Pukul : WIB   
::: Sragen Online :::
  
Selayang Pandang
Pemerintahan
Data Wilayah
Sarana & Prasarana
Sektor
Pariwisata
Potensi & Investasi
 
   
 
Duhai bulan Ramadhan yang penuh berkah
Kuingin selalu hidup bersamamu

Merentas jalan menuju Ridha Allah
Menggapai bahagia sepanjang hidupku

----------------------------
"GERBANG SUKOWATI"
Greget Mbangun Sukowati
 
  Link-link
   Peta Jalan Kab.Sragen
 SiRUP SKPD
 BAZ Sragen
 Badan Diklat dan Litbang
 PDAM Sragen
 UPTPK
 UPPKH KAB. SRAGEN
 PDE SRAGEN
 BPT SRAGEN
 BAPPEDA SRAGEN
 SJDI HUKUM
 HUMAS SRAGEN
 PERPUSTAKAAN SRAGEN
 BPS SRAGEN
 
   
  Situs Lain
 
 
   
  EMAIL
 
Login
Password
 
 
 Radio Buana Asri FM Sragen
Get the Flash Player to see this player.
 
 Home  |  Berita  |  Agenda Bupati  |  Pengumuman  |  Pelayanan Publik  |  Kritik & Saran  |  Galeri  |  FAQ  |  Kontak 

POTENSI & INVESTASI

2. Potensi dan Peluang Investasi Sektor Pertanian dan Perkebunan 

Pengembangan Beras Organik

Sejak tahun 2001 pemkab Sragen telah merintis pertanian yang berbasis organik yang hingga sekarang masih terus eksis terutama untuk beras organik yang mampu menembus pasar kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Purwokerto dll. Beras organik dibudidayakan dengan luas panen padi organik tahun 2006 yaitu 3.256,77 Ha dengan produksi 19.439,78 ton/tahun. Jenis padi organik yang diproduksi Kabupaten Sragen sangat beragam mulai dari IR-64, Mentik Wangi, hingga Beras Merah.

Hasil gambar untuk beras organik sragen
Seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang sadar akan pentingnya kesehatan maka tak heran kalau permintaan beras organik terus mengalami peningkatan. Peluang bisnis di bidang beras organik masih terbuka lebar. Apalagi pemain beras organik di Indonesia masih sangat terbatas, tidak lebih dari 20 pengusaha. Oleh sebab itu usaha beras organik di Sragen memiliki prospek keuntungan yang bagus, sementara tren konsumsi beras organik di Indonesia belakangan ini terus meningkat. Sebagai ilustrasi awal, jumlah warga menengah ke atas di negeri ini berkisar 10 persen dari 220 juta penduduk Indonesia secara keseluruhan. Ini berarti terdapat 2,2 juta konsumen potensial beras organik. Padahal, produsen beras organik yang ada di Indonesia kini baru melayani tak lebih dari 15 persen dari jumlah konsumen potensial tersebut.

Pengembangan Tanaman Buah 

Tanaman buah yang bisa dikembangkan di daerah Sragen diantaranya Jeruk (citrus sinensis), Jeruk Besar (citrus celebia), Buah Naga dan Kelengkeng.

Hasil budidaya tanaman jeruk besar ini sangat menjanjikan. Daerah pengembangnya adalah Kecamatan Plupuh dan Kalijambe. Di desa Wonorejo, Kalijambe terdapat kurang lebih 30 petani yang telah mengembangkan tanaman ini sedangkan di desa Keden ada sekitar 132 petani. Jeruk Besar juga dikembangkan di desa Bukuran, Kalijambe dengan areal lahan seluas 50 Ha. Hal ini tentu saja mendatangkan peluang investasi tersendiri bagi para investor untuk pengembangan lebih lanjut.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), keragaman ekspor-impor buah-buahan di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini kurang mengembirakan, yaitu dengan adanya lonjakan impor buah-buahan yang tidak diimbangi dengan expor. Seiring dengan pertumbuhan penduduk, diperkirakan dapat mengakibatkan impor jeruk semakin meningkat jika tidak diimbangi dengan perluasan tanaman.

Selain jeruk, tanaman yang mempunyai peluang dan prospek pengembangan bagus di Sragen adalah kelengkeng. Saat ini belum ada perkebunan jeruk dan kelengkeng di Kabupaten Sragen, bahkan di propinsi Jawa Tengah saja tingkat produksi untuk kedua jenis buah tersebut masih sedikit. Pada tahun 2001, jumlah produksi jeruk di Prop. Jawa Tengah hanya mencapai 12% dari produksi jeruk di Indonesia.

      Budidaya Garut 

      Tanaman garut merupakan tanaman jenis umbi-umbian yang banyak mengandung karbohidrat dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan alternatif. Lahan tanaman garut di kabupaten Sragen seluas 385 hektar di wilayah kecamatan Gesi, Sukodono, dan Jenar. Kapasitas produksi budidaya tanaman garut ini rata rata sebesar 8 ton/hektar atau 3.080 ton sekali panen. Sedangkan kapasitas produksi garut berupa umbi sebesar 360ton/th, tepung garut 72 ton/th dan emping garut 36 ton/th.

      Tanaman garut, telah dicanangkan Pemerintah sebagai salah satu komoditas bahan pangan yang memperoleh prioritas untuk dikembangkan/dibudidayakan karena memiliki potensi sebagai pengganti tepung terigu. Demikian pula di Kabupaten Sragen. Dengan dikeluarkannya SK Bupati Sragen Nomor 500/113/03/2003 tentang ditetapkannya garut sebagai salah satu produk unggulan Sragen maka garut dikembangan secara diintensif mulai dari budidaya, pasca panen, pengolahan, pengemasan hingga pemasarannya. Saat ini produk olahan garut Kabupaten Sragen telah menembus pasar Ngawi, Madiun, Semarang, Solo, Yogyakarta.

          Halaman :
          1 2 3 4 5 
           
             
           
           
           
          Powered by Team PDE Sragen © 2007 - 2013, untuk www.sragenkab.go.id
          Berita adalah properti kontributor, kami tidak bertanggung jawab atas isi berita yang ada dalam situs ini.
          Situs ini kan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 X 768