TANTANGAN PEMBANGUNAN KABUPATEN SRAGEN KE DEPAN

A. PERSPEKTIF MASA DEPAN
       Kabupaten Sragen, dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan akan dihadapkan pada tantangan pembangunan yang tidak mudah.

       Pertama, Indeks Pembangunanan Manusia (IPM) sebagai indikator kesejahteraan masyarakat menempatkan Kabupaten Sragen pada  peringkat 28 dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah yang hanya berjumlah 35. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sragen masih jauh dari harapan dilihat dari angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah dan rata-rata pengeluaran riil perkapita.

       Kedua, walaupun secara statistik angka kemiskinan turun, namun karena perbedaan indikator dan kriteria kemiskinan yang dipakai oleh Pemerintah Kabupaten dengan Badan Pusat Statistik selaku institusi resmi yang melakukan survei serta belum terpadunya program penanggulangan kemiskinan, jumlah warga miskin mencapai 20,3%. Jumlah penduduk miskin ini merupakan tantangan besar yang harus dihadapi, utamanya dengan mengupayakan pemenuhan hak dasar manusia seperti hak atas pangan, layanan kesehatan, layanan pendidikan, kesempatan kerja dan berusaha, air bersih dan sanitasi, rasa aman dan hak untuk berpartisipasi.

       Ketiga, makin banyaknya jumlah pengangguran disamping pengaruh pada meningkatnya jumlah angkatan kerja, di pihak lain adalah terbatasnya kemampuan sektor riil dalam menyerap tenaga kerja, serta masih rendahnya daya saing tenaga kerja yang salah satunya disebabkan masih rendahnya tingkat pendidikan. Oleh sebab itu perluasan lapangan kerja dan berusaha, peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja, peningkatan pelatihan dan keterampilan dan penciptaan iklim kondusif dalam rangka meningkatkan minat investasi yang mempunyai dampak terhadap penurunan jumlah pengangguran akan terus ditingkatkan termasuk di dalamnya adalah kesiapan menghadapi persaingan perdagangan bebas.

       Keempat, walaupun anggaran pendidikan sudah menempati anggaran terbesar ke dua di struktur APBD ditambah diberikannya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun keluhan masyarakat akan mahalnya biaya pendidikan masih merupakan persoalan serius yang dirasakan masyarakat. Pendidikan gratis masih menjadi mimpi bagi masyarakat Sragen. Sekolah-sekolah Negeri yang seharusnya mampu memberikan akses kepada setiap warga masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas justru melakukan diskrimisasi dengan melakukan pungutan yang sangat memberatkan masyarakat. Tantangan lainnya adalah penyediaan pendidikan murah berkualitas, meningkatkan proporsi sebaran fasilitas pendidikan selaras dengan per-sebaran penduduk, meningkatkan APK-APM terutama di tingkat Sekolah Menengah Atas, kualifikasi mutu tenaga pendidikan, meningkatkan kualitas lulusan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, kesejahteraan guru dan tenaga pendidikan.

       Kelima, masih tingginya kasus penyakit menular, seperti: DBD, penderita TB Paru BTA(+), dan HIV/AIDS yang merupakan refleksi dari masih rendahnya kesadaran melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. Tantangan lainnya ke depan yang harus diwaspadai adalah berkembangnya penyakit yang disebabkan oleh perubahan pola hidup dan lingkungan, disamping tuntutan akan kualitas pelayanan kesehatan yang makin prima, profesionalisme aparatur kesehatan, sarana prasarana kesehatan, dan perwujudan budaya serta perilaku hidup sehat bagi masyarakat.

        Keenam, kinerja pemerintah daerah sebagai pelayan masyarakat  dapat diukur dari kinerja pelayanan publik. Tantangan utama yang dihadapi pemerintah terkait dengan pelayanan publik adalah semakin meningkatnya tuntutan publik akan sistem manajemen pemerintahan yang menekankan pada kualitas pelayanan, keterbukaan, informasi, pengutamaan hak-hak publik, dan mampu mengantisipasi dan mengakomodasi dampak positif perubahan lingkungan eksternal maupun internal dari berbagai aspek, seperti : penyederhanaan perijinan, menghilangkan pungutan tambahan yang tidak ada dasar hukumnya, dan kemudahan dalam mengakses pelayanan perijinan.    

B.    ISU-ISU STRATEGIS KABUPATEN SRAGEN  
       Pembangunan suatu daerah tidak dapat dilepaskan dari pemecahan isu-isu strategis daerah. Oleh karena itu, berdasarkan capaian yang telah ada dan tantangan pembangunan daerah ke depan selanjutnya ditetapkan isu-isu strategis yang dihadapi 5 (lima) tahun ke depan.
       1.           Peningkatan pelayanan publik dalam berbagai urusan pembangunan, utamanya pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan.
       2.           Implementasi penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.
       3.           Peningkatan pemberdayaan usaha mikro kecil maupun menengah dalam pemasaran dan permodalan serta tantangan perdagangan bebas.
       4.           Pengembangan dan pemanfaatan potensi unggulan dan sumber daya daerah.
       5.           Peningkatan SDM aparatur yang profesional, berkarakter, bersih, dan anti KKN untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
       6.           Terbatasnya sarana-prasarana dalam mendukung tata kelola peme-rintahan yang baik.
       7.           Peningkatan kehidupan dan kerukunan hidup beragama, moral, etika dan akhlak mulia masyarakat dalam menghadapi globalisasi.
       8.           Pengarusutamaan gender dan perlindungan anak serta penyandang masalah kesejahteraan sosial.
       9.           Penyediaan infrastruktur daerah yang memadahi
      10.           Pengembangan potensi wisata untuk menciptakan daya tarik wisata yang berbudaya, serta  
      11.           Rendahnya daya dukung lingkungan sebagai akibat kurang diperhati-kannya kaidah-kaidah kelestarian dan pembangunan berkelanjutan.

      Dalam rangka menyelesaikan isu-isu strategis ke depan, maka  tekad dan semboyan mbela wong cilik dan Sragen ASRI tanpa korupsi akan selalu kami kedepankan apabila mendapat amanat dan kepercayaan warga Kabupaten Sragen memimpin Kabupaten Sragen tercinta ini ke depan.

Create Account



Log In Your Account