Tue, 21 May 2013
    
 
 
  Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

  • Mei, 2013
  • April, 2013
  • Maret, 2013
  • Februari, 2013
  • Januari, 2013
  • Desember, 2012
  • November, 2012
  • Oktober, 2012
  • September, 2012
  • Agustus, 2012
  • Juli, 2012
  • Juni, 2012

  • TOPIK BERITA

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Iptek
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Hiburan

  • BERITA DAERAH

  • Sragen
  • Karangmalang
  • Masaran
  • Kedawung
  • Sidoharjo
  • Gondang
  • Sambungmacan
  • Sambirejo
  • Ngrampal
  • Sumberlawang
  • Gemolong
  • Miri
  • Kalijambe
  • Plupuh
  • Tanon
  • Mondokan
  • Tangen
  • Gesi
  • Sukodono
  • Jenar


  • Disponsori oleh :




     


    Berita Ekonomi


    [ 10/05/2008, 13:46 WIB ]
    SRAGEN MILIKI GENTRADE SEBAGAI GERBANG HUBUNGAN BISNIS DAN DAGANG

    SRAGEN - Perdagangan merupakan salah satu tonggak penggerak perekonomian suatu negara. Dengan melakukan perdagangan maka aliran devisa ke suatu negara akan bertambah. Kegiatan ekonomi masyarakatpun akan bergerak dinamis. Dalam perdagangan diperlukan pasar yang seluas-luasnya, tidak hanya perdagangan regional tetapi juga perdagangan internasional.



    Perdagangan juga menjadi salah satu indikator ukuran majunya suatu negara. Suatu negara akan lambat perkembangannya apabila menutup diri dari pergaulan dengan negara lain.
    [ PDE ]


    [ 21/01/2008, 12:25 WIB ]
    PENGUSAHA TAHU TEMPE SRAGEN KURANGI PRODUKSI

    Sragen - Melonjaknya bahan baku tahu dan tempe saat ini mengakibatkan pengusaha tahu tempe di Sragen mengurangi produksinya. Pengurangan produksi ini sampai dengan sekitar 25 % dari produksi normal. Harga kedelai impor biasanya dapat ditebus dengan harga Rp.2.500,- per kilonya tapi sekarang menembus kisaran Rp. 7.000,- perkilonya. Hal ini tentunya mengurangi pendapatan para pengusaha tahu maupun tempe skala kecil di Sragen.


    Sebelum harga kedelai melonjak tinggi para pengusaha tahu tempe dapat mengantongi pendapatan Rp. 80.000,- perhari. Tapi dengan pengurangan produksi ini mereka hanya dapat Rp. 20.000,- per hari. Rujino (45) pengusaha tahu dari desa Kwangen Kelurahan Ngembat Padas, Gemolong menuturkan, pengurangan produksi ini dilakukan agar supaya dapur mereka tetap ngebul. Meski dengan penghematan dari sana – sini. Daripada menaikan harga tempe maupun tahu yang sudah menjadi makanan favorit masyarakat ini. Lebih baik dikurangi dari segi ukuran namun harga masih tetap terjangkau. Dia bersama teman seprofesinya sepakat untuk tidak menaikan harga, hanya mengurangi ukurannya. Berharap bagi pecinta tahu tempe dapat mengerti dengan kondisi seperti ini, imbuhnya.
    [ PDE ]


    [ 10/02/2006, 07:50 WIB ]
    RECOVERY FUND SEBAGAI SARANA PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT

    [ ]


    [ 09/02/2006, 10:53 WIB ]
    TERTIB, PROSES PENDAFTARAN CPNS SRAGEN

    Animo masyarakat dalam perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari tahun ke tahun tetap berkobar[ E-P ]


     

     
     
     

    Powered by Team PDE Sragen © 2003, untuk sragenkab.go.id
    Situs ini akan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 x 768 dan dengan Browser IE 5+