Mon, 6 September 2010
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • September, 2010
  • Agustus, 2010
  • Juli, 2010
  • Juni, 2010
  • Mei, 2010
  • April, 2010
  • Maret, 2010
  • Februari, 2010
  • Januari, 2010
  • Desember, 2009
  • November, 2009
  • Oktober, 2009

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Kedawung


    [ 26/05/2010, 09:04 WIB ]
    MONDO-MONDO, CAMILAN ISTIMEWA DARI NGABEYAN

           KEDAWUNG - Bisnis makanan ringan adalah bisnis yang cukup menjanjikan. Hampir semua orang tidak ada yang menolak keberadaan jenis produk ini. Banyak jenis usaha yang tergabung dalam bisnis makanan ringan snack ini, mulai dari pembuat, pemasar, hingga penjual. Apalagi Indonesia kaya dengan macam ragam makanan khas daerah.


           Mondo-Mondo, satu merek produk camilan jajanan rakyat asal Sragen yang hmmm... lezat dan nikmat. Dikelola sebagai bisnis keluarga yang sudah turun-temurun dari Mbah Sastro Mondoyo Cokrominoto beralamat di Dukuh Ngabeyan, Desa Kedawung, Kec. Kedawung, hingga kini anak cucunya turut memproduksi dan mengelola.


           Modal awal yang dibutuhkan pertama kali produksi pada tahun 1972 cukup ringan dan dengan peralatan yang seadanya, yang dibutuhkan hanya keistimewaan rasa yang membedakan dengan produk lain. Hingga kini jenis camilan yang diproduksi adalah Kuping gajah manis, kuping gajah gurih, cumi-cumi, dan akar kelapa, yang masing-masing mempunyai keistimewaan rasa sendiri-sendiri.


           Setiap harinya, mereka memproduksi makanan tradisional rakyat itu dengan bahan sekitar 10 kg akan menghasilkan 15 kg lebih makanan. Bahan –bahannya adalah tepung terigu, telur, bawang, gula dan garam.


           Produk Mondo-mondo ini aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak dan semua umur, dan camilan ini dapat dengan mudah kita temukan di Pasar Lor Depan Warung Mbah Rajak.(fa_sri_pde)

    [ PDE ]


    [ 02/03/2010, 09:04 WIB ]
    GAHARU, HHBK YANG MENJADI PRIMADONA

           KEDAWUNG - Sudah Gaharu Cendana Pula, pepatah itu seringkali kita dengar, tetapi apakah sebetulnya gaharu itu? Tanaman gaharu memang mirip dengan cendana, terkenal sebagai tanaman bahan parfum yang langka dan sangat sulit untuk dibudidayakan. Namun bukan SMK Pertanian Kedawung Sragen namanya kalau langsung menyerah begitu saja, terbukti SMK Kedawung merupakan area budidaya terbesar se-jawa tengah yang berhasil menyabet juara I tingkat nasional tahun 2009 kategori budidaya tanaman lindung. Ayo kita lihat lebih dekat gaharu ini, siapa tahu berminat membudidayakan?


            Lengkap dengan Sepatu boot dan parang kecil, Sutrisno, SP, Kaprodi Agrobisnis Produksi Tanaman SMK Kedawung Sragen, telah bersiap mengecek demplot gaharu di areal sekolah. Sekitar 1900 pohon gaharu yang didapat dari INSTIPER Yogyakarta tahun 2003 silam memang berhasil ditanam dan dikembangbiakkan di SMK ini, bahkan satu pohon gaharu yang telah berusia 6 tahun, telah berhasil dipanen secara alami.


           Tanaman gaharu adalah salah satu komoditi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang sangat menjanjikan masa depan, selain dapat meningkatkan ekonomi tanaman gaharu juga berfungsi untuk mendukung program penghijauan seperti yang diprogramkan pemerintah, mulai dari Pusat sampai di Daerah. Pengelolaan tanamannya tidak berbeda dengan tanaman lainnya. Perawatan yang intensif dapat memacu pertumbuhan sehingga sudah bisa dilakukan inokulasi pada tanaman usia 4 (empat) tahun.


    Dilukai dahulu, baru kemudian menghasilkan


           Menurut Sutrisno, biasanya tanaman sudah siap untuk diinokulasi pada usia 6 tahun karena hal tersebut sangat tergantung dengan diameter tanaman. Inokulasi adalah proses infeksi buatan dengan memasukkan inokulan atau sejenis virus dengan cara melubangi tanaman, sehingga lama-kelamaan tanaman tersebut akan mati, kayu dari gaharu yang mati inilah yang bakal menjadi bahan parfum. Pembuatan lubang inokulasi sejauh lebih kurang 1/3 diamter pohon secara spiral dan vertical dengan spasi yang bervariasi tidak menyebabkan pohon rentan patah.


           Perawatan tanaman dengan pemupukan bahan organik sangat disarankan. Sehingga pertumbuhan pohon bisa optimal dan menghasilkan performa batang yang baik. Pemangkasan cabang harus dilakukan untuk memacu pertumbuhan vertikal pohon sehingga diameter pohon dapat berkembang sesuai yang diharapkan dan menghasilkan jaringan batang yang siap untuk dilakukan inokulasi.


           Pada model sekarang, inokulan banyak berupa cairan atau gel, sehingga lebih mudah dimasukkan ke lubang tanaman dibanding dengan serbuk.

    [ PDE ]


    [ 25/02/2010, 11:24 WIB ]
    Ketika Peternak Lebah berbicara tentang KEAJAIBAN MADU

           KEDAWUNG - Tahukah Anda, betapa madu merupakan sumber makanan penting yang disediakan untuk manusia melalui serangga sekecil ini? Madu adalah ”Obat bagi Manusia”, berbagai fakta menunjukkan khasiat madu untuk kesehatan dan penyembuhan penyakit. Hal inilah yang diteropong oleh Mas Nunung, peternak lebah madu sekaligus pemilik produk madu merk Marta Puspita Sari, Desa Bendungan, Kec. Kedawung Sragen.


           Meneruskan usaha sang Ayah, Pak Jaswan sejak tahun 1993, Mas Nunung telah berkeliling Pulau Jawa untuk menggembalakan 100 lebih koloni lebahnya sesuai dengan musim bunga. ” Satu koloni lebah terdiri dari 1 lebah ratu, 200-300 lebah jantan, dan 10.000 – 100.000 lebah pekerja. Kalau di musim bunga, kami biasa membawa lebah kami mulai mengikuti musim bunga yang ada dan juga mencari tempat yang sesuai untuk menempatkan koloni-koloni kami barang seminggu atau 2 minggu”, tutur Nunung. ”Pada musim bunga tersebut kami biasa juga menyebutnya dengan musim panen, karena bila tidak terkendala cuaca maka kami bisa panen berkali-kali dengan hasil yang memuaskan, namun bila cuaca tiba-tiba hujan bisa jadi bunga yang sangat banyak tadi langsung berguguran”.


    Dari Subang sampai Bali


           Dalam satu tahun, masa panen hanya 6 bulan, selebihnya adalah musim paceklik. Di musim paceklik lebah harus diberi makan yaitu gula pasir yang telah dilarutkan di air dengan perbandingan 1 : 1.


           Untuk awal musim bunga sekitar bulan Mei, yaitu bunga randu, koloni lebah dibawa ke Pati, kemudian untuk bunga mangga koloni dibawa ke Sragen, selanjutnya musim bunga kelengkeng dibawa ke Piyungan, bunga jambu mete dibawa ke Karangasem Bali, kemudian kembali bunga mangga di Kediri, terakhir Bunga rambutan ke Subang.


           Dari berbagai bunga tersebut akan diperoleh madu dengan warna dan rasa yang berbeda-beda, sedangkan kepekatan tergantung dari cuaca dan curah hujan pada saat itu.


           Dewasa ini, apikultur dan produk lebah telah membuka cabang penelitian baru di negara-negara yang sudah maju dalam hal ilmu pengetahuan. Manfaat madu lainnya dapat dijelaskan di bawah ini:


    Mudah dicerna: Karena molekul gula pada madu dapat berubah menjadi gula lain (misalnya fruktosa menjadi glukosa), madu mudah dicerna oleh perut yang paling sensitif sekalipun, walau memiliki kandungan asam yang tinggi. Madu membantu ginjal dan usus untuk berfungsi lebih baik.


    Rendah kalori: Kualitas madu lain adalah, jika dibandingkan dengan jumlah gula yang sama, kandungan kalori madu 40% lebih rendah. Walau memberi energi yang besar, madu tidak menambah berat badan.


    Berdifusi lebih cepat melalui darah: Jika dicampur dengan air hangat, madu dapat berdifusi ke dalam darah dalam waktu tujuh menit. Molekul gula bebasnya membuat otak berfungsi lebih baik karena otak merupakan pengonsumsi gula terbesar.


    Membantu pembentukan darah: Madu menyediakan banyak energi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan darah. Lebih jauh lagi, ia membantu pembersihan darah. Madu berpengaruh positif dalam mengatur dan membantu peredaran darah. Madu juga berfungsi sebagai pelindung terhadap masalah pembuluh kapiler dan arteriosklerosis.


    Membunuh bakteri: Sifat madu yang membunuh bakteri disebut efek inhibisi. Penelitian tentang madu menunjukkan bahwa sifat ini meningkat dua kali lipat bila diencerkan dengan air. Sungguh menarik bahwa lebah yang baru lahir dalam koloni diberi makan madu encer oleh lebah-lebah yang bertanggung jawab merawat mereka-seolah mereka tahu kemampuan madu ini.

    [ PDE ]


    [ 11/11/2008, 11:13 WIB ]
    HKN DI SRAGEN : RAKYAT SEHAT, KUALITAS BANGSA MENINGKAT

            KEDAWUNG - Dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-44 Tahun 2008 di Kabupaten Sragen akan dilaksanakan kegiatan yang melibatkan Pemerintah, masyarakat, Organisasi Profesi Kesehatan maupun Swasta. Kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain adalah Seminar, Bakti Sosial, Penyuluhan Kesehatan, Pemberantasan Sarang Nyamuk, Donor Darah, Lomba Bola Volley Putra Putri, Tenis Meja Putra Putri, Bulu Tangkis Putra Putri, Lomba memasak dan Lomba Menyanyi dll. Peringatan hari Kesehatan Nasional diselenggarakan secara sederhana namun dapat menggaungkan pesan-pesan Program Kesehatan dalam mempercepat perwujudan Rakyat Sehat.


           Tema peringatan hari Kesehatan Nasional Tahun 2008 ini adalah ”RAKYAT SEHAT, KUALITAS BANGSA MENINGKAT’’.


           Sehat merupakan kebutuhan yang sangat essensial, sehat sebagai investasi pengembangan Sumber Daya Manusia. Sehubungan dengan itu pada peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-44 Tahun 2008, DKK Sragen akan mengadakan beberapa kegiatan lomba. Berbagai kegiatan menarik tersebut akan diadakan pada hari Rabu, 12 November 2008 pukul 07.30 bertempat di Halaman Puskesmas Kedawung II, dengan mempertandingkan antara lain Bola Voli Putra Putri, Tenis Meja Putra Putri, Bulu Tangkis Putra Putri, Lomba memasak dan Lomba Menyanyi.

    [ DKK-PDE ]


    [ 05/09/2008, 07:31 WIB ]
    LANGKAH CERDAS ATASI KENDALA GEOGRAFIS

    KEDAWUNG - Terletak tepat di bawah kaki Gunung Lawu, Kecamatan Kedawung justru mengalami kendala keterbatasan air kala musim kemarau. Ini disebabkan oleh faktor geografis, karena aquifer (lapisan air di bawah tanah) di wilayah ini kebetulan berada jauh di bawah permukaan tanah. Cadangan air tanah berlimpah, namun berada di kedalaman 110-135 m di perut bumi. Embung-embung yang ada merupakan embung tadah hujan. Sebuah sungai besar yang berhulu di Gunung Lawu tampak mengalirkan air bening menyegarkan. Namun debit airnya di masa kemarau ini seolah tak berarti untuk mengairi lahan pertanian di sekitarnya.


    Hal ini terungkap dalam Ashar Keliling (Sarling) putaran ke-2 di Desa Kedawung Kecamatan Kedawung Sragen, Rabu (3/9). Di tengah terik matahari yang menyengat siang itu, Bupati Sragen H Untung Wiyono tak segan menyusuri pingiran sungai yang curam, dengan batu-batu besar di dasarnya. Sesekali, Bupati menyapa warga setempat yang menjadi penambang batu dan pasir tradisional di sepanjang perjalanan. Banyaknya batu dan pasir yang terbawa arus sungai dari gunung, membuat sebagian warga desa menggantungkan hidupnya pada sumber daya alam ini.
    [ HUMAS ]


    [ 28/09/2007, 11:29 WIB ]
    BUKA BERSAMA CAMAT DENGAN MURID SD BENDUNGAN I KEDAWUNG

    KEDAWUNG-Sebagai kegiatan rutin yang telah berlangsung selama 2 tahun, kecamatan kedawung menganggap buka bersama dengan masyarakat merupakan sarana yang paling akrab untuk bertukar pikiran. Demikian juga di Ramadhan kali ini, Rabu kemarin (25/09) dilaksanakan buka bersama Camat, Guru, Komite sekolah dan semua murid SD kelas V dan VI SD Bendungan I, Kedawung.


    Buka Puasa kali itu diawali dengan kultum sebagai penambah nutrisi hati, dan laporan ketua pelaksana acara kegiatan rutin tersebut. Setelah buka bersama dilaksanakan dialog dan ramah tamah kemudian dilanjutkan sholat tarawih berjamaah. Diharapkan acara buka bersama yang dilakukan oleh instansi pemerintah ataupun dari berbagai kalangan umum, bertujuan untuk syiar dan memberi manfaat yang baik.


    Sumber : Kec. Kedawung / PDE
    [ PDE ]


    [ 27/09/2007, 11:30 WIB ]
    SUASANA BARU BULAN RAMADHAN DI KECAMATAN KEDAWUNG

    KEDAWUNG-Momentum Ramadhan memang sangat baik untuk melakukan sebuah perubahan baru. Di Kecamatan Kedawung, bulan Ramadhan ini diisi dengan kegiatan tambahan baru, yaitu Sholat Dhuha berjamaah camat, staff, serta dinas terkait yang berada di kecamatan. Kegiatan ini mulai dilaksanakan mulai awal Ramadhan 1428 H. Meskipun kegiatan ini sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh sebagian orang, namun memasukkan sholat berjamaah sebagai agenda kegiatan kecamatan di bulan Ramadhan adalah hal kecil yang memberi manfaat besar.


    Diharapkan kegiatan sholat dhuha berjamaah yang dilakukan di masjid kecamatan Al Barkah Kedawung menjadikan insan-insan PNS lebih ikhlas dalam melaksanakan tugas dan melayani masyarakat serta mampu meningkatkan kinerja mereka di bulan Ramadhan. Diharapkan hal baik ini dapat terus dilaksanakan meski bulan Ramadhan berlalu.


    Sumber : Kec. Kedawung
    [ PDE ]


    [ 18/09/2007, 11:13 WIB ]
    SAFARI RAMADHAN BUPATI DI DESA JENGGRIK : WARGA AGAR HIMPUN DANA UNTUK PEDULI GEMPA BENGKULU

    KEDAWUNG-Bupati Sragen, H.Untung Wiyono mengharapkan kepada seluruh pengurus masjid
    di Kabupaten Sragen secara ikhlas menghimpun dana sosial untuk disumbangkan kepada
    warga Bengkulu yang saat ini menderita akibat Gempa Bumi. Langkah ini perlu dilakukan
    sebagai wujud kepedulian masyarakat Sragen atas musibah gempa bumi yang menimpa
    saudara-saudara kita di Bengkulu. Demikian harapan Bupati yang disampaikan pada saat
    melakukan Safari Ramadhan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Baitu Rahmat Dukuh Tempel,
    Desa Jenggrik, Kecamatan Kedawung, Senin (17/9).
    [ PDE ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+