Tue, 21 October 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Oktober, 2014
  • September, 2014
  • Agustus, 2014
  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Gondang


    [ 17/07/2014, 12:41 WIB ]
    Menengok Tradisi Wayangan Bharatayuda warga Kebon Agung, Gondang

    Masyarakat dukuh Kebon Agung setiap tahun selalu mengadakan acara bersih desa yang konon bertujuan untuk menghomati  roh nenek moyangnya dan selamatan.
    Pada upacara Bersih Desa di dukuh Kebon Agung tersebut tidak terlepas dari sikap dan keyakinan bahwa keselarasan dan keteraturan hidup akan membawa dan menuntun mereka kepada kesejahteraan hidup bersama. Bagi masyarakat Jawa umumnya, dan masyarakat  dukuh Kebon Agung pada khususnya, yang memiliki simbol budaya yang berupa slametan yaitu upaya untuk menghindari terjadinya bahaya dari ancaman ghaib yang di anggap bisa membawa bahaya dalam hidup mereka.Upacara bersih desa tersebut bisa dikatakan sebagai perwujudan kepercayaan masyarakat setempat akan eksistensi kekuatan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tradisi atau upacara ini telah ada sejak jaman Agresi Militer Belanda ke II tahun 1949, dan sudah merupakan warisan dari nenek moyang yang sudah  dilaksanakan oleh para generasi sebelumnya selama kurang lebih 23 tahunan.
    [ PDE SRAGEN ]


    [ 27/06/2014, 12:10 WIB ]
    Werkudara Sanggem, ciri khas wayang asli buatan dalang Gondang, Sragen

    Ceritera-dalam pertunjukan wayang kulit sejatinya menampilkan ajaran moral, dimana manusia hidup diharapkan dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Tamsil etika nilai-nilai dalam wayang biasanya disampaikan secara tegas misalnya jangan membunuh, jangan berdusta, jangan berkhianat, tidak boleh marah, tidak boleh munafik dan lain sebagainnya.

    Hal lain yang ditampilkan dalam pergelaran wayang adalah soal dilema atau pilihan. Manusia hidup ternyata selalu dihadapkan dengan pilihan. Tetapi apapun pilihannya manusia toh harus memilih, meski pilihan atau keputusan yang diambilnya tid fak pernah sempurna. Hal ini menunjukan bahwa manusia secara spikologis dan filosofis selalu dihadapkan dengan problemanya yang tak pernah terpecahkan dengan sempurna. Kemudian manusia harus mampu berdiri di salah satu pihak, mau yang baik atau yang buruk. Tidak sedikit wayang yang dibuat melalui ritual khusus seperti pada pembuatan keris. Salah satu contoh adalah wayang Warkudara Wanda asal Kedung Banteng, Gondang. Ki Dalang Bambang Asmoro yang sekarang tinggal di Jakarta. Dalang kondang ini juga memiliki Werkudara Wanda Sanggem. Dia menceritakan awal muasal Werkudara yang kini menjadi koleksinya
    Werkudara wanda sanggem ini pemberian Alm. Ny. Suharni Sabdhowati, Kedungbringkil, Gondang , Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Babon asli wayang ini adalah milik Alm. Ki Gondo Darsono, Gondang, Sragen. Sedangkan Gapit (tangkai) wayangnya dari Alm. Ki Mulyanto mangku Darsono, Ngundaan, Gondang, Sragen yang juga guru ‘Sabet saya’.

    Hampir semua Dalang muda yang berguru kepadanya mempunyai Werkudara wanda sanggem, yang konon sebagai tanda bahwa Dalang tersebut pernah berguru kepada Ki Gondo darsono.


    [ PDE SRG ]


    [ 25/04/2014, 11:55 WIB ]
    Berbagi kebahagiaan dengan anak SLB Putera Harapan Gondang

    SLB – BC Putera Harapan, Gondang mendapat kunjungan istimewa  dari OSIS SMAN 1 Sragen. Bertema alam rangka mengasah kepekaan dan olah rasa terhada sesama beberapa waktu lalu OSIS SMA N 1 Sragen seksi bidang PKBPL mengadakan kunjungan sosial di SLB –BC Putera Harapan Gondang Sragen . Kegiatan di SLB –BC Putera Harapan ini diikuti oleh seluruh peserta didik SLB –BC yang didampingi pembina , serta perwakilan OSIS SMA N 1 Sragen dan Ibu Endang selaku pembina OSIS SMA N 1 Sragen.
    Dalam acara yang diadakan oleh OSIS sie PKBPL ini diadakan banyak games yang menarik dan menguji ketrampilan serta kekompakkan peserta didik SLB – BC Putera Harapan . Game yang disajikan diantaranya kuis, tabak-tebakan kata, baris berbaris, menyusun kalimat . Menurut ketua pelaksana Dhimasyhuri ( XI IPA 1 ) kegiatan ini bertema NO OTHER DIFERENT , dari tema tersebut mengacu kepada tujuan kegiatan ini yaitu untuk saling berbagi dan mengasihi tanpa memandang perbedaan. Siswa-siswi SLB tersebut sangat menikmati game yang disuguhkan oleh OSIS SMAN 1 Sragen. Hal ini terbukti dari waktu permainan yang sempat molor hingga 2 jam karena saking asyiknya mereka main game.

    [ PDE SRG ]


    [ 10/02/2014, 12:29 WIB ]
    SD Negeri 1 Gondang, menyapa dengan blog

    Internet tidak hanya dikenal oleh orang dewasa, anak-anak kecilpun mulai mengenal internet. Bahkan, salah satu produk internet, chatting banyak digandrungi oleh para remaja hingga anak-anak. Internet juga menyediakan fasilitas transaksi produk, tranformasi ilmu dan life style. Biasanya fasilitas-fasilitas tersebut dibungkus dalam sebuah website (situs) atau blog.

    Blog merupakan teks dokumen, gambar, obyek media, dan data yang tersusun secara rapi dan menurut kronologi tertentu, yang dapat dilihat melalui browser internet dan biasanya berisi catatan atau jurnal pribadi. Diantara penyedia skin blog gratis adalah; blogspot, wordpress, multiply dan masih banyak lagi. Adalah Suwardi, SPD. Guru SD Negeri 1 Gondang yang getol menerapkan TIK di Sekolahnya, diawali dengan membangun Hotspot Area kemudian berkembang dengan membuat blog sendiri untuk sekolahnya. Blog yang beralamat di sdngondang1.blogspot.com tersebut bertujuan sebagai media publikasi sekaligus edukasi bagi guru dan murid.

     [ PDE SRAGEN ]


    [ 12/12/2013, 09:15 WIB ]
    Glonggong salah satu desa penghasil bayam organik.

    Pernah lihat kartun Popeye di TV ? ya..jika pingin sehat dan kuat seperti dia, seringlah makan sayur bayam, sekelumit kisah tadi menggambarkan bahawa sayur bayam punya banyak segudang manfaat seperti kandungan zat besinya yang tinggi juga vitamin lain yang sangat dibutuhkan tubuh. Tanaman bayam merupakan tanaman semusim dengan siklus panen yang relatif singkat. Tanaman ini sangat mudah dibudidayakan secara organik karena umurnya relatif singkat, bisa dipanen setelah 20 hari, sehingga resiko serangan hama pun relatif lebih kecil. Secara metode, budidaya bayam organik mempunyai perlakuan sama dengan budidaya non-organik, perbedaannya pada pemberian jenis pupuk. Sedangkan untuk pengendalian hama, petani biasa menanganinya dengan memperbaiki kesehatan tanaman seperti pemberian pupuk, pengairan dan menjaga kebersihan kebun.


    [ PDE ]


    [ 08/10/2013, 08:50 WIB ]
    PENGRAJIN BATU BATA DARI GONDANG

           GONDANG - Musim kemarau tidak selamanya membawa
    kesusahan bagi petani di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Sragen, rupanya musim
    kemarau juga menjadi keberuntungan tersendiri bagi para pengrajin batu bata,
    yang keseharianya adalah petani.



           Di Dukuh Ngliyang, Desa Srimulyo, Gondang, permintaan batu bata memang
    mengalami peningkatan sejak beberapa waktu terakhir. Namun, karena minim lahan
    dan modal. Lahan yang biasanya digunakan untuk menjemur cetakan batu-bata
    sangat sempit sehingga ia membatasi jumlah pencetakan atau membatasi pesanan.



           Setiap hari, pengrajin batu bata hanya mencetak 600-an batu bata, padahal
    kemampuannya bisa melebihi itu. Bahkan, beberapa warga yang memiliki lahan luas,
    bisa mencetak lebih dari 2.000 batu bata per hari. Maklum, saat musim panas
    seperti ini, permintaan batu bata memang melonjak tajam. Hal itu didukung
    dengan cuaca panas yang mempercepat proses penjemuran.



           Namun, minimnya modal dan lahan menjadi kendala. pengrajin batu bata yang
    kadang menjadi buruh tani biasanya mencari modal usaha dengan meminjam ke bank
    swasta dengan bunga cukup tinggi. Kalau tidak, mereka menggunakan sistem buka
    tutup hutang. Para pengrajin bakal dimodali calon pembeli dengan tanah atau
    bahan bakar sekam, setelah batu bata jadi, pemodal akan membeli hasil produksi
    para pengrajin dengan harga rendah. Jika di pasaran bisa menjual Rp 480.000 per
    seribu, kalau dibeli pemodal hanya Rp 430.000.



           
     

    [ PDE ]


    [ 25/09/2013, 11:26 WIB ]
    Tatah Sungging Kedung Banteng, Warisan adiluhung yang nyaris punah

            GONDANG - Kerajinan tatah sungging terutama wayang kulit adalah kerajinan yang memadukan seni dan sejarah wayang kulit. Ini dikarenakan untuk membuat wayang kulit diperlukan kemauan belajar yang tinggi, keuletan dan rasa kecintaan yang tinggi dengan cerita pewayangan. Wayang kulit sebagai salah satu warisan leluhur khususnya dari Kedung Banteng sebutan lain untuk Gondang, diharapkan menjadi contoh warisan yang dijaga dan dipertahankan demi kelangsungan keberadaan wayang kulit khususnya dan sebagai salah satu identitas Kecamatan Gondang.[ admin ]


    [ 27/08/2013, 08:56 WIB ]
    Batu Bata Merah Srimulyo Gondang : KECIL-KECIL BANDEL

           GONDANG
    - Ribuan bata mentah tertata rapi di hamparan pekarangan rumah. Seorang
    perempuan setengah baya tampak tengah menunggu waktu, siap untuk
    membalik satu per satu bata merah setengah kering, hasil cetakan
    kemarin. Di samping rumah tampak suaminya sedang mengolah tanah liat
    untuk siap mencetak kembali. Meski terik mentari panas memanggang
    punggung, tak ada raut gusar di wajahnya. Panas matahari inilah yang
    membuat pundi-pundi rupiahnya tetap terisi. Oh, rupanya mereka baru saja
    mendapat pesanan batu bata merah 10.000 buah. Keadaan ini bukan saja
    terlihat di satu rumah, tercatat 935 KK di Kebayanan Asri, Srimulyo,
    Gondang, Sragen bermatapencaharian sebagai pengrajin batu bata merah,
    bahkan bila dijumlah dengan pengrajin di luar kebayanan Asri dapat
    mencapai 1200 KK.

           

           Batu bata merupakan salah satu bahan
    material sebagai bahan
    pembuat dinding, terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna
    kemerah-merahan. Meskipun pada perkembangannya banyak pilihan namun
    secara kekuatan, arsitektur, dan keindahan, batu bata merah tetap
    pilihan.

     Modal yang Sulit


           Gimanto, Modin desa Srimulyo yang
    kebetulan juga seorang
    pengepul batu bata, menceritakan senang dan susahnya menjadi pengepul
    batu bata merah di desanya. Mulai dari memodali para pengrajin hingga
    memasarkan hasil batu bata yang sudah jadi, belum lagi memikirkan
    karakteristik musim kemarau dan musim penghujan yang menghasilkan jumlah
    produksi yang berbeda-beda.

           Satu pengrajin dengan dua tenaga
    kerja normalnya dapat
    menghasilkan 8.000 buah batu bata per bulannya, dengan harga jual mulai
    Rp. 270.000 untuk kualitas nomor satu, sedangkan harga bahan baku tanah
    liat yaitu Rp. 50.000 per rit (truk dam) yang menghasilkan
    sekitar 2000 buah bata, ditambah lagi harga sekam yang semakin
    melambung, terang Gimanto. Bila dihitung-hitung secara kalkulatif memang
    para pengrajin tidak mendapatkan untung yang besar hanya sekitar Rp.
    20.000 perhari atau Rp. 600.000 perbulan, itu pun bila dikerjakan
    sendiri, sehingga per KK dengan dua anggota dan dikerjakan sendiri akan
    mendapat penghasilan 1,2 juta per bulan. Gimanto pun mengungkapkan
    kesulitan dalam pemasaran apalagi kini banyak bersaing dengan produk
    lain pengganti bata.

            Untuk pembuatannya, di desa Srimulyo
    memang dulu pernah
    mendapat bantuan mesin pencetak batu bata, namun karena kualitas yang
    dihasilkan kurang bagus, maka kini kebanyakan seluruh proses
    pembuatannya kembali dengan cara tradisional yang ilmunya telah
    turun-temurun dari tahun 1970-an yaitu menggunakan tenaga manusia.

            Bahan dasar batu bata sendiri sangat
    menentukan kualitas batu
    bata, namun untungnya sampai saat ini tak ada kendala mendapatkan bahan
    baku batu bata, para petani sawah dengan senang hati menjual lapisan
    teratas tanah sawahnya untuk mengurangi ketinggian, hingga memudahkan
    air mengalir ke lahan tersebut.[ PDE ]


    [ 17/02/2010, 13:13 WIB ]
    SRIMULYO GONDANG LAUNCHING POSYANDU LANSIA

           GONDANG - Posyandu ternyata bukan cuma untuk balita saja, tetapi sekarang pun ada Posyandu Lansia. Memang bukan pertama kali kita temui, namun hal ini perlu kita kembangkan. Di Desa Srimulyo Kecamatan Gondang, hari ini, Rabu (17/2) diresmikan kelompok Posyandu lansia Ngudi Waras yang beranggotakan 116 lansia.


           Kades Srimulyo, Warseno, menyampaikan manfaat yang akan diperoleh dari pelaksanaan posyandu ini, selain dapat memantau kesehatan para lansia di desa tersebut juga bisa memberikan semangat berupa pengertian-pengertian dan wawasan yang bermanfaat serta untuk memberi kesempatan hidup lebih lama dan lebih bahagia serta ceria, bagaimana pun lansia merupakan kurun usia yang sudah barang tentu tidak berproduksi lagi namun sebagai generasi yang telah banyak berhutang jasa kita tetap harus menghormati dan menjunjung tinggi jasa-jasanya.


           Kegiatan yang dilaksanakan setiap tanggal 17 di rumah bidan Suwarsini, Amd, Keb. yang akan dibantu oleh bidan Fia Ratna Hariyanti berupa penimbangan berat badan, tensi darah, pengecekan umum panca indera, serta pengobatan bila diperlukan.


           Melalui kegiatan ini diharapkan keadaan tubuh yang sudah semakin renta tetap terjaga staminanya sehingga tidak terkenan penyakit yang bermacam-macam dan tetap ceria di usia tua. Dengan memperhatikan ketiga hal tersebut maka makanan yang disediakan sedikit namun tetap memenuhi kebutuhan gizi, olah raga ringan untuk mendorong agar tubuh tetap bergerak sehingga organ didalamnya tetap berfungsi baik dan penimbangan untuk memantau perkembangan berat yang stabil.(ds.srimulyo_fa_pj_pde)

    [ PDE ]


    [ 18/09/2007, 11:36 WIB ]
    SAFARI RAMADHAN KEC. GONDANG : PUASA MEMBENTUK MANUSIA MEMILIKI KASIH SAYANG TINGGI

    GONDANG-Puasa Ramadhan yang dikerjakan dengan ikhlas dan penuh kesungguhan akan melahirkan manusia yang memiliki rasa kasih sayang sejati. Puasa juga bisa mengasah rasa kepekaan sosial seseorang sehingga selalu peduli dengan penderitaan sesama. Bupati Sragen H. Untung Wiyono mengatakan hal tersebut saat melakukan Safari Ramadhan Subuh Keliling (Suling) di Masjid At-Taqwa Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Selasa (18/9).


    Bupati mengingatkan, saat ini rasa kasih sayang antar sesama manusia di Indonesia dalam kondisi sangat memprihatinkan. Orang begitu tega mencelakakan orang lain, atau senangnya mengungkap kejelekan orang lain. Kalau hal ini dibiarkan, akan merusak sendi-sendi kehidupan umat manusia.”Karena itu momentum Ramadhan sangat efektif untuk memperbaiki diri agar menjadi manusia taqwa, yang salah satu cirinya adalah memiliki rasa kasih sayang tinggi dengan sesamanya”, pesan Bupati.
    [ PDE ]


    [ 21/03/2006, 08:20 WIB ]
    Jarpuk se-Jawa akan digelar di Kecamatan Gondang Sragen

    [ ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+