Tue, 2 September 2014
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • September, 2014
  • Agustus, 2014
  • Juli, 2014
  • Juni, 2014
  • Mei, 2014
  • April, 2014
  • Maret, 2014
  • Februari, 2014
  • Januari, 2014
  • Desember, 2013
  • November, 2013
  • Oktober, 2013

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Daerah


    [ 16/07/2014, 08:29 WIB ]
    SMK NEGRI I GESI BERBENAH UNTUK SUKOWATI

           GESI - Sebagai wujud tanggung jawab dan pencerminan
    guna menyukseskan Program Gerbang Sukowati (Gerakan Mbangun Sukowati) Pramuka
    SMK Negeri 1 Gesi Peduli lingkungan Hidup.



    Gebragan yang digalakan



           Kepala Sekolah SMK N 1 Gesi Drs. Firdaus.
    S.U., M.Pd yang mewajibkan tiap peserta didik untuk membawa satu pohon yang
    harus ditanam, dirawat dan bertanggung jawab selama menjadi siswa SMK N 1 Gesi,
    Program tersebut sebagai salah satu cara membangun kesadaran akan pentingnya penghijauan
    di lingkungan sekolah dan untuk mewujudkan SMK Hijau.



           Membangun Kesadaran siswa agar mempunyai wawasan
    lingkungan yang luas merupakan PILAR dalam menjaga kondisi lingkungan yang
    benar-benar jauh dari berbagai sumber pengrusakan dan pencemaran lingkungan.
    Pada dasarnya masalah yang mengakibatkan kerusakan lingkungan disebabkan tangan
    – tangan manusia itu sendiri. 



           Pesan dari
    Bapak Kepala Sekolah Bahwa Islam itu tidak hanya sekedar Rohmatan Linafsihi (selamat untuk dirinya sendiri)
    apalagi laknatan Lil Alamin (membawa bencana
    semua alam). Islam yang diharapkan adalah Rohmatan
    Lil Alamin (membawa selamat untuk seisi alam).
    [ PDE & SMK N I Gesi ]


    [ 11/07/2014, 10:15 WIB ]
    MERCON, NAMA BOTHOK PEMBAWA BERKAH

           SIDOHARJO - Sangat pedas dan terasa panas di lidah, begitu yang pertama kali terasa saat menyantap bothok mercon. Rasa pedas yang amat sangat ini merupakan cirikhas bothok yang satu ini. Bagi pecinta masakan-masakan bercita rasa pedas, botok ikan patin ini dijamin akan membuat ketagihan.


           Saat menyantap bothok mercon, akan terasa lebih nikmat bila ditemani dengan teh manis yang panas. Namun bagi penikmat yang berusia muda biasanya lebih menyukai ditemani dengan es teh. Kebanyakan penikmat bothok mercon akan menghabiskan 2 hingga 3 gelas minuman untuk mengimbangi rasa pedas yang serasa melekat lidah.



    Mercon membawa berkah


           Bisa dipastikan bothok yang berlabel “Mercon” ini hanya dapat dijumpai di daerah Sragen. Tepatnya di sebuah warung kecil di dusun Tenggak, Desa Nglombo, Kecamatan Sidoharjo. Telah 30 tahun lebih warung kecil yang berdiri di dekat jembatan Nggawan ini setia dengan menu tunggalnya yakni bothok mercon. Namun baru sekitar 3 tahunan ini warung milik Wiro Admojo dan Tumiyem mulai ramai dikunjungi pelanggan. Menurut pengakuannya, sejak diberi nama Warung Bothok Mercon sekitar tujuh tahun lalu, warungnya mulai  ramai didatangi pelanggan dari berbagai daerah. Semula pelanggannya hanya berasal dari penduduk sekitar. “Sejak diberi nama Mercon, banyak yang penasaran dan ingin mencoba mencicipinya”


           Dari plat nomor kendaraan yang digunakan oleh pelanggannya, terlihat banyak yang berasal dari luar daerah Sragen. Larisnya pelanggan yang mampir ke warungnya karena letak warungnya yang strategis yakni dipinggir jalan alternatif Semarang Madiun. “Banyak juga pejabat dari Semarang yang mampir ke warung kami” terang Wiro sambil melayani pelanggan.


           Nama “Mercon” untuk warungnya, menurut Bapak berusia 66 tahun ini merupakan pemberian dari salah seorang pelanggannya. “Kala itu beliau sering berkunjung ke warung saya ini, kemudian beliau memberikan nama Mercon, sesuai dengan citarasa pedas botok ikan patin menu tunggal kami” terang Wiro.

    [ Humas dan Kantor PDE ]


    [ 11/07/2014, 10:09 WIB ]
    Menelusuri Jejak Joko Tingkir Legenda Asli dari Sragen

           PLUPUH - Komplek Pemakaman Butuh di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, terletak sekitar 16 kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Sragen. Suasana di kompleks pemakaman sangat teduh. Sebuah pohon besar berdiri tegak menaungi masjid kecil bercat krem yang cukup terawat. Jalan masuk menuju gerbang pemakaman yang berlapis semen juga rapi dan bersih. Meski demikian, kesan bersahaja tetap tampak jelas.[ Humas dan Kantor PDE ]


    [ 16/06/2014, 15:06 WIB ]
    SMPN2 MASARAN BANGUN DUA RUMAH TIDAK LAYAK HUNI

           SRAGEN – Respon keluarga besar SMPN 2 Masaran terhadap program
    MATRA Sragen untuk rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) patut ditiru. Selama
    lima bulan, mulai dari guru, karyawan dan seluruh siswanya berhasil menghimpun dana
    sukarela sekitar Rp. 10  juta.  Dana ini kemudian dimanfaatkan untuk membantu
    rehab dua RTLH milik orang tua siswa yang tergolong keluarga miskin. Mereka adalah
    Parjoko (orangtua Noval siswa kelas VII) dan Ngadimin (orangtua Indah Kurotul
    Ain, kelas VIII). 

           Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman, Senin (16/6) siang  meninjau kegiatan rehab (bedah rumah) RTLH
    hasil MATRA (Mitra Kesejahteraan Rakyat) SMPN2 Masaran, milik Parjoko di Dukuh
    Pucuk Desa Sepat dan Ngadimin, di Dukuh Ngronggot RT. 14 Desa Dawungan
    Kecamatan Masaran. Dalam kesempatann tersebut, Bupati melakukan peletakan batu
    pertama rehab rumah Ngadimin. 
           Bupati berharap, apa yang dilakukan Kepala Sekolah, Guru,
    karyawan dan seluruh siswa SMPN2 Masaran  itu, bisa menular ke sekolah-sekolah lain. Tujuannya,
    agar sikap kepedulian, keberpihakan, atau bela rasa seluruh elemen masyarakat bisa
    terus menerus kita tajamkan.”Jika di semua SD, SMP, SMA/SMK dan semua PNS di
    Sragen melakukan seperti ini, nantinya sinergi antara pemerintah, masyarakat
    dan semua komponen itu dapat bermanfaat bagi sesama”, katanya. 
           Menurut Agus, kegiatan semacam ini akan memberikan pendidikan
    altruisme (rasa mencintai sesama) kepada murid-murid sejak dini. “Kalau berbuat
    baik itu dimulai ketika mereka sudah besar akan lebih sulit atau repot. Karena itu,
    didikan tentang pembelaan dan keberpihakan kepada sesama  harus dimulai sejak kecil”, tegaspnya. 
           Kepala SMPN2 Masaran, Saryono menjelaskan, program MATRA di
    sekolahnya dimulai sejak Januari lalu, dan akan terus dilanjutkan. Untuk guru
    dan karyawan, mereka memberikan sumbangan sukarela setiap awal bulan. Sedangkan
    bagi para siswa dilakukan setiap hari jumat.

    “Para siswa setiap jumat memberikan sumbangan sukarela
    dengan cara memasukkan uang hasil penyisihan uang saku ke kotak yang disediakan”,
    kata Saryono. 
           Bagi para siswa, menurutnya, cara seperti ini sebagai latihan peduli
    kepada sesama, agar mereka memiliki rasa simpati dan empati kepada penderitaan
    orang orang lain. Saryono memprediksi, hasil pengumpulan sumbangan sukarela di
    lingkungan sekolahnya, setiap dua bulan bisa terkumpul dana untuk membangun
    satu rumah tidak layak huni. 
           Sementara itu, program MATRA Sragen yang digulirkan tujuh bulan lalu hingga kini telah berhasil menyalurkan bantuan rehab RTLH sebanyak 113 rumah. Dana MATRA berasal dari sumbangan sukarela para pejabat, PNS dan pihak lain di Sragen yang dikumpulkan setiap bulan. (Suparto MATRA Sragen-PDE). 
    [ MATRA - PDE Sragen ]


    [ 11/02/2010, 10:36 WIB ]
    PELATIHAN MEMBATIK AWARD DI KECAMATAN PLUPUH

           SRAGEN – Puluhan ibu–ibu rumah tangga datang berduyun-duyun menuju ke tempat yang telah terlihat ramai dikerumuni banyak orang. Tempat tersebut adalah perusahaan batik Widya Kusuma di desa Pungsari, kecamatan Plupuh, Sragen. Mereka datang berbondong-bondong bukan untuk berdemo ataupun untuk antri sembako, melainkan utuk megikuti pelatihan membatik AWARD komunitas kreatif di kecamatan Plupuh tahun 2010.


           Pelatihan tersebut terselenggara berkat kerjasama paguyuban IKK (Inisiatif Komuitas Kreatif) kabupaten Sragen dengan PNPM Mandiri sebagai penyandang dana dari pemeritah. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh wakil camat Plupuh pada hari Senin, 8 Februari 2010, tepat pada pukul 08.00 WIB. Pemilihan kecamatan Plupuh sebagai tempat penyelenggaraan pelatihan ini dikarenakan kecamatan Plupuh merupakan salah satu klaster batik terbesar yang ada di kabupaten Sragen.

    [ disparbudpor ]


    [ 04/01/2010, 10:16 WIB ]
    SBBS ikuti Zumre Guru Pasiad di SMP-SMA Semesta Semarang

    SBBS -   SMP dan SMA Negeri SBBS (Sragen Bilingual Boarding School) Gemolong Sragen, mulai hari Minggu s/d Senin, 20 Desember 2009 s/d 28 Desember 2009 mengirimkan guru-guru Bahasa Inggris, Komputer, Matematika dan Sains untuk mengikuti Zumre Guru Pasiad di SMP-SMA Semesta Semarang. Zumre merupakan istilah dalam bahasa Turki dimana dalam terminologi bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai MGMP atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran.

    Acara tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh sekolah-sekolah mitra kerja Pasiad di Indonesia, dimana guru-guru semua sekolah Pasiad se Indonesia, yaitu dari sekolah Pribadi Depok, Semesta Semarang, Pribadi Bandung, Kharisma Bangsa Tangerang, Fatih Aceh, dan SBBS Sragen berkumpul bersama-sama setiap 6 bulan sekali.

    Tujuan diadakan acara ini adalah untuk mengevaluasi pembelajaran semester yang telah lalu sekaligus memecahkan segala permasalahan yang timbul, serta merencanakan pembelajaran untuk semester yang berikutnya, sekaligus sebagai Quality Control atas para pengajar yang bertugas di semua sekolah Pasiad di Indonesia. Kegiatan Zumre ini sendiri setiap harinya dimulai pukul 09.00 wib dan berakhir pada pukul 21.00 wib dengan rangkaian mata acara antara lain Seminar Pendidikan dan Koordinasi Internal Mata Pelajaran.[ SBBS ]


    [ 03/01/2010, 18:07 WIB ]
    SACI, Camilan khas Sragen yang lezat dan menggoda

    SRAGEN - Makanan kecil
    atau camilan, adalah jenis makanan yang banyak dicari orang untuk sekedar
    menemani berbagai aktivitas, sebagai suguhan tamu atau untuk buah tangan atau
    oleh-oleh. Di Sragen sendiri saat ini telah dikembangkan camilan khas
    Sragen, yang diberi  nama Saci alias Sragen munchies. Saci adalah camilan
    sejenis dodol yang terbuat dari bahan alami dan baru diperkenalkan pada tahun
    2009 ini. Saci memilki cita rasa yang manis dan legit, serta bentuk fisik yang
    menarik sehingga memikat siapapun untuk mencicipi makanan tersebut.



    Bermula dari camilan asal Turki yang
    bernama Turkish delight yang merupakan oleh-oleh khas asal Turki. Dari
    situlah tercetus ide agar Sragen mempunyai camilan khas yang tak ada di kota lain, ungkap
    supervisor food production house nDayu Park Sragen Yunita Parwitri, S. Farm,
    Apt.

    Menurut Yunita satu pak saci,
    berisi 10 potong dijual seharga Rp. 15 ribu. Harga Rp 15 ribu per pak
    tersebut tidaklah mahal apabila, apabila dibandingkan dengan rasanya yang
    lezat, kemasan yang menarik serta, bahan-bahannya yang alami, tanpa bahan
    kimia. Bahan baku Saci terbuat dari tepung garut, gula aren dan bumbu-bumbu lain. Selain itu
    untuk pelezat juga menggunakan madu murni serta kacang mete.Untuk sementara produk camilan
    Saci ini baru bisa dibeli di resto nDayu park, Sentra Bisnis Batik
    Sukowati (SBBI) dan Galeri Batik Sukowati.

    Untuk pengembangan kedepan
    rencananya produk ini akan dipasarkan ke seluruh wilayah  Jawa Tengah.  Saci sudah mendapatkan nomor
    registrasi produk dari Badan Pelayanan Terpadu Sragen. Aman dikonsumsi karena tidak mengandung pewarna
    dan zat pengawet, ungkap Yunita.

    Salah satu pembeli saci, Vivi (16
    tahun) mengaku sangat menyukai makanan ini, karena rasa manis dan
    legitnya yang sangat khas. Makanan ini mirip dodol, tapi rasanya sangat khas
    dan beda dengan dodol-dodol pada umumnya. Yang jelas tak ada
    duanya, kata Vivi. (Rin – Humas)
    [ Humas ]


    [ 09/08/2008, 08:24 WIB ]
    Bintek Sekretariat DPRD Sragen : DUKUNG FUNGSI PENGAWASAN DPRD

    SRAGEN- Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sragen kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bintek) dengan tema Peningkatan Kapasitas Peran dan Fungsi Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dalam Mendukung Fungsi Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Terhadap Kinerja Pemerintah Daerah, Kamis (7/8). Bintek yang bertempat di Gedung Kartini, Jalan Sukowati Barat No. 15 Sragen ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang berlangsung pada bulan lalu.

    Menurut Sekretaris DPRD Sragen, Drs. Is Susanto Heri Setyono, MM, Bintek ini diikuti 60 peserta dari Sekretariat DPRD se-ekskaresidenan Surakarta. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapabilitas Sumber Daya Manusia guna mendukung optimalisasi pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap kinerja pemerintah daerah yang akuntabel. Diharapkan Bintek ini akan menambah wawasan dan pengetahuan bagi personil Sekretariat DPRD dalam melakukan pelayanan publik (public service). [ Humas ]


    [ 14/07/2008, 09:23 WIB ]
    GELIAT PENGEMBANGAN E-GOV DI KABUPATEN LUWU TIMUR

    SRAGEN - Hari ini (Senin, 14/7), Sragen Kedatangan tamu dari Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan, yang pernah menjalin kerjasama dengan Sragen pada bidang IT.

    Kabupaten Luwu Timur merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang relatif masih sangat muda umurnya. Walaupun baru di bentuk kurang lebih lima tahun yang lalu, tapi dengan dukungan sumber daya alam yang berlimpah serta kepemimpinan yang kuat dan visioner dari Bupati H. Andi Hatta Marakarma, Kab. Luwu Timur telah mengalami kemajuan yang sangat pesat di segala bidang.

    Khusus di bidang pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, agar Kab. Luwu Timur dapat segera mengejar ketertinggalan dalam Implementasi E-Government, Pemkab Luwu Timur berinisiatif menggandeng Pemkab. Sragen untuk memberikan konsultasi dan asistensi teknis.

    Untuk keperluan tersebut, pada tanggal 22-26 April 2008 Tim Teknis dari Pemkab Sragen telah hadir di Kab. Luwu Timur untuk mengadakan survey awal, konsultasi pembangunan jaringan online dan sosialisasi kepada seluruh Kepala Satuan Kerja dan Camat, dengan dipimpin langsung oleh Bupati H. Andi Hatta Marakarma dan dihadiri pula oleh Wakil Ketua DPRD.

    Dalam kesempatan sosialisasi tersebut dapat diketahui bahwa Bupati dan DPRD beserta seluruh jajaran Pemkab. Luwu Timur mempunyai komitmen dan kemauan yang sangat tinggi agar e-government dapat segera diterapkan. Semoga keinginan dan tekad tersebut dapat segera terwujud dan Kab. Luwu Timur akan semakin maju dan sejahtera. (PDE)[ PDE ]


    [ 12/07/2008, 07:47 WIB ]
    Pembukaan Bulan Dana PMI 2008 : PMI HARUS DIKELOLA SECARA PROFESIONAL

    SRAGEN - Palang Merah Indonesia (PMI) mempunyai fungsi sosial yang sangat penting dalam pembangunan di bidang kemanusiaan. Hasil sumbangan sukarela yang dikumpulkan PMI akan digunakan untuk pembiayaan kegiatan PMI di Kabupaten Sragen. Demikian dikatakan Bupati Sragen, H. Untung Wiyono, ketika memberikan sambutan dalam acara Penutupan Bulan Dana PMI 2007 dan Pembukaan Bulan Dana PMI 2008 yang berlangsung di Pendopo Sumonegaran Sragen, Kamis (10/7).

    Bupati menjelaskan, untuk meningkatkan peran PMI dibidang kemanusiaan, Pemkab Sragen siap memberikan fasilitas dan bantuan kepada PMI Sragen. “Yang penting semua harus dilakukan secara profesional, agar bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat”, kata Bupati. [ Humas ]


    [ 10/07/2008, 14:05 WIB ]
    KOTA WARINGIN TIMUR INTIP REFORMASI BIROKRASI DI SRAGEN

    SRAGEN – Kabupaten Kota Waringin Timur (Kotim) merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Kalimantan Tengah yang tergugah untuk mengembangkan e-government dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakatnya. Hari ini, Kamis (10/7) rombongan dari UPT Perijinan Kab. Kotim berkunjung ke Sragen, diterima di Ruang Sukowati rombongan diterima langsung oleh Sekda Sragen Kushardjono.

    Setelah beramah-tamah dengan Sekda dan tamu undangan, rombongan menuju ke Badan Pelayanan Terpadu (BPT) untuk lebih dekat melihat pelaksanaan pelayanan One Stop Service (OSS) di BPT. Pelayanan masyarakat dengan sistem OSS ditujukan untuk mempermudah, mempercepat proses-proses pelayanan secara transparan sehingga dapat dilihat oleh masyarakat dan hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. [ PDE ]


    [ 14/06/2008, 10:58 WIB ]
    SATU HARI DIRASA KURANG CUKUP UNTUK BELAJAR IT DI SRAGEN

    SRAGEN - Setelah Jumat kemarin berkunjung ke Kecamatan Masaran dan beberapa desa di kecamatan tersebut untuk melihat penggunaan aplikasi di desa bahkan secara langsung mereka melihat pelayanan kepada masyarakat yang didukung oleh aplikasi tersebut, rombongan Badan Informasi Daerah (BID) Kota Yogyakarta kembali berkunjung ke kantor LDE Setda Sragen. Hari ini (14/6), mereka mengagendakan untuk lebih fokus untuk melihat dan belajar aplikasi-aplikasi yang dipakai oleh Pemkab. Sragen Seperti Kantor maya dan Surat maya. Dengan asyik Teknisi-teknisi muda dari BID Kota Yogyakarta yaitu Sdr. Barono dan Sdr. Yoyo segera melebur dan bercengkerama bersama-sama dengan PDE Crew. [ PDE ]


    [ 03/06/2008, 08:41 WIB ]
    USAHA EKONOMI PRODUKTIF BAGI KORBAN TINDAK KEKERASAN DAN PEKERJA MIGRAN

    SRAGEN - Dalam rangka menumbuhkan kepercayaan dan kemampuan diri para korban tindak kekerasan dan pekerja migran, pada hari ini (28/5) Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Sragen mengadakan kegiatan Pelatihan Bimbingan Ketrampilan Teknis Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi Korban Tindak Kekerasan dan Pekerja Migran.



    Kegiatan ini dihadiri sebanyak 50 orang peserta korban tindak kekerasan dan pekerja migran. Dalam kegiatan ini peserta juga diberikan ketrampilan pembuatan keset dari kain perca, rias wajah, pembuatan tas plastik, potong rambut dan pembuatan kue. Kegiatan ini akan berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 28 Mei s/d 2 Juni 2008 di Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Sragen. Dimana kegiatan ini juga di liput secara langsung oleh TA TV, dan Trans TV.
    [ Dinkesos - PDE ]


    [ 14/07/2007, 08:22 WIB ]
    Penilaian Lomba P3A Tingkat Nasional - P3A SRAGEN KANDIDAT JUARA I TINGKAT NASIONAL

    Kabupaten Sragen selama dua tahun berturut-turut telah mengukir prestasi sebagai juara I tingkat Nasional dibidang pengelolaan air. Pada tahun 2005 P3A Tirto Kusuma Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo meraih Juara I tingkat Nasional, sedangkan Pada tahun 2006 Kab Sragen masih dapat mempertahankan predikat juara I tingkat Nasional, melalui GP3A Catur Manunggal Jaya Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan.

    [ PDE ]


    [ 12/07/2007, 15:06 WIB ]
    MTQ PELAJAR SE-JAWA TENGAH BAKAL DIGELAR DI SRAGEN

    Kabupaten Sragen saat ini telah menjadi tujuan kunjungan dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Lebih dari 600 Pemkab/kota, DPRD, Lembaga di Indonesia dan berbagai lembaga dari luar negeri pernah mengunjungi Sragen untuk studi banding dan mempelajari kemajuan, inovasi dan prestasi bermacam bidang. Dalam menerima kunjungan, Sragen tidak hanya membagi pengalaman pada daerah-daerah yang berkunjung, namun juga belajar dari daerah tersebut.

    [ PDE ]


    [ 20/06/2007, 15:08 WIB ]
    SRAGEN PELOPOR BERAS ORGANIK

    Secara geografis, Kabupaten Sragen berada pada posisi yang strategis dan merupakan pintu masuk dari Propinsi Jawa Timur. Keadaan ini masih di dukung dengan arus jalur utama dan jalur rel Jakarta – Surabaya, sehingga Sragen menjadi daerah pusat penghubung arus lalu lintas dan sirkulasi komoditi dari timur ke barat ataupun sebaliknya.
    [ PDE ]


    [ 20/06/2007, 09:01 WIB ]
    TIM PKK SRAGEN KOTA JUARAI LOMBA CERDAS CERMAT

    SRAGEN - Partisipasi
    Kelompok Kerja (Pokja) I Tim
    Penggerak PKK Sragen dalam
    meningkatkan kesadaran hukum
    bagi masyarakat, diwujudkan
    dengan mengadakan Lomba
    Cerdas Cermat antar anggota PKK
    se-kabupaten,Senin (18/6).[ PDE ]


    [ 28/05/2007, 16:06 WIB ]
    PERINGATAN HARI JADI SRAGEN KE-261 SEMARAK

              Sebagai puncak rangkaian kegiatan Peringatan Hari SragenJadi ke-261, Senin (28/5) digelar resepsi yang bertempat di GOR Diponegoro Sragen. Acara yang dihadiri sekitar 1500 undangan tersebut dihadiri Bupati Untung Wiyono, Wakil Bupati Agus Fatchurrahman, jajaran Muspida, pejabat eselon II, III dan IV, para camat dan Lurah se-Kab. Sragen serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Sragen lainnya.[ PDE ]


    [ 24/03/2007, 09:09 WIB ]
    Dari kunker Kab. Majalengka dan PPSKP : DI SRAGEN KTP INSTAN, AKTE KELAHIRAN GRATIS

    [ Peppy ]


    [ 24/03/2007, 09:03 WIB ]
    GTZ RED LIHAT POTRET KEBERADAAN DEKPK SRAGEN

    [ Peppy ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+