SEKTOR PERINDUSTRIAN

 

NO
URAIAN
SATUAN
TAHUN
2006
2007
2008 
2009
2010
 
 
1
IKM
 
a. Jml IKM
unit
 16,491
16,569
16,792
16,792

16.792

b. Jml T.K IKM
orang
49,509
50,147
62,145
63,388

63.388

c. Jml Inves IKM
Rp. Juta
40,238
41,258
48,528
48,528

48.528

 
 
2
Industri Besar
 
a. Jml IB
unit
12
13
13
13

13

b. Jml T.K IB
orang
11,784
11,744
 13,581
13,852

13.852

c. Jml Inves IB
Rp. Juta
555,769
557,767
605,796 
605.796

605.796

 
 
3
Jml Sentra Industri
sentra
104
105
110
110

110

 
 


INDUSTRI BATIK

Batik Tulis merupakan suatu usaha industri kecil yang tersebar di wilayah Kabupaten Sragen utamanya di sentra industri kecil Kecamatan Masaran, Plupuh dan Kalijambe. Produksi batik Sragen telah dipasarkan secara lokal, nasional maupun internasional.

Spesifikasi : Batik Tulis
Produk : Kec. Kalijambe
Kapasitas : 85.070 potong/th
Jumlah UKM : 75
Bahan Baku : Kain Sutera dan Katun

Spesifikasi : Batik Tulis - Printing
Produk : Kec. Plupuh
Kapasitas : 258.150 potong/th
Jumlah UKM : 1935
Bahan Baku : Sutera dan Primis

Spesifikasi : Batik Tulis - Printing
Produk : Kec. Masaran
Kapasitas : 427.000 potong/th
Jumlah UKM : 2567
Bahan Baku : Sutera dan Katun
 

A. Bahan baku yang diperlukan adalah : kain mori/katun, dan kain sutera

B. Bahan penolong dan peralatan

Bahan Penolong - Malam
  - Obat pewarna
  - Minyak Tanah
Peralatan - Canting
  - Wajan
  - Kompor

C. Kebutuhan Tenaga Kerja masih dapat dipenuhi dengan tenaga kerja lokal sehingga relatif mudah pengadaannya

D. Volume Produksi

Produksi Batik Kab. Sragen

NO
TAHUN
PRODUKSI BATIK KATUN
PRODUKSI BATIK SUTERA
PROD / PTG
PERUBAHAN
%
PROD / PTG
PERUBAHAN
%
1
2002
37,000
2,500
7.14
330,000
10,000
3.13
2
2003
40,00
2,500
6.67
340,000
10,000
3.03
3
2004
42,500
2,500
6.25
350,000
10,000
2.94
4
2005
50,500
7,500
17.25
365,000
15,000
4.29
5
2006
56,000
7,500
17.25
379,500
14,000
3.97
6
2007
63,500
7,250
12.89
395,500
15,750
4.15
7
2008
64,062
4,687
7.89
407,575
12,325
3,11
8
9
2009
2010
770.220
320.920
706,158
449.300
110,2
140
407,575
169,822
0
237,753
0
140

 

 

INDUSTRI EMPING GARUT

Dalam rangka memperkokoh sistem pertahanan pangan regional maupun nasional tanaman Garut merupakan tanaman jenis ubi-ubian yang mengandung banyak karbohidrat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif

Ubi Garut yang diolah dan diproduksi jadi makanan ringan berupa Emping Garut yang diproduksi oleh para pengrajin yang berada disekitar Kecamatan Gesi

Spesifikasi : Emping Garut
Produk : Kec. Gesi
Kapasitas : 11.000 kg
Jumlah UKM : 4
Bahan Baku : Garut
 
A. Lokasi : Hanya terdapat di Kec.Gesi yaitu
    - Desa Gesi
    - Desa Blango
    - Desa Poleng
    - Desa Slendro
B. Jenis Produk : Ada 3 macam kualitas emping garut
    - Kualitas I
    - Kualitas II
    - Kualitas III
    Bahan Baku : Garut/Lerut/Kerut
    Bahan Penolong : Bawang Putih dan Garam
 

INDUSTRI WAYANG BEBER

Kerajinan Wayang Beber merupakan peninggalan zaman Majapahit yang menceritakan tentang kisah Panji Asmara Bangun dengan Sekar Taji. Wayang Beber merupakan suatu kerajinan tangan yang bernilai seni tinggi, karena dalam memproduksi membutuhkan waktu yang relatif lama dan penuh ketelitian, oleh karena itu produk wayang beber senantiasa dikembangkan untuk melestarikan warisan leluhur budaya bangsa Indonesia.

Produksi Wayang Beber dibuat oleh pengrajin yang berada di sekitar Kecamatan Tanon

Spesifikasi : Wayang Beber
Produk : Kec. Tanon
Kapasitas : 240 /th
Jumlah UKM : 1
Bahan Baku : Kain katun

HASIL PRODUKSI WAYANG BEBER KAB. SRAGEN

NO
TAHUN
KAPASITAS PROD/TH
SATUAN
PERUBAHAN
HARGA
%
@
1
2002
125
buah
13.64
250,000
2
2003
130
buah
4.00
275,000
3
2004
150
buah
15.38
300,000
4
2005
160
buah
6.67
350,000
5
2006
171
buah
6.88
425,000
6
2007
183
buah
7.02
475,000
7
2008
74 
buah
7.13
518,750
8
9
2009
2010
74
30
buah
buah
0
44
518,750
-

A. Produksi : Bahan Baku : Kain Pilip
    Bahan Penolong : Cat Prada,emas,kuas dll
B. Pemasaran Dalam Negeri : Jogja, bandung, Semarang, Jakarta dan kota besar lainnya
C. Pemasaran Luar Negeri : Jepang, Jerman, Belanda, Amerika Serikat dll
 

INDUSTRI BATU-BATUAN

Kerajinan Batu-batuan dengan nilai seni ukir yang banyak menggambarkan patung manusia purba, dan berbagai bentuk lainnya

Sentra kerajinan batu-batuan terletak di Sangiran, Desa Krikilan, Kec.Kalijambe yang berjarak sekitar 45km dari kota Sragen

Produksi Batu - Batuan Sangiran banyak diminati oleh para wisatawan domestik maupun Mancanegara sebagai barang souvenir dengan harga bervariasi menurut besar kecilnya barang kerajinan dan nilai seni ukirnya

Spesifikasi : Batu - batuan
Produk : Kec. Kalijambe
Kapasitas : 24.190 buah/th
Jumlah UKM : 30
Bahan Baku : Batu
 
A. Bahan : Bahan bakunya Batu-Batuan
    Bahan Penolong semacam pengkilat porselin
B. Pemasaran Dalam Negeri : Solo, Jogja dan Jakarta
C. Pemasaran Luar Negeri : Hongkong, Jerman, Belanda

HASIL PRODUKSI BATU - BATUAN KAB. SRAGEN

NO
TAHUN
KAPASITAS PROD / TH
SATUAN
PERUBAHAN
KET
%
1
2002
430,135
buah
100,835
30.62
2
2003
458,100
buah
27,965
6.50
3
2004
556,470
buah
98,370
21.47
4
2005
806,000
buah
249,530
44.84
5
2006
927,445
buah
121,445
15.07
6
2007
1,029,410
buah
102,365
11.3
7
2008
1,122,155
buah
92,705
9.01
8
9
2009
2010
1,178,221
490,924
buah
buah
56.105
687,297
4.99
140
 

 

INDUSTRI MEUBEL & FURNITURE

Industri Mebel di Kab.Sragen merupakan industri kecil padat karya dan produk yang dihasilkan mempunyai kandungan lokal yang cukup tinggi, banyak memanfaatkan limbah kayu serta mempunyai peluang yang cukup baik dan menghasilkan devisa non migas yang cukup tinggi. Mebel hasil produksi Kab. Sragen sudah menembus Pasar Luar Negeri di ekspor ke Perancis, Belanda.

Sentra penghasil mebel berada di Kec. Kalijambe, Gemolong, Miri, Sumberlawang dan Sambungmacan.

Produk-produk mebel terbuat dari kayu jati, mahoni, pinus, akasia, dll

Spesifikasi : Meja, Kursi dan Lemari
Produk : Kec. Sambungmacan
Kapasitas : 3590 pcs
Jumlah UKM : 80
Bahan Baku : Jati & Mahoni
 
Spesifikasi : Meja, Kursi dan Lemari
Produk : Kec. Kalijambe
Kapasitas : 45.500 pcs
Jumlah UKM : 348
Bahan Baku : Jati & Mahoni

HASIL PRODUKSI MEUBEL KAB. SRAGEN

NO
TAHUN
JML UKM
KAPASITAS PROD /TH
SATUAN
PERUBAHAN
%
1
2002
995
87,396
buah
0.06
2
2003
1,005 
87,436
buah
0.05
3
2004
1,012
87,463
buah
0.03
4
2005
1,045
89,163
buah
1.94
5
2006
1,081
90,995
buah
2.05
6
2007
1,121
92,875
buah
2.07
7
2008
1,126
93,285
buah
2.18
8
9
2009
2010
1,126
1,126
95,151
39,464
buah
buah
2.00
140

Sumber : Disperindagkop

Update  Juni 2010


Create Account



Log In Your Account