak sapinya. Sesekali ia asyik mengelus-elus kepala salah satu ekor sapi. Kandang sapinya terletak disebelah timur agak jauh dari rumahnya. Tak terlalu besar ukuran kandangnya sekitar 2,5 x 7 meter yang dihuni sapi yang berwarna putih bersih. Dari ciri-ciri fisiknya, sapi yang ia ternakkan dapat dikenali sebagai sapi jenis Brahman.


           “Baru sekitar dua Tahun ini kami memelihara sapi ini” katanya mengawali percakapan. Akhir September lalu ia beserta 29 warga lainnya di desa Wonorejo kecamatan Kedawung mendapat bantuan sapi dari Pemerintah. Masing-masing orang mendapatkan bantuan sapi dua ekor. Total sapi yang diperbantukan ke warga desa ini semuanya berjumlah 60 ekor sapi, semuanya sapi jenis Brahman. Ke enam puluh ekor tersebut di ternakkan dalam sepuluh kandang. Masing-masing kandang diisi oleh 6 ekor sapi, seperti yang terlihat di kandang sapi milik Sukamdo.


           Bantuan ini bukan merupakan bantuan hibah melainkan bantuan bergulir. Setelah tiga tahun nanti, ia wajib mengembalikan sapi dengan jumlah yang sama. Selanjutnya sapi-sapi tersebut akan dibantukan kembali ke warga lainnya.[pde]

    [ pde ]


    [ 26/05/2010, 09:04 WIB ]
    MONDO-MONDO, CAMILAN ISTIMEWA DARI NGABEYAN

           KEDAWUNG - Bisnis makanan ringan adalah bisnis yang cukup menjanjikan. Hampir semua orang tidak ada yang menolak keberadaan jenis produk ini. Banyak jenis usaha yang tergabung dalam bisnis makanan ringan snack ini, mulai dari pembuat, pemasar, hingga penjual. Apalagi Indonesia kaya dengan macam ragam makanan khas daerah.


           Mondo-Mondo, satu merek produk camilan jajanan rakyat asal Sragen yang hmmm... lezat dan nikmat. Dikelola sebagai bisnis keluarga yang sudah turun-temurun dari Mbah Sastro Mondoyo Cokrominoto beralamat di Dukuh Ngabeyan, Desa Kedawung, Kec. Kedawung, hingga kini anak cucunya turut memproduksi dan mengelola.


           Modal awal yang dibutuhkan pertama kali produksi pada tahun 1972 cukup ringan dan dengan peralatan yang seadanya, yang dibutuhkan hanya keistimewaan rasa yang membedakan dengan produk lain. Hingga kini jenis camilan yang diproduksi adalah Kuping gajah manis, kuping gajah gurih, cumi-cumi, dan akar kelapa, yang masing-masing mempunyai keistimewaan rasa sendiri-sendiri.


           Setiap harinya, mereka memproduksi makanan tradisional rakyat itu dengan bahan sekitar 10 kg akan menghasilkan 15 kg lebih makanan. Bahan –bahannya adalah tepung terigu, telur, bawang, gula dan garam.


           Produk Mondo-mondo ini aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak dan semua umur, dan camilan ini dapat dengan mudah kita temukan di Pasar Lor Depan Warung Mbah Rajak.(fa_sri_pde)

    [ PDE ]


    [ 02/03/2010, 09:04 WIB ]
    GAHARU, HHBK YANG MENJADI PRIMADONA

           KEDAWUNG - Sudah Gaharu Cendana Pula, pepatah itu seringkali kita dengar, tetapi apakah sebetulnya gaharu itu? Tanaman gaharu memang mirip dengan cendana, terkenal sebagai tanaman bahan parfum yang langka dan sangat sulit untuk dibudidayakan. Namun bukan SMK Pertanian Kedawung Sragen namanya kalau langsung menyerah begitu saja, terbukti SMK Kedawung merupakan area budidaya terbesar se-jawa tengah yang berhasil menyabet juara I tingkat nasional tahun 2009 kategori budidaya tanaman lindung. Ayo kita lihat lebih dekat gaharu ini, siapa tahu berminat membudidayakan?


            Lengkap dengan Sepatu boot dan parang kecil, Sutrisno, SP, Kaprodi Agrobisnis Produksi Tanaman SMK Kedawung Sragen, telah bersiap mengecek demplot gaharu di areal sekolah. Sekitar 1900 pohon gaharu yang didapat dari INSTIPER Yogyakarta tahun 2003 silam memang berhasil ditanam dan dikembangbiakkan di SMK ini, bahkan satu pohon gaharu yang telah berusia 6 tahun, telah berhasil dipanen secara alami.


           Tanaman gaharu adalah salah satu komoditi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang sangat menjanjikan masa depan, selain dapat meningkatkan ekonomi tanaman gaharu juga berfungsi untuk mendukung program penghijauan seperti yang diprogramkan pemerintah, mulai dari Pusat sampai di Daerah. Pengelolaan tanamannya tidak berbeda dengan tanaman lainnya. Perawatan yang intensif dapat memacu pertumbuhan sehingga sudah bisa dilakukan inokulasi pada tanaman usia 4 (empat) tahun.


    Dilukai dahulu, baru kemudian menghasilkan


           Menurut Sutrisno, biasanya tanaman sudah siap untuk diinokulasi pada usia 6 tahun karena hal tersebut sangat tergantung dengan diameter tanaman. Inokulasi adalah proses infeksi buatan dengan memasukkan inokulan atau sejenis virus dengan cara melubangi tanaman, sehingga lama-kelamaan tanaman tersebut akan mati, kayu dari gaharu yang mati inilah yang bakal menjadi bahan parfum. Pembuatan lubang inokulasi sejauh lebih kurang 1/3 diamter pohon secara spiral dan vertical dengan spasi yang bervariasi tidak menyebabkan pohon rentan patah.


           Perawatan tanaman dengan pemupukan bahan organik sangat disarankan. Sehingga pertumbuhan pohon bisa optimal dan menghasilkan performa batang yang baik. Pemangkasan cabang harus dilakukan untuk memacu pertumbuhan vertikal pohon sehingga diameter pohon dapat berkembang sesuai yang diharapkan dan menghasilkan jaringan batang yang siap untuk dilakukan inokulasi.


           Pada model sekarang, inokulan banyak berupa cairan atau gel, sehingga lebih mudah dimasukkan ke lubang tanaman dibanding dengan serbuk.

    [ PDE ]


    [ 25/02/2010, 11:24 WIB ]
    Ketika Peternak Lebah berbicara tentang KEAJAIBAN MADU

           KEDAWUNG - Tahukah Anda, betapa madu merupakan sumber makanan penting yang disediakan untuk manusia melalui serangga sekecil ini? Madu adalah ”Obat bagi Manusia”, berbagai fakta menunjukkan khasiat madu untuk kesehatan dan penyembuhan penyakit. Hal inilah yang diteropong oleh Mas Nunung, peternak lebah madu sekaligus pemilik produk madu merk Marta Puspita Sari, Desa Bendungan, Kec. Kedawung Sragen.


           Meneruskan usaha sang Ayah, Pak Jaswan sejak tahun 1993, Mas Nunung telah berkeliling Pulau Jawa untuk menggembalakan 100 lebih koloni lebahnya sesuai dengan musim bunga. ” Satu koloni lebah terdiri dari 1 lebah ratu, 200-300 lebah jantan, dan 10.000 – 100.000 lebah pekerja. Kalau di musim bunga, kami biasa membawa lebah kami mulai mengikuti musim bunga yang ada dan juga mencari tempat yang sesuai untuk menempatkan koloni-koloni kami barang seminggu atau 2 minggu”, tutur Nunung. ”Pada musim bunga tersebut kami biasa juga menyebutnya dengan musim panen, karena bila tidak terkendala cuaca maka kami bisa panen berkali-kali dengan hasil yang memuaskan, namun bila cuaca tiba-tiba hujan bisa jadi bunga yang sangat banyak tadi langsung berguguran”.


    Dari Subang sampai Bali


           Dalam satu tahun, masa panen hanya 6 bulan, selebihnya adalah musim paceklik. Di musim paceklik lebah harus diberi makan yaitu gula pasir yang telah dilarutkan di air dengan perbandingan 1 : 1.


           Untuk awal musim bunga sekitar bulan Mei, yaitu bunga randu, koloni lebah dibawa ke Pati, kemudian untuk bunga mangga koloni dibawa ke Sragen, selanjutnya musim bunga kelengkeng dibawa ke Piyungan, bunga jambu mete dibawa ke Karangasem Bali, kemudian kembali bunga mangga di Kediri, terakhir Bunga rambutan ke Subang.


           Dari berbagai bunga tersebut akan diperoleh madu dengan warna dan rasa yang berbeda-beda, sedangkan kepekatan tergantung dari cuaca dan curah hujan pada saat itu.


           Dewasa ini, apikultur dan produk lebah telah membuka cabang penelitian baru di negara-negara yang sudah maju dalam hal ilmu pengetahuan. Manfaat madu lainnya dapat dijelaskan di bawah ini:


    Mudah dicerna: Karena molekul gula pada madu dapat berubah menjadi gula lain (misalnya fruktosa menjadi glukosa), madu mudah dicerna oleh perut yang paling sensitif sekalipun, walau memiliki kandungan asam yang tinggi. Madu membantu ginjal dan usus untuk berfungsi lebih baik.


    Rendah kalori: Kualitas madu lain adalah, jika dibandingkan dengan jumlah gula yang sama, kandungan kalori madu 40% lebih rendah. Walau memberi energi yang besar, madu tidak menambah berat badan.


    Berdifusi lebih cepat melalui darah: Jika dicampur dengan air hangat, madu dapat berdifusi ke dalam darah dalam waktu tujuh menit. Molekul gula bebasnya membuat otak berfungsi lebih baik karena otak merupakan pengonsumsi gula terbesar.


    Membantu pembentukan darah: Madu menyediakan banyak energi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan darah. Lebih jauh lagi, ia membantu pembersihan darah. Madu berpengaruh positif dalam mengatur dan membantu peredaran darah. Madu juga berfungsi sebagai pelindung terhadap masalah pembuluh kapiler dan arteriosklerosis.


    Membunuh bakteri: Sifat madu yang membunuh bakteri disebut efek inhibisi. Penelitian tentang madu menunjukkan bahwa sifat ini meningkat dua kali lipat bila diencerkan dengan air. Sungguh menarik bahwa lebah yang baru lahir dalam koloni diberi makan madu encer oleh lebah-lebah yang bertanggung jawab merawat mereka-seolah mereka tahu kemampuan madu ini.

    [ PDE ]


    [ 11/11/2008, 11:13 WIB ]
    HKN DI SRAGEN : RAKYAT SEHAT, KUALITAS BANGSA MENINGKAT

            KEDAWUNG - Dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-44 Tahun 2008 di Kabupaten Sragen akan dilaksanakan kegiatan yang melibatkan Pemerintah, masyarakat, Organisasi Profesi Kesehatan maupun Swasta. Kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain adalah Seminar, Bakti Sosial, Penyuluhan Kesehatan, Pemberantasan Sarang Nyamuk, Donor Darah, Lomba Bola Volley Putra Putri, Tenis Meja Putra Putri, Bulu Tangkis Putra Putri, Lomba memasak dan Lomba Menyanyi dll. Peringatan hari Kesehatan Nasional diselenggarakan secara sederhana namun dapat menggaungkan pesan-pesan Program Kesehatan dalam mempercepat perwujudan Rakyat Sehat.


           Tema peringatan hari Kesehatan Nasional Tahun 2008 ini adalah ”RAKYAT SEHAT, KUALITAS BANGSA MENINGKAT’’.


           Sehat merupakan kebutuhan yang sangat essensial, sehat sebagai investasi pengembangan Sumber Daya Manusia. Sehubungan dengan itu pada peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-44 Tahun 2008, DKK Sragen akan mengadakan beberapa kegiatan lomba. Berbagai kegiatan menarik tersebut akan diadakan pada hari Rabu, 12 November 2008 pukul 07.30 bertempat di Halaman Puskesmas Kedawung II, dengan mempertandingkan antara lain Bola Voli Putra Putri, Tenis Meja Putra Putri, Bulu Tangkis Putra Putri, Lomba memasak dan Lomba Menyanyi.

    [ DKK-PDE ]


    [ 05/09/2008, 07:31 WIB ]
    LANGKAH CERDAS ATASI KENDALA GEOGRAFIS

    KEDAWUNG - Terletak tepat di bawah kaki Gunung Lawu, Kecamatan Kedawung justru mengalami kendala keterbatasan air kala musim kemarau. Ini disebabkan oleh faktor geografis, karena aquifer (lapisan air di bawah tanah) di wilayah ini kebetulan berada jauh di bawah permukaan tanah. Cadangan air tanah berlimpah, namun berada di kedalaman 110-135 m di perut bumi. Embung-embung yang ada merupakan embung tadah hujan. Sebuah sungai besar yang berhulu di Gunung Lawu tampak mengalirkan air bening menyegarkan. Namun debit airnya di masa kemarau ini seolah tak berarti untuk mengairi lahan pertanian di sekitarnya.


    Hal ini terungkap dalam Ashar Keliling (Sarling) putaran ke-2 di Desa Kedawung Kecamatan Kedawung Sragen, Rabu (3/9). Di tengah terik matahari yang menyengat siang itu, Bupati Sragen H Untung Wiyono tak segan menyusuri pingiran sungai yang curam, dengan batu-batu besar di dasarnya. Sesekali, Bupati menyapa warga setempat yang menjadi penambang batu dan pasir tradisional di sepanjang perjalanan. Banyaknya batu dan pasir yang terbawa arus sungai dari gunung, membuat sebagian warga desa menggantungkan hidupnya pada sumber daya alam ini.
    [ HUMAS ]


    [ 28/09/2007, 11:29 WIB ]
    BUKA BERSAMA CAMAT DENGAN MURID SD BENDUNGAN I KEDAWUNG

    KEDAWUNG-Sebagai kegiatan rutin yang telah berlangsung selama 2 tahun, kecamatan kedawung menganggap buka bersama dengan masyarakat merupakan sarana yang paling akrab untuk bertukar pikiran. Demikian juga di Ramadhan kali ini, Rabu kemarin (25/09) dilaksanakan buka bersama Camat, Guru, Komite sekolah dan semua murid SD kelas V dan VI SD Bendungan I, Kedawung.


    Buka Puasa kali itu diawali dengan kultum sebagai penambah nutrisi hati, dan laporan ketua pelaksana acara kegiatan rutin tersebut. Setelah buka bersama dilaksanakan dialog dan ramah tamah kemudian dilanjutkan sholat tarawih berjamaah. Diharapkan acara buka bersama yang dilakukan oleh instansi pemerintah ataupun dari berbagai kalangan umum, bertujuan untuk syiar dan memberi manfaat yang baik.


    Sumber : Kec. Kedawung / PDE
    [ PDE ]


    [ 27/09/2007, 11:30 WIB ]
    SUASANA BARU BULAN RAMADHAN DI KECAMATAN KEDAWUNG

    KEDAWUNG-Momentum Ramadhan memang sangat baik untuk melakukan sebuah perubahan baru. Di Kecamatan Kedawung, bulan Ramadhan ini diisi dengan kegiatan tambahan baru, yaitu Sholat Dhuha berjamaah camat, staff, serta dinas terkait yang berada di kecamatan. Kegiatan ini mulai dilaksanakan mulai awal Ramadhan 1428 H. Meskipun kegiatan ini sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh sebagian orang, namun memasukkan sholat berjamaah sebagai agenda kegiatan kecamatan di bulan Ramadhan adalah hal kecil yang memberi manfaat besar.


    Diharapkan kegiatan sholat dhuha berjamaah yang dilakukan di masjid kecamatan Al Barkah Kedawung menjadikan insan-insan PNS lebih ikhlas dalam melaksanakan tugas dan melayani masyarakat serta mampu meningkatkan kinerja mereka di bulan Ramadhan. Diharapkan hal baik ini dapat terus dilaksanakan meski bulan Ramadhan berlalu.


    Sumber : Kec. Kedawung
    [ PDE ]


    [ 18/09/2007, 11:13 WIB ]
    SAFARI RAMADHAN BUPATI DI DESA JENGGRIK : WARGA AGAR HIMPUN DANA UNTUK PEDULI GEMPA BENGKULU

    KEDAWUNG-Bupati Sragen, H.Untung Wiyono mengharapkan kepada seluruh pengurus masjid
    di Kabupaten Sragen secara ikhlas menghimpun dana sosial untuk disumbangkan kepada
    warga Bengkulu yang saat ini menderita akibat Gempa Bumi. Langkah ini perlu dilakukan
    sebagai wujud kepedulian masyarakat Sragen atas musibah gempa bumi yang menimpa
    saudara-saudara kita di Bengkulu. Demikian harapan Bupati yang disampaikan pada saat
    melakukan Safari Ramadhan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Baitu Rahmat Dukuh Tempel,
    Desa Jenggrik, Kecamatan Kedawung, Senin (17/9).
    [ PDE ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+