Wed, 30 July 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013
  • Oktober, 2013
  • September, 2013
  • Agustus, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Kedawung


    [ 02/07/2014, 06:40 WIB ]
    Upaya mengatasi dampak penggunaan HP pada anak

    Sudah 2 tahun ini di SD Negeri Wonokerso 2 Kedawung terpasang jaringan internet sekaligus hotspot. Otomatis Guru dan Siswa dapat dengan mudah mengakses internet melalui perangkat keras baik laptop maupun HP.  Khusus menyoroti masalah HP,  Banyak HP murah yang fiturnya sudah cukup baik. Di tingkat anak-anak banyak diantara mereka yang sudah membawa HP walaupun hanya bisa digunakan waktu istirahat. Seringkali mereka saling adu mahal dan hebat mengenai HP masing-masing, termasuk menyangkut merek. Handphone, smartphone, BB, tablet, dan sejenisnya memang sudah membudaya.
    Membudayanya smartphone dan kawan-kawannya tentu membawa berbagai dampak, termasuk yang negatif. Hanya dengan ‘klik’ segala info bisa diketahui. Jika ada istilah aneh kadang-kadang anak akan penasaran, dan bisa masuk pada hal-hal porno. Kadang juga mereka tidak berniat melihat situs porno namun terjebak dengan foto-foto atau situs yang membuka dengan sendirinya. Itu pada anak yang baik. Kalau pada anak yang nakal, mereka bisa saja memang bertujuan mencari foto/video/cerita porno di HP-nya. Internet juga bisa membuat anak bergaul dengan orang yang salah yang pada akhirnya menjerumuskan pada narkoba, hal-hal porno, dan sebagainya. Selain itu, internet juga bisa membuat anak terjebak atu ditipu orang, misalnya orang yang nantinya akan mengajaknya kabur, menculik,  penjualan online yang ternyata menipu, dan sebagainya. Tak jarang juga anak yang pandai internet gaya hidupnya menjadi ‘wah’. Mereka suka membeli ini-itu, mengikuti trend barang atau meniru artis idolanya. Berlebihan dalam ber-internet juga membuat anak lebih individualis dan cenderung anti sosial, mereka akan lebih sering online daripada berinteraksi langsung. Mungkin mereka akan main game berlebihan hingga malas/prestasinya menurun, berlebihan dalam menggunakan jejaring sosial, dan sebagainya.
    [ PDE SRAGEN ]


    [ 30/04/2014, 10:18 WIB ]
    SDIT Annisa Kedawung giat mengoptimalkan peran Perpustakaan Sekolah dalam mendorong proses pendidikan lebih baik

    Sabtu, 13 April 2013 lalu puluhan anak-anak SD Annisa berada di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen. Acara ini sengaja diadakan dalam rangka memperkenalkan pentingnya budaya membaca bagi anak sekaligus studi tentang pemberdayaan perpustakaan. Keberadaan Perpustakaan SD Annisa Kedawung saat ini masih perlu dioptimalkan, baik dari sisi fungsi maupun manfaat.
    Peranan perpustakaan di dalam pendidikan amatlah penting, yaitu untuk membantu terselenggaranya pendidikan dengan baik. Sasaran dan tujuan operasional dari perpustakaan sekolah adalah untuk memperkaya, mendukung, memberikan kekuatan dan mengupayakan penerapan program pendidikan yang memenuhi setiap kebutuhan siswa, disamping itu mendorong dan memungkinkan tiap siswa mengoptimalkan potensi mereka sebagai pelajar.
    Penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk menyimpan bahan-bahan pustaka, tetapi dengan adanya penyelenggaraan perpustakaan sekolah diharapkan dapat membantu murid-murid dan guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu segala bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan sekolah harus dapat menujang proses belajar mengajar, maka dalam pengadaan bahan pustaka hendaknya mempertimbangkan kurikulum sekolah, serta selera para pembaca yang dalam hal ini adalah murid-murid.
    1.    Perpustakaan sekolah sebagai perangkat perlengkapan pendidikan mempunyai tugas:
    Menyerap dan menghimpun informasi guna kegiatan belajar mengajar.
    2.    Mewujudkan suatu wadah pengetahuan dengan administrasi dan organisasi yang sesuai sehingga memudahkan penggunanya
    3.    Menyediakan sumber-sumber rujukan yang tepat guna untuk kegiatan konsultasi bagi pengajar dan pelajar
    4.    Menyediakan bahan-bahan yang bermanfaat bagi kegiatan rekresi yang berkaitan dengan bidang budaya dan dapat meningkatkan selera, mengembangkan daya kreatif
    5.    Melaksanakan layanan perpustakaan yang sederhana, mudah dan menarik sehingga pengajar dan pelajar tertarik dan dapat menjadi terbiasa dalam menggunakan perpustakaan
    6.    Pusat layanan bahan pustaka bagi siswa dan guru.
    7.    Memberikan bimbingan membaca

    [ PDE SRAGEN ]


    [ 08/01/2014, 13:22 WIB ]
    SD N Bendungan 5 Kedawung sudah miliki Hotspot sendiri

    Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi semakin merambah di setiap aspek kehidupan, baik dalam kehidupan sosial, pelayanan publik, administrasi maupun pendidikan. SD Negeri 5 Kedawung Sragen sebagai institusi pendidikan terus berkomitmen  dalam meningkatkan mutu pendidikannya dengan cara terus berupaya melengkapi sarana pembelajaran dan penunjang media belajar dengan menyediakan akses internet di Sekolah terutama hotspot.
    Sekolah yang terletak di pinggir hutan karet ini sejak bulan Pebruari 2010 telah memiliki hotspot di sekolah, awalnya dari pemikiran kepala sekolah ibu Kamsyiah yang paham betul akan pentingan internet bagi dunia pendidikan terutama dalam menyediakan informasi data serta sarana pendukung pembelajaran.

    [ PDE SRG ]


    [ 18/09/2013, 10:11 WIB ]
    JEJER LEGOWO, ANTARA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN DAN KEARIFAN LOKAL

           KEDAWUNG - Sragen telah menyiapkan diri
    dengan kegiatan Tanam Padi Perdana Program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan
    berbasis Korporasi (GP3K), dimana Sragen telah mengembangkan sistem
    tanam baru yang merupakan ciri kearifan lokal yaitu Jejer Legowo. 



    Mengapa harus Jejer Legowo?
           

           Perspektif sistem usahatani padi
    dalam meningkatkan pendapatan petani adalah jika hasil padi telah mencapai
    tingkat maksimum sampai batas potensi genetik varietas dan days dukung
    lingkungan (carrying capacity), maka
    sasaran program intensifikasi adalah mempertahankan tingkat produktivitas
    padi dan meningkatkan pendapatan petani. Rekayasa teknik tanam padi dengan
    cara tanam jajar legowo 2:1 atau 4:l, berdasarkan hasil penelitian
    terbukti dapat meningkatkan produksi padi sebesar 12-22%, karena banyak
    ruang untuk cahaya matahari yang masuk dan tanaman terhindar dari stres.

              

            Disamping itu
    sistem legowo yang memberikan ruang yang luas (lorong) sangat cocok
    dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan (minapadi legowo). Hasil ikan
    yang diperoleh mampu menutup sebagian biaya usahatani, sehingga dapat
    meningkatkan pendapatan petani. Teknologi legowo merupakan rekayasa teknik
    tanam dengan mengatur jarak tanam antar rumpun dan antar barisan sehingga
    terjadi pemadatan rumpun padi dalam barisan dan melebar jarak antar
    barisan sehingga seolah-olah rumpun padi berada dibarisan pinggir dari pertanaman
    yang memperoleh manfaat sebagai tanaman pinggir (border effect). Hasil
    penelitian menunjukkan bahwa rumpun padi yang berada di barisan pinggir
    hasilnya 1,5 – 2 kali lipat lebih tinggi dibandingkan produksi rumpun padi
    yang berada di bagian dalam.

    Penerapan
    Sistem Jajar Legowo
           

           Menanam dengan sistem jejer legowo
    diawali dengan pembuatan baris tanam lahan sawah yang sudah siap ditanami,
    dibentuk garis-garis tanam dengan menggunakan alat pembuat garis jajar legowo 2
    : 1, dibuat garis tanam 40 cm x ( 20 cm x 10 cm) dengan cara menarik atajale
    pada lahan yang akan ditanami. Arah baris tanam sebaiknya sesuai dengan arah
    aliran air pengairan. Kemudian  Bibit padi yang hendak ditanam setidaknya
     berumur kurang dari 21 hari sebanyak 1-2 bibit ditanam pada perpotongan
    garis-garis yang terbentuk, dengan cara maju atau mundur sesuai kebiasaan regu
    tanam.

           

           Untuk pemupukanPemupukan dilakukan
    secara alur pada tempat yang berjarak 20 cm dan posisi yang memupuk pada tempat
    yang berjarak 40 cm. Dengan cara ini hanya 40 % dari lahan yang diberi pupuk
    dan pupuk terkonsentrasi sepanjang tempat yang berjarak 20 cm, serta pupuk
    lebih dekat dengan perakaran sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman secara
    maksimal. Pemupukan dengan cara diicir pada larikan Penyiangan Gulma
    dilakukan secara satu arah.

     Penyiangan
          

    Pada cara tanam ini penyiangan sebaiknya
    dilakukan dengan menggunakan landak/osrok cukup satu arah yaitu searah dalam
    barisan dan tidak perlu dipotong seperti pada cara tanam bujur sangkar (2 arah).
    Jarak tanam dalam barisan 10 cm tidak perlu dilakukan penyiangan karena gulma
    akan kalah berkompetisi dengan pertumbuhaan tanaman padi. Dengan cara tanam
    ini, biaya penyiangan dapat di tekan sampai 50 %.e. Pengendalian Hama dan
    Penyakit. Adanya lorong-lorong yang berjarak 40 cm sinar matahari dan sirkulasi
    udara dapat berjalan optimal dan kelembaban dapat ditekan sehingga perkembangan
    hama/penyakit dapat diminimalisir. Disamping itu, kegiatan pemantauan dan
    pelaksanaan pengendalian penyakit dapat lebih mudah dilaksanakan. (pj/yl)

     


    [ PDE ]


    [ 26/08/2013, 08:34 WIB ]
    GAHARU PRIMADONA BARU

           KEDAWUNG - Sudah Gaharu Cendana Pula,
    pepatah itu seringkali kita dengar, tetapi apakah sebetulnya gaharu itu?
    Tanaman gaharu memang mirip dengan cendana, terkenal sebagai tanaman bahan
    parfum yang langka dan sangat sulit untuk dibudidayakan. Namun bukan SMK
    Pertanian Kedawung Sragen namanya kalau langsung menyerah begitu saja, terbukti
    SMK Kedawung merupakan area budidaya terbesar se-jawa tengah yang berhasil
    menyabet juara I tingkat nasional tahun 2009 kategori budidaya tanaman lindung.
    Ayo kita lihat lebih dekat gaharu ini, siapa tahu berminat membudidayakan?

            Lengkap dengan Sepatu boot dan parang kecil, Sutrisno, SP, Kaprodi
    Agrobisnis Produksi Tanaman SMK Kedawung Sragen, telah bersiap mengecek demplot
    gaharu di areal sekolah. Sekitar 1900 pohon gaharu yang didapat dari INSTIPER
    Yogyakarta tahun 2003 silam memang berhasil ditanam dan dikembangbiakkan di SMK
    ini, bahkan satu pohon gaharu yang telah berusia 6 tahun, telah berhasil
    dipanen secara alami.

           
    Tanaman gaharu adalah salah satu komoditi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang
    sangat menjanjikan masa depan, selain dapat meningkatkan ekonomi tanaman gaharu
    juga berfungsi untuk mendukung program penghijauan seperti yang diprogramkan
    pemerintah, mulai dari Pusat sampai di Daerah. Pengelolaan tanamannya tidak
    berbeda dengan tanaman lainnya. Perawatan yang intensif dapat memacu
    pertumbuhan sehingga sudah bisa dilakukan inokulasi pada tanaman usia 4 (empat)
    tahun.



           Dilukai
    dahulu, baru kemudian menghasilkan.


           Menurut Sutrisno, biasanya tanaman sudah siap untuk diinokulasi pada usia 6
    tahun karena hal tersebut sangat tergantung dengan diameter tanaman. Inokulasi
    adalah proses infeksi buatan dengan memasukkan inokulan atau sejenis virus dengan
    cara melubangi tanaman, sehingga lama-kelamaan tanaman tersebut akan mati, kayu
    dari gaharu yang mati inilah yang bakal menjadi bahan parfum. Pembuatan lubang
    inokulasi sejauh lebih kurang 1/3 diamter pohon secara spiral dan vertical
    dengan spasi yang bervariasi tidak menyebabkan pohon rentan patah.



          
    Perawatan tanaman dengan pemupukan bahan organik sangat disarankan. Sehingga
    pertumbuhan pohon bisa optimal dan menghasilkan performa batang yang baik.
    Pemangkasan cabang harus dilakukan untuk memacu pertumbuhan vertikal pohon
    sehingga diameter pohon dapat berkembang sesuai yang diharapkan dan
    menghasilkan jaringan batang yang siap untuk dilakukan inokulasi.

           Pada model sekarang, inokulan banyak berupa cairan atau gel, sehingga lebih
    mudah dimasukkan ke lubang tanaman dibanding dengan serbuk (pj/yl). [ PDE ]


    [ 13/06/2013, 08:07 WIB ]
    BUPATI TUTUP TMMD KE – 90, DI DESA MOJOKERTO, KEDAWUNG

           KEDAWUNG – Selama 21 hari, masyarakat Desa Mojokerto Kec.
    Kedawung kedatangan tamu dalam kegiatan Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke -90, yang juga dilaksanakan  serentak di 61 wilayah Kabupaten/ Kota di
    seluruh Indonesia.

           Untuk wilayah Kodim 0725/Sragen, TMMD dilaksanakan di Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung,
    Kab. Sragen. Dengan mengambil tema “Melalui TMMD, TNI bersama Polri, Kementerian, Pemda dan seluruh komponen bangsa lainnya,
    kita tingkatkan integritas guna mendukung percepatan pembangunan dalam rangka
    mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan” upacara pembukaan, telah dilaksanakan pada  14 Mei
    2013 lalu, oleh Komandan Kodim 
    Letnan Kolonel Inf. R. Wahyu Sugiarto, S.IP., dihadiri oleh Bupati
    Sragen Agus Fatchur Rahman,SH,MH,  Wakil Bupati H.Daryanto,SH Ketua DPRD Sragen H. Sugiyamto, SH,  serta
    anggota Forum Pimpinan Daerah kabupaten Sragen serta Kepala SKPD di lingkungan
    Pemkab Sragen, Kapolres Sragen dan jajaranya,  pramuka, Korpri, pelajar  & ormas Islam.

            

    Pada
    penutupan TMMD, Senin, 3 Juni 2013. Bupati Sragen Agus Fatchurrahman,SH,MH,
    membacakan amanat Panglima Kodam IV Diponegoro, Mayor Jendral Sunendyo, yang
    pada intinya agar hasil pembangunan sarana dan prasaran fisik yg
    telah dicapai dapat dimanfaatkan, serta dipelihara dg baik, serta bisa
    dimaksimalkan lagi oleh pemerintah daerah beserta masyarakat didaerah untuk
    masyarakat banyak. Sedang hasil kegiatan non fisik yang berupa pembekalan
    pengetahuan praktis, maupun masalah sosial kemasyarakatan, kejujuran bela
    negara, dan kesadaran hukum, kiranya tidak hanya sekedar menjadi pengetahuan,
    tetapi benar-benar dapat dipahami, bahkan dapat diterapkan langgsung oleh
    segenap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

           

    Bupati juga menyampaikan ucapan
    terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap lapisan
    masyarakat, prajurit TNI & Polri, pemerintah daerah dan komponen bangsa
    lainya, yang telah berpartisipasi secara aktif langsung maupun tidak langsung
    dalam mendukung kegiatan ini.

           Salah satu unsur
    relawan ormas yang turut nyengkuyung dan memberikan pendapat dalam acara
    tersebut yaitu relawan dari LDII, disebutkan oleh ketua PAC Kedawung
    Thoha Suprapto bahwa  dapat
    turut berpartisipasi membantu pembangunan program TMMD adalah wujud ukhuwah islamiyah dan tolong menolong.

            Pada
    laporan
    pelaksanaan kegiatan, Perwira Proyek Kapten Infantri Fathoni
    menggatakan bahwa kegiatan   berjalan
    lancar. Kegiatan fisik yang dilaksanakan yaitu
    pengecoran jalan direncanakan sepanjang 1.950 meter menjadi 2.600 meter, karena
    keswadayaan
    masyarakat,   serta rehab rumah
    tidak layak huni sebanyak 15 unit. Sedangkan kegiatan non fisik antara lain
    melakukan penyuluhan dalam bidang kamtibmas, pendidikan bela negara, teknologi
    tepat guna, PAUD serta pembinaan rohani.”(sumber : kiriman masyarakat_ant)
    [ PDE-Kiriman Masyarakat ]


    [ 12/04/2013, 09:48 WIB ]
    GENDER ADALAH LAKI-LAKI MITRA PEREMPUAN , BUKAN LAKI-LAKI VERSUS PEREMPUAN

           KEDAWUNG – Di seluruh
    dunia, kekerasan berbasis gender lebih banyak terjadi kepada perempuan dan
    anak-anak perempuan daripada laki-laki dan anak-anak laki-laki. Untuk itu dalam
    upaya pencegahan dan penanganan masalah kekerasan berbasis gender maupun
    kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), di Kabupaten Sragen dilaksanakan
    sosialisasi tentang UU Perlindungan Anak no 23 tahun 2002, trafficking, KDRT
    dan penanganan korban kekerasan berbasis gender.



           Sosialisasi ini
    dilaksanakan berkat kerjasama antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Sragen, Bagian
    Pemberdayaan Perempuan Setda Sragen, dan Dewan Perlindungan
    Perempuan dan Anak (DPPA) di 20 PKK Kecamatan se Kabupaten Sragen.



           Kemarin, pada
    hari Kamis (11/4/2013) sosialisasi dilaksanakan di PKK Kecamatan Kedawung Dihadiri
    oleh perwakilan TP PKK Desa se Kec. Kedawung, organisasi wanita desa, dan perwakilan
    sekolah menengah atas. Pembicara utama dalam acara tersebut adalah Ibu Giyarsih
    dari DPPA didampingi oleh TP PKK kabupaten Sragen dan Ibu ketua TP PKK
    kecamatan Kedawung.



           Dalam
    penyampaiannya, Ibu Giyarsih mengatakan bahwa kasus KDRT maupun kasus Kekeraan
    Gender masih sangat tinggi. Sejak tahun 2010 ibu \\\\Giyarsih sudah menangani 400
    kasus di kabupaten Sragen. Menurutnya perlu peningkatan kesadaran masyarakat
    terhadap kepeduliannya dalam ikut berperan serta menghapus KDRT. Laki-laki
    sebagai mitra perempuan bukan menganggap bahwa perempuan sebagai kelas kedua.



           Peserta terlihat
    sangat antusias mendengarkan penjelasan pembicara, pada kesempatan tanya jawab
    muncul seorang peserta ,menanyakan bagaimana cara mencegah agar tidak terjadi
    KDRT. Dijawab oleh Ibu Giyarsi, kunci utamanya ada 8 faktor., yaitu :

    Penanaman Nilai Agama, Peningkatan Ekonomi keluarga, Budaya yaitu sopan santun, Komunikasi yang lancar, Perhatian dan kasih sayang anggota keluarga, Pendidikan, Perlindungan dari setiap anggota keluarga, dan Pemahaman kesehatan reproduksi.

           Di akhir acara
    disimpulkan bahwa untuk menghapus KDRT dan kekerasan terhadap perempuan dan
    anak perlu adanya komitmen dari aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus
    serta pelayanan prima terhadap korban kekerasan agar mampu pulih menjalani masa
    depan.(fa)[ PDE ]


    [ 05/04/2013, 09:59 WIB ]
    FILOSOFI WADUK : AIR TIDAK MENGALIR KE LAUT TETAPI KE WADUK

           KEDAWUNG – Tahukah anda
    apakah Waduk itu? Berapa jumlah Waduk dan Embung di Kabupaten Sragen? Waduk
    adalah tempat pada
    permukaan tanah yang digunakan untuk menampung air saat terjadi kelebihan air /
    musim penghujan sehingga air itu dapat dimanfaatkan pada musim kering. Sumber
    air waduk berasal dari membendung sungai atau rawa ditambah dengan air hujan langsung.



    Waduk di Kabupaten Sragen ada 7, yaitu

    1. Waduk Gebyar di Sambirejo,

    2. Waduk Kembangan di Karangmalang

    3.Waduk Brambang di Kedawung

    4. Waduk Bothok di Kedawung

    5. Waduk Ketro di Tanon

    6. Waduk Gembong di Karangmalang

    7. Waduk Blimbing di Sambirejo.


    Sedang untuk Embung terdapat 23 embung yang tersebar
    di seluruh kabupaten terutama di wilayah utara sungai Bengawan Solo yang relatif
    kurang subur tanahnya karena alamnya tidak banyak cekungan sebagai penampungan
    air.



           Secara geografis Kabupaten Sragen memang dilalui atau
    dibelah oleh sungai besar Bengawan Solo, namun demikian pada saat musim kemarau
    bisa saja terjadi kekeringan sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan
    air rumah tangga maupun pertanian, sedangkan pada musim penghujan terjadi
    banjir karena luapan sungai dan curah hujan yang berlebihan. Oleh karena itu perlu
    adanya sistem pengairan yang tepat untuk menangani sumber daya air secara
    optimal dengan membangun Waduk dan Embung.



    Menampung Hujan


    Menurut Kades Brambang Kec. Kedawung Bapak Sukiman, dikatakan
    dengan perawatan dan pengelolaan Waduk dengan baik, seperti pengerukan, serta memperkuat
    talud maka penampungan air semakin maksimal sehingga di musim hujan seperti
    bulan maret-april kondisi waduk penuh namun tidak terjadi banjir, dan iar waduk
    bisa mengairi lahan pertanian sekitar hingga musim tanam ketiga.



           Maksud dibangunnya waduk dan embung antara lain
    untuk menampung air pada musim penghujan dan memanfaatkan pada musim kemarau, pengendarian
    aliran permukaan (Runoff) sehingga dapat meningkatkan usaha pertanian dan
    perikanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis pedesaan sehingga
    mengurangi jumlah KK Miskin. Selain itu, model yang lebih kreatif adalah
    memanfaatkan waduk sebagai sarana rekreasi memancing dan pariwisata mengingat
    Kabupaten Sragen tidak memiliki wilayah laut.(fa_pde)[ PDE ]


    [ 09/12/2010, 10:28 WIB ]
    EKSOTIKA KULIT TELUR DARI KEDAWUNG

           KEDAWUNG - Siapa yang tidak kenal telur, si bulat ini memang
    enak dimakan dan bergizi tinggi. Ada yang senang dibuat telur dadar, telur mata
    sapi, telur kecap, omlete, kerak telor dan banyak lagi yang lain. Isinya kita
    makan dan cangkangnya kita buang ditempat sampah. Dan selalu, kulitnya berakhir
    di tong sampah menjadi barang tak bernilai.  Bila disikapi dengan penuh
    imajinasi semuanya bisa disulap jadi lebih bermanfaat, bila kreativitas dan
    ketekunan diberi tempat, cangkang telur pun bisa menjadi sebuah karya yang
    indah dan bernilai mahal.



           Salah seorang yang jeli pada limbah ini adalah pensiunan
    PNS Pemkab Sragen H.M Muslich. Sejak 2008 usahanya ini mampu menciptakan
    berbagai hiasan dinding yang dipadu dengan ornamen dari kulit telur seperti
    Kaligrafi maupun lukisan dinding.



           Berawal dari membaca buku ide ini muncul. Memang
    cara pembuatannya butuh kecermatan dan banyak pengalaman untuk menghasilkan
    sebuah karya yang indah. Bahan utama yang berupa kulit telur awalnya ia dapat
    dari tetangga dekat dan konsumsi sendiri, lama kelamaan banyak tetangga yang
    rutin membawakan kulit telur utuk kerajinan ini.



           Bahan-bahan yang digunakan adalah Cangkang telur,
    lem fox, cat semprot, triplek, dan kain dasaran atau kain beludru. Cara
    pembuatannya pertama cangkang telur dibersihkan dari kulit arinya, lalu
    dilakukan pengeringan kemudian digambar sesuai pola untuk pemotngan dan
    langsung ditempelkan ke kain dasaran yang sebelumnya telah dilukis atau dihias.
    Selanjutnya dilakukan proses pengeleman dan pengamplasan, kemudian diberi
    dempul dan diberi pewarna.

           Kebanyakan hiasan dinding yang dibuat adalah
    Kaligrafi, lukisan dinding, dan mozaik sehingga  butuh
    juga keahlian melukis atau menulis kaligrafi arab.

    Kebanyakan pesanan adalah dari teman-teman haji
    maupun dari luar kota, karena produk-produk Pak Muslich ini sering diikutkan
    pada pameran-pameran kerajinan lokal, bahkan Gubernur Jawa Tengah pun pernah
    membeli produk ini. Biasanya pada setiap pameran disertakan contoh-contoh dan katalog
    model yang bisa dipesan.



           Kerajinan dari cangkang telur ini cukup menarik
    untuk ditekuni karena tidak membutuhkan modal besar, dan limbah cangkang
    telurnya pun juga mudah didapat di berbagai tempat, salah satunya tempat
    pembuatan dan penjualan kue yang memakai bahan telur, penjual martabak telur
    dll. Selain bisa menggembangkan kreasi, kreativitas, bisa menghasilkan uang,
    juga dapat memperkecil jumlah sampah rumah yang berarti ikut berperan serta
    dalam melestarikan lingkungan.


           Untuk bisa mendapatkan hiasan yang memperindah
    ruangan ini dapat dipesan di H.M. Muslich, Kampungbaru, Rt 02/03, Bendungan,
    Kedawung, telepon (0271) 8825573. Dengan harga Rp 400.000 anda akan mendapatkan
    hiasan indah berukuran 40  cm x 60 cm. Berbagai
    kerajinan dari cangkang telur ini bisa menjadi alternatif untuk kado atau
    souvenir ataupun bisa untuk menambah dekorasi dan hiasan rumah.

    (ning_sri_pde)
    [ pde ]


    [ 13/11/2010, 08:39 WIB ]
    SAPI BRAHMAN DARI KEDAWUNG

           KEDAWUNG - Pagi itu, Sukamdo(42) terlihat sedang sibuk memberi pakan ternak-ternak sapinya. Sesekali ia asyik mengelus-elus kepala salah satu ekor sapi. Kandang sapinya terletak disebelah timur agak jauh dari rumahnya. Tak terlalu besar ukuran kandangnya sekitar 2,5 x 7 meter yang dihuni sapi yang berwarna putih bersih. Dari ciri-ciri fisiknya, sapi yang ia ternakkan dapat dikenali sebagai sapi jenis Brahman.


           “Baru sekitar dua Tahun ini kami memelihara sapi ini” katanya mengawali percakapan. Akhir September lalu ia beserta 29 warga lainnya di desa Wonorejo kecamatan Kedawung mendapat bantuan sapi dari Pemerintah. Masing-masing orang mendapatkan bantuan sapi dua ekor. Total sapi yang diperbantukan ke warga desa ini semuanya berjumlah 60 ekor sapi, semuanya sapi jenis Brahman. Ke enam puluh ekor tersebut di ternakkan dalam sepuluh kandang. Masing-masing kandang diisi oleh 6 ekor sapi, seperti yang terlihat di kandang sapi milik Sukamdo.


           Bantuan ini bukan merupakan bantuan hibah melainkan bantuan bergulir. Setelah tiga tahun nanti, ia wajib mengembalikan sapi dengan jumlah yang sama. Selanjutnya sapi-sapi tersebut akan dibantukan kembali ke warga lainnya.[pde]

    [ pde ]


    [ 26/05/2010, 09:04 WIB ]
    MONDO-MONDO, CAMILAN ISTIMEWA DARI NGABEYAN

           KEDAWUNG - Bisnis makanan ringan adalah bisnis yang cukup menjanjikan. Hampir semua orang tidak ada yang menolak keberadaan jenis produk ini. Banyak jenis usaha yang tergabung dalam bisnis makanan ringan snack ini, mulai dari pembuat, pemasar, hingga penjual. Apalagi Indonesia kaya dengan macam ragam makanan khas daerah.


           Mondo-Mondo, satu merek produk camilan jajanan rakyat asal Sragen yang hmmm... lezat dan nikmat. Dikelola sebagai bisnis keluarga yang sudah turun-temurun dari Mbah Sastro Mondoyo Cokrominoto beralamat di Dukuh Ngabeyan, Desa Kedawung, Kec. Kedawung, hingga kini anak cucunya turut memproduksi dan mengelola.


           Modal awal yang dibutuhkan pertama kali produksi pada tahun 1972 cukup ringan dan dengan peralatan yang seadanya, yang dibutuhkan hanya keistimewaan rasa yang membedakan dengan produk lain. Hingga kini jenis camilan yang diproduksi adalah Kuping gajah manis, kuping gajah gurih, cumi-cumi, dan akar kelapa, yang masing-masing mempunyai keistimewaan rasa sendiri-sendiri.


           Setiap harinya, mereka memproduksi makanan tradisional rakyat itu dengan bahan sekitar 10 kg akan menghasilkan 15 kg lebih makanan. Bahan –bahannya adalah tepung terigu, telur, bawang, gula dan garam.


           Produk Mondo-mondo ini aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak dan semua umur, dan camilan ini dapat dengan mudah kita temukan di Pasar Lor Depan Warung Mbah Rajak.(fa_sri_pde)

    [ PDE ]


    [ 25/02/2010, 11:24 WIB ]
    Ketika Peternak Lebah berbicara tentang KEAJAIBAN MADU

           KEDAWUNG - Tahukah Anda, betapa madu merupakan sumber makanan penting yang disediakan untuk manusia melalui serangga sekecil ini? Madu adalah ”Obat bagi Manusia”, berbagai fakta menunjukkan khasiat madu untuk kesehatan dan penyembuhan penyakit. Hal inilah yang diteropong oleh Mas Nunung, peternak lebah madu sekaligus pemilik produk madu merk Marta Puspita Sari, Desa Bendungan, Kec. Kedawung Sragen.


           Meneruskan usaha sang Ayah, Pak Jaswan sejak tahun 1993, Mas Nunung telah berkeliling Pulau Jawa untuk menggembalakan 100 lebih koloni lebahnya sesuai dengan musim bunga. ” Satu koloni lebah terdiri dari 1 lebah ratu, 200-300 lebah jantan, dan 10.000 – 100.000 lebah pekerja. Kalau di musim bunga, kami biasa membawa lebah kami mulai mengikuti musim bunga yang ada dan juga mencari tempat yang sesuai untuk menempatkan koloni-koloni kami barang seminggu atau 2 minggu”, tutur Nunung. ”Pada musim bunga tersebut kami biasa juga menyebutnya dengan musim panen, karena bila tidak terkendala cuaca maka kami bisa panen berkali-kali dengan hasil yang memuaskan, namun bila cuaca tiba-tiba hujan bisa jadi bunga yang sangat banyak tadi langsung berguguran”.


    Dari Subang sampai Bali


           Dalam satu tahun, masa panen hanya 6 bulan, selebihnya adalah musim paceklik. Di musim paceklik lebah harus diberi makan yaitu gula pasir yang telah dilarutkan di air dengan perbandingan 1 : 1.


           Untuk awal musim bunga sekitar bulan Mei, yaitu bunga randu, koloni lebah dibawa ke Pati, kemudian untuk bunga mangga koloni dibawa ke Sragen, selanjutnya musim bunga kelengkeng dibawa ke Piyungan, bunga jambu mete dibawa ke Karangasem Bali, kemudian kembali bunga mangga di Kediri, terakhir Bunga rambutan ke Subang.


           Dari berbagai bunga tersebut akan diperoleh madu dengan warna dan rasa yang berbeda-beda, sedangkan kepekatan tergantung dari cuaca dan curah hujan pada saat itu.


           Dewasa ini, apikultur dan produk lebah telah membuka cabang penelitian baru di negara-negara yang sudah maju dalam hal ilmu pengetahuan. Manfaat madu lainnya dapat dijelaskan di bawah ini:


    Mudah dicerna: Karena molekul gula pada madu dapat berubah menjadi gula lain (misalnya fruktosa menjadi glukosa), madu mudah dicerna oleh perut yang paling sensitif sekalipun, walau memiliki kandungan asam yang tinggi. Madu membantu ginjal dan usus untuk berfungsi lebih baik.


    Rendah kalori: Kualitas madu lain adalah, jika dibandingkan dengan jumlah gula yang sama, kandungan kalori madu 40% lebih rendah. Walau memberi energi yang besar, madu tidak menambah berat badan.


    Berdifusi lebih cepat melalui darah: Jika dicampur dengan air hangat, madu dapat berdifusi ke dalam darah dalam waktu tujuh menit. Molekul gula bebasnya membuat otak berfungsi lebih baik karena otak merupakan pengonsumsi gula terbesar.


    Membantu pembentukan darah: Madu menyediakan banyak energi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan darah. Lebih jauh lagi, ia membantu pembersihan darah. Madu berpengaruh positif dalam mengatur dan membantu peredaran darah. Madu juga berfungsi sebagai pelindung terhadap masalah pembuluh kapiler dan arteriosklerosis.


    Membunuh bakteri: Sifat madu yang membunuh bakteri disebut efek inhibisi. Penelitian tentang madu menunjukkan bahwa sifat ini meningkat dua kali lipat bila diencerkan dengan air. Sungguh menarik bahwa lebah yang baru lahir dalam koloni diberi makan madu encer oleh lebah-lebah yang bertanggung jawab merawat mereka-seolah mereka tahu kemampuan madu ini.

    [ PDE ]


    [ 11/11/2008, 11:13 WIB ]
    HKN DI SRAGEN : RAKYAT SEHAT, KUALITAS BANGSA MENINGKAT

            KEDAWUNG - Dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-44 Tahun 2008 di Kabupaten Sragen akan dilaksanakan kegiatan yang melibatkan Pemerintah, masyarakat, Organisasi Profesi Kesehatan maupun Swasta. Kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain adalah Seminar, Bakti Sosial, Penyuluhan Kesehatan, Pemberantasan Sarang Nyamuk, Donor Darah, Lomba Bola Volley Putra Putri, Tenis Meja Putra Putri, Bulu Tangkis Putra Putri, Lomba memasak dan Lomba Menyanyi dll. Peringatan hari Kesehatan Nasional diselenggarakan secara sederhana namun dapat menggaungkan pesan-pesan Program Kesehatan dalam mempercepat perwujudan Rakyat Sehat.


           Tema peringatan hari Kesehatan Nasional Tahun 2008 ini adalah ”RAKYAT SEHAT, KUALITAS BANGSA MENINGKAT’’.


           Sehat merupakan kebutuhan yang sangat essensial, sehat sebagai investasi pengembangan Sumber Daya Manusia. Sehubungan dengan itu pada peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-44 Tahun 2008, DKK Sragen akan mengadakan beberapa kegiatan lomba. Berbagai kegiatan menarik tersebut akan diadakan pada hari Rabu, 12 November 2008 pukul 07.30 bertempat di Halaman Puskesmas Kedawung II, dengan mempertandingkan antara lain Bola Voli Putra Putri, Tenis Meja Putra Putri, Bulu Tangkis Putra Putri, Lomba memasak dan Lomba Menyanyi.

    [ DKK-PDE ]


    [ 05/09/2008, 07:31 WIB ]
    LANGKAH CERDAS ATASI KENDALA GEOGRAFIS

    KEDAWUNG - Terletak tepat di bawah kaki Gunung Lawu, Kecamatan Kedawung justru mengalami kendala keterbatasan air kala musim kemarau. Ini disebabkan oleh faktor geografis, karena aquifer (lapisan air di bawah tanah) di wilayah ini kebetulan berada jauh di bawah permukaan tanah. Cadangan air tanah berlimpah, namun berada di kedalaman 110-135 m di perut bumi. Embung-embung yang ada merupakan embung tadah hujan. Sebuah sungai besar yang berhulu di Gunung Lawu tampak mengalirkan air bening menyegarkan. Namun debit airnya di masa kemarau ini seolah tak berarti untuk mengairi lahan pertanian di sekitarnya.


    Hal ini terungkap dalam Ashar Keliling (Sarling) putaran ke-2 di Desa Kedawung Kecamatan Kedawung Sragen, Rabu (3/9). Di tengah terik matahari yang menyengat siang itu, Bupati Sragen H Untung Wiyono tak segan menyusuri pingiran sungai yang curam, dengan batu-batu besar di dasarnya. Sesekali, Bupati menyapa warga setempat yang menjadi penambang batu dan pasir tradisional di sepanjang perjalanan. Banyaknya batu dan pasir yang terbawa arus sungai dari gunung, membuat sebagian warga desa menggantungkan hidupnya pada sumber daya alam ini.
    [ HUMAS ]


    [ 28/09/2007, 11:29 WIB ]
    BUKA BERSAMA CAMAT DENGAN MURID SD BENDUNGAN I KEDAWUNG

    KEDAWUNG-Sebagai kegiatan rutin yang telah berlangsung selama 2 tahun, kecamatan kedawung menganggap buka bersama dengan masyarakat merupakan sarana yang paling akrab untuk bertukar pikiran. Demikian juga di Ramadhan kali ini, Rabu kemarin (25/09) dilaksanakan buka bersama Camat, Guru, Komite sekolah dan semua murid SD kelas V dan VI SD Bendungan I, Kedawung.


    Buka Puasa kali itu diawali dengan kultum sebagai penambah nutrisi hati, dan laporan ketua pelaksana acara kegiatan rutin tersebut. Setelah buka bersama dilaksanakan dialog dan ramah tamah kemudian dilanjutkan sholat tarawih berjamaah. Diharapkan acara buka bersama yang dilakukan oleh instansi pemerintah ataupun dari berbagai kalangan umum, bertujuan untuk syiar dan memberi manfaat yang baik.


    Sumber : Kec. Kedawung / PDE
    [ PDE ]


    [ 27/09/2007, 11:30 WIB ]
    SUASANA BARU BULAN RAMADHAN DI KECAMATAN KEDAWUNG

    KEDAWUNG-Momentum Ramadhan memang sangat baik untuk melakukan sebuah perubahan baru. Di Kecamatan Kedawung, bulan Ramadhan ini diisi dengan kegiatan tambahan baru, yaitu Sholat Dhuha berjamaah camat, staff, serta dinas terkait yang berada di kecamatan. Kegiatan ini mulai dilaksanakan mulai awal Ramadhan 1428 H. Meskipun kegiatan ini sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh sebagian orang, namun memasukkan sholat berjamaah sebagai agenda kegiatan kecamatan di bulan Ramadhan adalah hal kecil yang memberi manfaat besar.


    Diharapkan kegiatan sholat dhuha berjamaah yang dilakukan di masjid kecamatan Al Barkah Kedawung menjadikan insan-insan PNS lebih ikhlas dalam melaksanakan tugas dan melayani masyarakat serta mampu meningkatkan kinerja mereka di bulan Ramadhan. Diharapkan hal baik ini dapat terus dilaksanakan meski bulan Ramadhan berlalu.


    Sumber : Kec. Kedawung
    [ PDE ]


    [ 18/09/2007, 11:13 WIB ]
    SAFARI RAMADHAN BUPATI DI DESA JENGGRIK : WARGA AGAR HIMPUN DANA UNTUK PEDULI GEMPA BENGKULU

    KEDAWUNG-Bupati Sragen, H.Untung Wiyono mengharapkan kepada seluruh pengurus masjid
    di Kabupaten Sragen secara ikhlas menghimpun dana sosial untuk disumbangkan kepada
    warga Bengkulu yang saat ini menderita akibat Gempa Bumi. Langkah ini perlu dilakukan
    sebagai wujud kepedulian masyarakat Sragen atas musibah gempa bumi yang menimpa
    saudara-saudara kita di Bengkulu. Demikian harapan Bupati yang disampaikan pada saat
    melakukan Safari Ramadhan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Baitu Rahmat Dukuh Tempel,
    Desa Jenggrik, Kecamatan Kedawung, Senin (17/9).
    [ PDE ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+