Fri, 6 May 2016
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Mei, 2016
  • April, 2016
  • Maret, 2016
  • Februari, 2016
  • Januari, 2016
  • Desember, 2015
  • November, 2015
  • Oktober, 2015
  • September, 2015
  • Agustus, 2015
  • Juli, 2015
  • Juni, 2015

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Daerah


    [ 14/04/2016, 13:35 WIB ]
    PEMBUKAAN SERBUAN TERITORIAL KARYA BHAKTI TNI GERBANG SUKOWATI KE - 9

    GONDANG - Wakil Ketua DPRD Sragen Bambang Widjo Purwanto membuka kegiatan Serbuan Teritorial Karya Bhakti TNI Gerbang Sukowati Ke - 9 Kabupaten Sragen Tahun 2016, Kamis (14/04). Kegiatan yang berlangsung di lapangan Desa Tegalrejo Kecamatan Gondang tersebut diikuti antara lain oleh Kodim 0725/Sragen, Yonif 408/Sragen, Polres Sragen, Hansip, Perangkat Desa, Karang Taruna, Ormas, Tokoh Agama, OSIS serta Pramuka.

    Kapten Arm Suparno dalam laporannya menyebutkan, kegiatan ini akan berlangsung selama 21 hari, mulai tanggal 14 April hingga 4 Mei 2016. “Selama 21 hari tersebut TNI bersama warga akan melaksanakan beberapa kegiatan baik fisik maupun non fisik,” katanya.
    [ ]


    [ 08/03/2016, 10:49 WIB ]
    MENINGKATKAN KAPASITAS GURU SD &MI KABUPATEN SRAGEN

           KARANGMALANG - Di aula Badan
    Diklat Kabupaten Sragen, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama  Seksi Pendidikan Madrasah bekerjasama dengan
    USAID Prioritas. Mengadakan pelatihan praktek yang baik dalam pembelajaran
    & manajemen sekolah,  jenjang sekolah
    dasar  &  madrasah ibtidayah. Pelatihan dibagi menjadi
    dua tahap, tahap pertama untuk kelas awal (Kelas 1,2,3), tanggal, 7,89 Februari
    2016 & tahap kedua kelas tinggi (Kelas 4,5,6), tanggal, 20, 21,22 Februari
    2016.



           Peserta 17 sekolah mitra USAID Prioritas,  yaitu SDN Gringging(1,2,3,4), SDN Banyuurip (1,2,3),
    SDN Karangtengah 1&3, SDN Kedungupit (1,3,4), SDN Tangkil (1,3,4), MIM
    Karanganyar, MIM Banaran, terdiri dari guru, kepala sekolah &
    pengawas.  Jumlah peserta Kelas awal
    sebanyak 82 orang (63guru, 17 kepala sekolah, 2 pengawas). Kelas tinggi 80
    orang ( 58 guru, 20 kepala sekolah, 2 pengawas).



           Dalampengarahannya Drs. Turdiyanto,MM (Kabid
    Tendik), mewakili Kepala Dinas Pendidikan, mengatakan; Pelatihan bagi guru kelas awal itu sangat
    penting karena saat yang paling penting dalam perkembangan siswa. Pelatihan modul
    3 ini sangat pas dengan kebutuhan bapak ibu guru kelas awal dan kelas tinggi, karena
    diajak untuk mempelajari  tentang membaca.
    Mulai membaca terbimbing hingga membaca mandiri. Pelatihan ini penting untuk
    dipelajari bersama, tidak hanya untuk guru tetapi juga untuk kepala sekolah dan
    pengawas. Pembelajaran kelas awal, hendaknya menggunakan metode yang
    bermacam-macam, karena karakteristik anak kelas awal ini sangat beragam, belum
    bisa diarahkan dengan mudah. Metode yang beragam ini yang membuat anak bisa
    menceritakan kembali apa yang dipelajari. Kalau dulu ini namanya didaktik
    metodik. Sehingga guru memang harus punya kompetensi di bidang ini.

    Kompetensi guru ada 4 hal, yaitu kompetensi
    pedagogik; harus dikuasai karena langsung berhubungan dengan anak didik, guru
    harus memiliki pemahaman tentang anak didik dan mampu mengembangkannya. Yang
    kedua kompetensi sosial; guru harus bisa memberikan arahan sosialisasi untuk
    anak. Guru harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan anak didik.
    Ketigakompetensi kepribadian; salah satu yang dilihat adalah penampilan. Mulai
    kepala sampai sepatu akan dilihat oleh siswa, sikap ini akan selalu dilihat
    oleh anak. Segala sikap dan tingkah laku guru akan dilihat oleh anak. Tutur
    bahasa guru akan dilihat oleh anak. Keempat adalah kompetensi professional,  yaitu penguasaan materi pembelajarn secara
    luas dan mendalam.

           Kompetensi guru harus dikuasai dan setiap guru wajib untuk
    meningkatkan kompetensinya. Dimulai dari membaca, luangkan waktu untuk membaca.
    Mari kita bekerja bersamauntuk memajukan pendidikan di Sragen. Sesuai dengan
    tupoksi masing-masing, dan kedisiplinan harus kita tingkatkan. Selain itu, guru
    yang sudah mendapatkan tunjangan profesi, harus bisa dimanfaatkan untuk
    meningkatkan kompetensinya.[ pde ]


    [ 02/03/2016, 15:50 WIB ]
    MENTAN RI KUNJUNGI PARA PETANI DI BEDORO KECAMATAN SAMBUNGMACAN

    SAMBUNGMACAN – Siang tadi (2/3/2016), Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Amran Sulaiman mengunjungi para petani yang hendak melaksanakan panen di desa Bedoro, kecamatan Sambungmacan. Kunjungannya di kabupaten Sragen ini dilaksanakannya, usai kunjungannya di kabupaten Bantul dalam panen raya padi.

    Dalam kesempatan itu, para petani berdialog langsung dengan Mentan terkait hasil panen dan hal-hal lain berkaitan dengan pertanian. Bahkan dalam bincang-bincang terbuka di area persawahan itu, Mentan menjanjikan akan memberikan satu traktor bagi para petani yang sedang berdialog dengannya.
    “Oke, satu traktor untuk kelompok petani di sini. Nanti digunakan bersama-sama untuk memanen hasil pertanian di sini. Jadi digunakan untuk kepentingan bersama,” jelasnya.

    [ ]


    [ 17/02/2016, 15:05 WIB ]
    5 PASAR AKAN DIRESMIKAN BESOK

    GESI – Sebanyak 5 pasar yang berada di wilayah Kabupaten Sragen akan diresmikan besok pagi. Peresmian ke lima pasar tersebut rencananya akan diresmikan sendiri oleh Bupati Sragen Agus Fatchurrahman SH, MH. Peresmian akan dipusatkan di satu tempat yakni di pasar Gesi.

    Menurut PLT Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen Heru Martono, dengan dibangunnya pasar tersebut diharapkan ada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pasalnya, keberadaan pasar mempunyai fungsi yang sangat penting. Bagi konsumen, adanya pasar akan mempermudah memperoleh barang dan jasa kebutuhan sehari-hari. Sementara bagi produsen, pasar menjadi tempat untuk mempermudah proses penyaluran barang hasil produksi.[ ]


    [ 05/02/2016, 10:10 WIB ]
    PERJUANGAN WAYANG LESUNG DI ERA SENI MODERN

    SAMBIREJO – Klotekan Lesung , ”Tek, tok, tek, dug, tek, tok, tek, dug, teng, tug, dug” saat ini jarang didengar di era jaman modern saat ini. Kesenian tradisional lesung ini sudah mulai jarang dimainkan lagi, meski di daerah pedesaan sekalipun. Apalagi di daerah perkotaan yang sebagian besar sudah menggunakan alat-alat teknologi modern.

    Lesung merupakan alat untuk menumbuk padi yang digunakan oleh petani-petani di pelosok pedesaan pada jaman dahulu. Pada jamannya, lesung juga digunakan sebagai alat kesenian. Konon, alat musik ini merupakan hiburan para petani ketika selesai menumbuk padi di lesung, mereka kemudian bernyanyi dengan iringan ketukan alu (penumbuk padi) ke lesung kosong. Mereka bernyanyi sambil bercanda.


    [ ]


    [ 04/02/2016, 14:55 WIB ]
    PULUHAN PEMUDA DI KARANGPELEM TERNAK KAMBING ETAWA

    KEDAWUNG – Puluhan pemuda di desa Karang Pelem, kecamatan Kedawung mengatasi pengangguran di desanya dengan beternak kambing etawa. Saat ini, 300 ekor kambing etawa telah berhasil dikembangbiakkan oleh puluhan pemuda Karangpelem tersebut.

    Bahkan, peternakan kambing etawa di desa ini telah meraih prestasi menjuarai peringkat pertama di tingkat propinsi. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan pemerintah kabupaten Sragen Ir. Agus Purwanto, MM., terkait peternakan kambing etawa di desa Karangpelem (Kamis, 4/2).

    Dijelaskannya, perkembangbiakan kambing etawa saat ini menjuarai peringkat ke 5 di tingkat nasional. “Mewakili propinsi Jawa Tengah, perkembangbiakan kambing etawa di desa Karangpelem maju di tingkat nasional dan meraih juara 5 se-Indonesia” jelasnya.

    Lanjutnya, desa Karangpelem menjadi sentra peternakan khusus kambing etawa di kabupaten Sragen. Beberapa faktor yang membuat desa Karangpelem sebagai desa unggulan antara lain terkait pengolahan susu kambing etawa, keberadaan ternak yang ideal. Selain itu, kekompakan pemuda-pemuda sebagai peternak yang professional, kepedulian terhadap lingkungan merupakan pendukung keberhasilan peternakan di desa ini.

    [ ]


    [ 27/01/2016, 15:24 WIB ]
    TERMINAL PILANGSARI AKAN DIAMBIL ALIH PEMERINTAH PUSAT

    NGRAMPAL – Terminal Pilangsari, yang merupakan terminal tipe A akan segera diambil alih oleh pemerintah pusat. Dijelaskan oleh Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Pemkab Sragen, Heru Martono, pengambil alihan pengelolaan terminal Pilangsari bukan hanya wacana saja, namun sudah ketetapan pemerintah pusat.

    Pengambilalihan terminal tersebut diketahuinya dari rapat di Pemprov Jateng beberapa waktu lalu. ”Hasil rapat di pemprov Jateng beberapa waktu lalu, disepakati pengambil alihan terminal tipe A oleh pemerintah pusat sedangkan terminal tipe B akan diambil alih oleh pemprov Jateng,” urainya.

    [ ]


    [ 12/01/2016, 09:51 WIB ]
    JELANG IMLEK PETANI BUAH NAGA MULAI PANEN

    MASARAN – Menjelang Imlek, Petani Buah Naga mulai panen. Salah satu petani buah naga Mahardika dalam satu minggu bisa panen hingga 2,5 ton. Dalam satu kilonya ia jual dengan harga Rp. 6.000 sampai Rp.8.000 ke salah satu toko di Solo.

    Dijelaskanya, Kebun buah naga miliknya yang terletak di Desa Jenggrik Kecamatan Kedawung pada musim hujan tahun ini sejak awal Januari mulai bisa dipanen. Mendekati Imlek hasil panennya semakin besar. “Pada musim hujan ini, kebun kami bisa dipanen setiap minggunya hinga bulan Mei nanti,” jelas Dika panggilan akrab sehari hari.


    [ ]


    [ 11/01/2016, 15:41 WIB ]
    MASYARAKAT DIHIMBAU UNTUK WASPADAI ANGIN RIBUT DAN TANAH LONGSOR

    GONDANG – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) memprediksi, hujan lebat bakal turun di kabupaten Sragen pada bulan-bulan Januari – Februari ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Kesbangpolinmas Kab. Sragen Giyadi.

    Untuk itu Giyadi menghimbau kepada masyarakat, memasuki pada musim hujan dengan cuaca ekstrim ini mewaspadai ancaman hujan deras yang disertai dengan angin kencang.

    Selain itu masyarakat diharap untuk hati-hati melintas di jalan saat turun hujan deras yang disertai dengan angin kencang. Karena, angin kencang saat hujan deras bisa memungkinkan terjadinya pohon tumbang.


    [ ]


    [ 11/01/2016, 10:27 WIB ]
    INOVASI BARU PAKAN KAMBING, LEBIH PRAKTIS DAN MENGUNTUNGKAN

    PLUPUH – Inovasi berjalan terus di bidang peternakan kabupaten Sragen. Demikian yang dilakukan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Muhamad Djazairi terkait pakan kambing ternak. Jika selama ini mungkin kambing hanya diberi makan dengan rumput saja, kali ini hasil inovasinya memungkinkan ternaknya diberi makan jerami.

    Dikatakannya, inovasi pakan kambing dengan jerami dimulainya sejak tahun 2004 di rumahnya. Menurutnya, pakan jerami yang digunakan untuk ternaknya tersebut lebih menguntungkan dibanding dengan pakan lainnya. “Selain menguntungkan di kantong karena menggunakan jerami yang merupakan limbah yang biasa dibuang, pakan jerami juga lebih praktis” ujar Djazairi.


    [ ]


    [ 08/01/2016, 09:33 WIB ]
    Tepo khas Sragen, Gampang Dibuat dan Lezat Dirasa

    Tepo khas Sragen ternyata lezat rasanya.  Selain lezat dirasa, ternyata gampang dibuat. Apakah Anda sudah pernah makan tepo? Mungkin istilah tepo jarang kita dengar. Banyak orang yang belum tahu apa itu tepo.  Tepo, merupakan bahasa Jawa (kebanyakan orang Jawa menggunakan istilah ini ) untuk menyebut ketupat.  

    Jika tepo adalah ketupat, tepo di Sragen sangat nikmat disajikan dengan tahu putih goreng, taoge yang disiangi dan diseduh , kol diiris halus, irisan halus daun seledri,  bawang goreng, kacang goreng, dan kerupuk udang  serta  nikmatnya lagi dipadu dengan bakwan goreng.  Biasanya kuahnya atau saus sambal disesuaikan dengan selera penikmat tepo.  Bisa diberi cabai rawit dihaluskan sesuai dengan keinginan tingkat pedasnya. 


    [ ]


    [ 11/02/2015, 16:42 WIB ]
    MASARAN BUKAN HANYA SENTRA BATIK, NAMUN JUGA SANGKAR BURUNG

    MASARAN – Selain terkenal sebagai pusat industri batik, kecamatan  Masaran kabupaten Sragen juga dikenal dengan produk kerajinan sangkar burung. Setidaknya ada tiga desa yang menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Masaran karena merupakan sentra kerajinan sangkar burung di kecamatan Masaran, yakni  Desa Karangmalang, Kliwonan dan Pilang.

    Sekarang sudah ada belasan pengrajin sangkar burung di wilayah Desa Karangmalang.  Merekalah  pionir bagi pengembangan kerajinan sangkar burung di kecamatan Masaran. Kemudian berkembanglah pengikut-pengikut mereka yang menjadi pengrajin sangkar burung yang menyebar di  desa Kliwonan dan Pilang.


    [ pde ]


    [ 06/02/2015, 09:38 WIB ]
    RAUP UNTUNG PULUHAN JUTA DARI TERNAK BEBEK

    KEDAWUNG – Siapa sangka dari ternak bebek bisa raih keuntungan bersih hingga puluhan juta rupiah tiap bulannya. Adalah Suparjo (54) warga dukuh Nusupan Desa Celep Kecamatan Kedawung Kab. Sragen sudah sejak tahun 1984 menekuni ternak bebek. Usaha yang ditekuninya sejak muda ini ternyata bisa menghidupi anak istrinya. Betapa tidak, tiap bulan ia bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga Rp. 30.000.000.

    Keuntungan yang didapat bersal dari penjualan telur bebeknya. Setiap pagi dari 7000 ekor bebek miliknya bisa menghasilkan telur minimal 1500 butir. Setiap butirnya ia jual ke pengepul dengan harga Rp.1.600. Jadi total uang yang didapat sebesar Rp. 2.400.000 tiap hari. Dikurangi biaya pakan perharinya sebesar Rp. 1.000.000, sehingga didapat keuntungan bersih sebesar Rp. 1.400.000 perhari. Jika dikali 30 hari total pendapatan perbulannya bisa mencapai Rp.42.000.000.


    [ pde ]


    [ 03/02/2015, 11:47 WIB ]
    45 KK WARGA DESA GILIREJO KEC MIRI AKAN TERIMA BANTUAN PERBAIKAN RTLH

    MIRI –  Sebanyak 45 KK warga desa Gilirejo Baru  kecamatan Miri mendapat bantuan dana perbaikan 45 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) oleh pemkab Sragen melalui Dinas Sosial (Dinsos). Beberapa waktu lalu, desa tersebut juga telah mendapat bantuan 50 tangki air bersih sewaktu musim kemarau  dan 40 ekor kambing bagi kelompok usaha bersama (kube).  Calon penerima dana by name by address telah dicek tim dari pemkab Sragen dan Kades Gilirejo Baru.

    Dijelaskan oleh Kepala Dinsos, Wangsit Sukono, S.Sos MM, bantuan tersebut berasal dari program Corporate Sosial Responsibility (CSR) Bank Jateng. Rencananya besok pagi sewaktu peletakan batu pertama, jajaran Direksi Bank Jateng juga akan datang untuk menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada penerima bantuan.


    [ pde ]


    [ 29/01/2015, 09:20 WIB ]
    Panorama Alam Alami Kampung Betis Rejo Semakin Menarik Wisatawan untuk Berkunjung

    SAMBIREJO -SRAGEN – Ingin menikmati tempat wisata alam nan sejuk di kabupaten Sragen? Desa Wisata Betis Rejo bisa menjadi pilihan yang tepat bagi anda dan keluarga. Sejak ditetapkan menjadi wisata organik oleh Pemkab Sragen tahun 2011, saat ini Desa wisata Betis Rejo semakin mempesona.
    Di kanan kiri jalan yang berkelok-kelok terlihat hamparan sawah yang terletak di lereng perbukitan yang berhawa sejuk. Air sungai yang mengairi persawahan yang terletak di dataran yang cukup tinggi ini belum terkontaminasi dengan pupuk dan obat-obatan kimia. Sehingga label pertanian organik sangat dimungkinkan untuk pertanian tersebut.Nama Betis Rejo sendiri diambilkan dari nama 3 desa di dalamnya yakni desa Jambeyan, Jetis dan Sukorejo yang terletak di Kecamatan Sambirejo Sementara itu, pengembangan desa wisata digarap melalui Program Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) yang merupakan program Pemerintah Propinsi Jawa Tengah yang diintegrasikan pada kegiatan Bappeda di 35 kabupaten/kota.

    [ Humas & KPDE ]


    [ 17/09/2014, 15:43 WIB ]
    PERSIAPAN EMPAT MUSEUM KLASTER SANGIRAN JELANG DIRESMIKAN

           KALIJAMBE – Menjelang diresmikan awal Oktober nanti, empat klaster Sangiran yakni Museum Klaster Dayu, Ngebung, Bukuran dan Manyarejo telah rampung pembangunannya. Seperti dijelaskan oleh Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Sukronedi,S.Si,MA saat peninjauan ke klaster-klaster tersebut tadi pagi (Rabu, 17/9), menjelang peresmian museum Klaster Sangiran  saat ini penggrapannya sudah memasuki tahap final. “Ke-empat museum proses penggarapan fisik sudah selesai 100 %, sedangkan display dalam tahap penyempurnaan,“ jelasnya.    

           Empat klaster Baru di situs Sangiran tersebut memiliki karakter tema yang berbeda. Seperti Museum Klaster Dayu yaitu museum yang menyimpan koleksi-koleksi peralatan manusia purba paling tua berumur 1,2 juta tahun yang lalu.

    [ Humas ]


    [ 16/09/2014, 10:49 WIB ]
    Lima Perpustakaan Desa akan menjadi pilot project Perpustakaan Berbasis TI

    SRAGEN - Perpustakaan kini tidak hanya sebagai sarana membaca buku tetapi lebih dari itu yaitu sebagai media komunikasi dan informasi terutama melalui Teknologi Informasi. Ya kedepan sebanyak 5 (lima) desa yaitu, Puro, Kadipiro, Mojorejo, Wonorejo dan Karangtalun bakal mendapat bantuan dari Perpus Seru Cocacola foundation berupa perangkat komputer serta printer. Selain itu Kantor PDE Kabupaten Sragen juga menjanjikan penambahan koneksi internet dan hotspot.
    Masyarakat harus sehat, pintar dan berkarakter dalam menghadapi tantangan globalisasi. Demikian pernyataan yang diungkapkan Bupati  Sragen, Agus Fatcurrahman SH,MH terkait akan dibangunnya perpustakaan di lima lokasi di kabupaten Sragen. 

    Dijelaskan oleh Bupati bahwa dengan memiliki perpustakaan yang representetif akan membuat masyarakat rajin datang, betah dan senang membaca.  Lima Perpustakaan yang akan dibangun tersebut rencananya juga akan dilengkapi dengan pendingin ruangan, supaya pengunjung nyaman dalam membaca.

    [ Humas dan Kantor PDE ]


    [ 15/09/2014, 10:59 WIB ]
    Berkunjung Sejenak ke Peternak Bebek di Dukuh Nusupan

            KEDAWUNG - Desa Celep Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen lebih tepatnya di dukuh Nusupan Wetan boleh dibilang desa peternak bebek karena sebagian besar warganya memilih beternak bebek. Maka tak heran kalau kampung yang dihuni 23 kepala keluarga tersebut  dikenal dengan sebutan “Kampung Ternak Bebek”.  Penghasilan beternak bebek juga sangat menjanjikan, setiap KK dapat mencapai jutaan rupiah perbulan. Itu pun hanya dari menjual telurnya saja.

           Salah satu peternak  bebek di desa Nusupan, Agus  mengatakan bahwa bisnis budidaya bebek kini menjadi pilihan ketimbang memelihara unggas lain. Selain keuntungannya menggiurkan , bebek termasuk unggas yang tahan dari serangan penyakit seperti flu burung. “Bisnis budidaya bebek memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Apalagi jika budidaya dilakukan secara intensif dalam arti tidak dilakukan sebagai kegiatan sambilan” jelas Agus. 

           Dijelaskan Agus bahwa  permintaan pasar tidak hanya telur bebek, tetapi juga bebek potong semakin meningkat. Daging bebek memiliki kekenyalan dan aroma yang khas.  Sekarang di mana-mana sedang merebak restoran dan warung makan yang menawarkan sajian bebek dengan aneka pilihan menu. “Meskipun harga bebek goreng di resto-resto lebih tinggi dari ayam namun tetap digemari oleh pecinta kuliner. Itu membuktikan bahwa ternak bebek menjanjikan sekaligus meraup laba yang besar” tambahnya.

           Umumnya peternakan bebek ditujukan untuk bebek petelur. Namun peluang bebek pedaging juga bisa diambil dari bebek jantan atau bebek betina yang sudah habis masa produksinya, biasanya yang sudah berumur diatas 1 tahun. Selain itu pebisnis juga bisa mengambil bagian pembibitan ternak bebek sebagai fokus usaha. “Sebelum seorang peternak memulai usahanya harus menyiapkan diri dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil” jelasnya.  

           Para peternak bebek yang tergabung dalam kelompok ternak bebek “ Rejeki Agung” pernah masuk nominator lomba kelompok tani ternak itik tingkat nasional tahun 2011. Waktu itu, Kelompok ternak yang terletak di dukuh Nusupan RT 15 Desa Celep Kecamatan Kedawung ini mampu berprestasi dengan mengalahkan lima kabupaten di tingkat Jawa Tengah. 
           
           Kesuksesan tersebut tidak lepas dari support Dinas Peternakan dan Perikanan kabupaten Sragen yang mendampingi, meningkatkan dan membesarkan kelompok ternak guna meningkatkan pendapatan masyarakat. Kelompok Ternak Itik Rejeki  Agung mempunyai  kelebihan dibandingkan dengan lainnya. Yakni mempunyai produktivitas lebih dari 80 persen baik dari segi pemasaran hasil panen yang bagus ataupun pemanfaatan hasil panen. Telur yang dihasilkan selain dijual langsung ada juga yang diolah menjadi telur asin dan kue bolu. Hal ini bisa menjadi pendapatan tambahan bagi anggota kelompok.  
           
           Selain itu juga dikembangkan teknik Mina Itik (menggabungkan produksi Itik dan lele). Ditambah lagi jaringan pemasaran yang cukup luas hingga ke Jawa Timur mampu menambah kesuksesan kelompok ternak ini untuk mensejahterakan anggotanya.
          
    [ Bag. Humas dan Kantor PDE ]


    [ 05/09/2014, 08:39 WIB ]
    MASARAN BUKAN HANYA INDUSTRI BATIK, NAMUN JUGA SANGKAR BURUNG

          MASARAN - Selain terkenal sebagai pusat industri batik, kecamatan  Masaran kabupaten Sragen juga dikenal dengan produk kerajinan sangkar burung. Setidaknya ada tiga desa yang menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Masaran karena merupakan sentra kerajinan sangkar burung di kecamatan Masaran, yakni  Desa Karangmalang, Kliwonan dan Pilang.

           Sekarang sudah ada belasan pengrajin sangkar burung di wilayah Desa Karangmalang.  Merekalah  pionir bagi pengembangan kerajinan sangkar burung di kecamatan Masaran. Kemudian berkembanglah pengikut-pengikut mereka yang menjadi pengrajin sangkar burung yang menyebar di  desa Kliwonan dan Pilang.


    [ Humas & KPDE ]


    [ 16/07/2014, 08:58 WIB ]
    SMK NEGRI I GESI BERBENAH UNTUK SUKOWATI

           GESI - Sebagai wujud tanggung jawab dan pencerminan
    guna menyukseskan Program Gerbang Sukowati (Gerakan Mbangun Sukowati) Pramuka
    SMK Negeri 1 Gesi Peduli lingkungan Hidup.



    Gebragan yang digalakan



           Kepala Sekolah SMK N 1 Gesi Drs. Firdaus.
    S.U., M.Pd yang mewajibkan tiap peserta didik untuk membawa satu pohon yang
    harus ditanam, dirawat dan bertanggung jawab selama menjadi siswa SMK N 1 Gesi,
    Program tersebut sebagai salah satu cara membangun kesadaran akan pentingnya penghijauan
    di lingkungan sekolah dan untuk mewujudkan SMK Hijau.



           Membangun Kesadaran siswa agar mempunyai wawasan
    lingkungan yang luas merupakan PILAR dalam menjaga kondisi lingkungan yang
    benar-benar jauh dari berbagai sumber pengrusakan dan pencemaran lingkungan.
    Pada dasarnya masalah yang mengakibatkan kerusakan lingkungan disebabkan tangan
    – tangan manusia itu sendiri. 



           Pesan dari
    Bapak Kepala Sekolah Bahwa Islam itu tidak hanya sekedar Rohmatan Linafsihi (selamat untuk dirinya sendiri)
    apalagi laknatan Lil Alamin (membawa bencana
    semua alam). Islam yang diharapkan adalah Rohmatan
    Lil Alamin (membawa selamat untuk seisi alam).
    [ PDE & SMK N I Gesi ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+